Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Apakah itu Dia ?


__ADS_3

Sesampai di apartemen aku pun bergegas menyusun keperluan dapur yang sudah di beli tadi.


Mulai dari daging, ikan, buah dan sayur tak lupa juga beberapa camilan dan soda.


Selesai menyusun semua aku pun bergegas menyiapkan peralatan masak, kami sengaja tak makan di luar karena aku memilih untuk memasak malam ini.


Cukup lama berkutat di dapur akhirnya masakan sederhana pun jadi, aku hanya membuat steak dan spaghetti bolognese untuk makan malam kami.


Setelah itu aku memutuskan mandi terlebih dulu sebelum memanggil semua abangku untuk makan malam bersama.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Selesai mandi aku bergegas memanggil mereka satu persatu,


Tok... Tok...


"Bang satttt turun makan. " Panggilku dari luar


"Iyaaa dekk. "


Setelah itu berpindah turun ke bawah memanggil yang lain.


"Bang Ryan makan malem udah siap. " Ucapku setelah mengetuk pintu dan berpindah ke kamar sebelah


"Bang Bryan buruan keluar makan."


Setelah berkumpul kami pun segera duduk dan makan bersama dengan di selingi obrolan.


"Tumben mau masak biasa juga males."


"Sekarang aku tanya disini ada mbok sum kah bang satt, " sambil melirik tajam

__ADS_1


"Hehehe ya mbok kan di Jakarta jaga rumah."


"Itu tau kenapa masih nanya ?"


"Kamu kebiasaan Satria gak bisa sebentar aja gak debat sama Lia." Ujar bang Ryan


"Sehari gak debat sama dia tuh serasa hidup segan mati ya nanti-nanti aja." Canda bang Satria


"Udah habisin dulu makan nya baru ngobrol, Sayang kamu makan nya hati-hati dong sampe belepotan gini saosnya." Ujar bang Bryan sambil membersihkan saos yang menempel


"Heheh abisnya laper bang. "


Setelah itu kami pun menghabiskan makan dan bergegas berkumpul di ruang tengah.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Keesokkan hari nya pagi menyapa tapi dengan cuaca yang mendung. padahal kami berencana untuk bermain ke taman hiburan yang terkenal di negara ini.


"Tungguin aja dulu siapa tau bentar Agi berhenti ujannya. lagian juga masih terlalu pagi mau pergi. "


"Lagian gak sabar bener sih dek. sabar aja kali gak lari kemana itu wahana masih di tempatnya." Cibir bang Satria


"Males sama bang Satria ngajak debat Mulu. sesekali ngajak keliling dunia kenapa. " Ucapku nyeleneh


"Nah loh mau jawab apa kamu satria. " Ujar bang Ryan sambil cekikikan


"Angkat tangan lambaikan tangan wkwk. "


Mereka pun tertawa mendengar perkataanku, kami pun menghabiskan waktu di sela menunggu berhenti nya hujan.


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Sesuai rencana hari ini mereka akan menemani ku bermain di wahana bermain. walau sudah terlalu siang setidaknya cuaca mendukung karena tadi sempat hujan.


Saat ini kami semua sudah di perjalanan menuju ke sana. sepanjang perjalanan aku melihat sekitar,


Tapi pandangan ku terhenti di satu titik dimana cafe yang terletak di seberang jalan.


disana aku melihat laki-laki yang sudah berapa hari ini tak ada kabar sedang duduk berhadapan dengan perempuan yang tak aku ketahui.


Awalnya aku berpikir itu hanya halusinasi tapi setelah di perhatikan memang benar itu adalah Leon.


Mereka berdua terlihat bahagia dengan senyum yang tak luntur, siapa kira-kira wanita yang sedang bersamanya.


Sampai pandangan ku kian tidak terlihat karena mobil sedang melaju.


"Dek kamu liatin apa Hem ?" Tanya bang Satria menyadarkan ku


"Hem gpp bang bukan apa-apa." jawabku dengan senyum tipis


"Jangan membohongi diri sendiri sayang abang tau. " Ujar bang Bryan dengan tegas yang duduk tenang di depan


"Emang apa sih bang yang di liat Lia."


"Di seberang jalan tadi lebih tepatnya di cafe sebrang dia melihat Leon sama perempuan." Jawab bang Bryan dengan aura dingin


"Udah bang jangan ungkit dia lagi, aku cuma mau happy-happy sama kalian disini. buat apa mikirin orang yang gak anggep kita lagi." Jawabku sambil menunduk


"Udah dek lupain dia kalo emang kamu udah gak sanggup pisah baik-baik. abang gak mau liat kamu di sakiti terus begini." Ujar bang Satria sambil membawaku ke pelukannya


Sedangkan Bryan dan Ryan saat ini saling bertatap seolah sedang berbicara lewat tatapan masing-masing.


Entah apa yang sedang di rencakan mereka hanya othor yang tau😩.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2