
Saat ini Delia beserta Leon dan Icha sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga besar Delia,
Dimana rumah yang dulu di tempati oleh nenek dan kakek nya. Sekarang di tempati oleh ayah, ibu beserta om dan tantenya setelah meninggal nenek dan kakeknya.
Sedangkan Delia bersama ketiga abang nya menempati rumah orang tua Delia.
"Mami ini kita mau ketempat kakek sama nenek Icha ya...? " yang sekarang sedang bersandar di dada Delia sambil memainkan jarinya
"Iya Icha mau kan ketemu sama orang tuanya mami " sambil membelai sayang puncak kepala icha sesekali menciumnya
"Nanti kakek sama nenek galak gak sama aku, " Ujarnya sambil menengadah melihat wajah ayu Delia
"Haha... ya gak lah sayang nenek sama kakek orang baik mereka pasti sayang sama Icha "
"Kakek sama nenek di sana pasti bakalan sayang sama Icha dong, kan anak papi gemesin bikin orang yang liat mau cubit. " Kata Leon sambil mencubit pelan pipi Icha
"Ishh papi jangan pegang-pegang aku masih ngambek sama papi " Omel Icha sambil mengelap pipinya
"Ya udah nanti gak papi beliin mainan lagi, " Ucap Leon dengan mata yang tetap fokus ke depan jalanan
"Gpp masih ada mami yang mau beliin Icha wleee " Ujarnya sambil menjulurkan lidah mengejek Leon
"Ohh mentang udah ada mami yang belain jadi berani ya sama papi "
"Salah papi suka nakal sama Icha. iyakan mami, papi nakal sama aku " Ujarnya sambil mengadu padaku
Dengan pipi yang mengembung seperti balon Icha menunggu jawaban Delia. "Iya papi nakal nanti mami jewer telingan " Ujar Delia
"Iya iya papi kalah deh, gak lagi nakal sama Icha tapi gantinya papi harus di cium sama Icha. " sambil memandang sekilas pada Icha dan Delia
"Oke nih Icha cium papi " Ucap Icha setelah mencium pipi Leon
"Udah lah mas fokus aja ke depan. jangan usil lagi sama Icha, " Kata Delia sambil menepuk pelan pundak Leon
__ADS_1
•
•
Tanpa terasa setelah menempuh perjalanan selama sejam penuh akhirnya kami pun sampai di rumah besar di mana tempat orang tua Delia tinggal saat ini.
Setelah pintu gerbang terbuka terlihat halaman luas nan hijau menyapa dengan pepohonan yang rindang,
Tak jauh dari sana sudah ada beberapa mobil yang terparkir yang sudah bisa di pastikan itu adalah mobil para Abangnya.
Sesampainya di tempat Leon segera mematikan mesin mobil nya, Kami pun bergegas turun dari mobil.
Tak lupa juga dengan membawa satu koper kecil yang berisi oleh-oleh untuk orang-orang di rumah ini.
"Ya udah yuk kita masuk pasti udah di tungguin sama mereka. " Ujarku sambil menggandeng tangan Icha sedangkan Leon membawa bawaan kami
"Kok jadi tegang ya aku, kayak mau di sidang rasanya gini " Celetuk Leon
"Biasa aja kali mas jangan lebay kamu, " Dengan menyinggung senyum aku mencela
Di sana sudah ada ayah, ibu om dan Tante beserta para abang-abang ku yang berdiri menyambut kami bertiga.
"Daddy..... Icha kangennnn " Icha berseru sambil berlari ke arah bang satria, bang Bryan dan bang Ryan.
"Awas Icha jangan lari . " Ucap ku sambil kami menyesul dengan sedikit berlari
"Daddy juga kangen sama Icha sayang. " Ujar bang satria sambil memeluk erat Icha
"Daddy juga kangen kesayangan Daddy ini " Ucap bang Bryan di ikuti pula oleh bang ryan
Mereka melepas rindu dengan memeluk Icha satu persatu.
Sedangkan para orang tua hanya menyaksikan apa yang mereka lihat dan dengar.
__ADS_1
"Assalamualaikum om, Tante " Ucap Leon setelah kami sampai di depan orang tua ku dan tak lupa menyalim punggung tangan mereka satu persatu
"Wa'alaikumsalam kamu apa kabar nak..? " Tanya ibu dengan senyum tulusnya
"Baik kok Tante "
"Kamu gimana acaranya kemarin nak lancar ?" Tanya ayah padaku
"Ya gitu lancar sih... " sambil bergelayut manja
Sedangkan Icha sudah berada di gendongan bang Bryan dan di ajak masuk ke dalam
"Ya udah kita ngobrol di dalam aja biar enak sambil duduk " Ujar om Hans
"Ohh iya ini ada sedikit oleh-oleh om "
"Ya ampun ini banyak banget nak, ya udah Tante ke belakang dulu ya buat minum " Ucap ibu yang di ikuti oleh tanteku
"Ini siapa sih nama nya, gak mau kenal sama kakek Hem " Ujar ayah sambil memandang icha yang sedang bermanja dengan para abangku
"Icha salam dulu sama kakek nya nak !" Kata Leon
Icha pun turun dari pangkuan bang satria " Hallo kakek nama ku Icha " Serunya dengan menyalim ayah dan om Hans bergantian
"Imut banget cucunya kakek ini, " Ujar ayah yang malah mengangkat Icha ke pangkuannya
"Bener Bang cucu kita ini imut dan menggemaskan. " Ujar om Hans tak mau kalah mencuri ciuman di pipi Icha
"Jadi Icha punya dua kakek sama dua nenek ya disini, terus kalo di rumah ada opa sama Oma wahhh Icha banyak kakek sama nenek nya. " Icha berseru sambil menghitung jarinya dengan senang
"Iya dong Icha seneng kan punya keluarga yang banyak. " Seru ayah
Tak lama setelah itu ibu bersama Tante datang dengan membawa minuman dan cemilan.
__ADS_1
Sedangkan Icha sudah di ambil lagi oleh bang Satria, Bryan, serta Ryan untuk di ajak ke halaman belakang.
🍁🍁🍁