Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
BAB 14


__ADS_3

Menempuh perjalanan 2 jam akhirnya kami sampai ke rumah besar yang di tempati oleh kakek nenek dan adik dari ayah dengan keluarga nya.


Sedikit informasi ayah ku hanya 2bersaudara sedangkan ibu anak tunggal jadi aku hanya memiliki 2 sepupu dan semua nya adalah laki-laki yang umur nya hanya beda berapa tahun dari bang satria.


Kalo nenek kakek dari sebelah ibu mereka semua sudah tiada beberapa tahun yang lalu...jadi setiap sebulan sekali kami pasti akan berkumpul di rumah besar.


Sesampainya di dalam kami di sambut semua orang setelah memberikan oleh-oleh pada pengurus rumah kami pun berkumpul di ruang keluarga menghabiskan waktu bersama karena bulan lalu tak bisa berkumpul karena kesibukan masing-masing.


"nenek sama kakek apa kabar nya."tanya ku setelah menyalami semuanya


"alhamdulilah sehat selalu sayang."jawab kakek


"kalian gimana kabar nya dek...?"ayah bertanya pada om Hans


"kami semua baik bang."jawab ku


"kita ngobrol nya di sini aja biarin anak-anak kumpul di halaman belakang kak."ucap tante hana adik ipar ayah ku


"iya biarin mereka ngumpul di belakang aja kita yang tua disini."ujar ibu sambil menyuruh kami semua menyingkir dari sana


"ibu ngusir nih ceritanya...?"tanya bang satria


"bukan ngusir tapi kalian pasti bosen obrolan orang tua jadi enakan kalian sana deh."omel ibu sambil mengibaskan tangan


"dikira anak ayam kali di usir gitu."kata ku sambil memoyongkan bibir


"udah kalian kumpul di belakang aja nak nanti biar bibik yang anter cemilan nya."ucap om hans


"ya udah yok para bodyguard kita ke belakang aja temenin bidadari."sambil segera mengandeng tangan mereka


"siapa yang bidadari masak kamu,pede banget."jawab bang satria sambil memandang ku


"songong banget ya bang liat aja nanti,ya udah kalo gak mau aku sama mereka aja."jawab samb menjulurkan lidah mengejeknya


"lagian kamu suka banget jahilin delia."ucap bang Ryan dengan tampang wajah datar


"alhamdulilah akhirnya abang ngomong aku kira sariawan.!"ujar ku sambil cekikikan


"siapa sariawan."ucap bang Bryan sambil menunduk melihat ku karena tinggi ku hanya sebatas bahu mereka


"ini satu dek kulkas berjalan wkwkwk."kata bang satri mengejek para sepupu kami


"udah ketawa nya...?"tanya bang ryan


"hehehe jangan marah dong abang kan cuma bercanda jangan serius banget sih,gak bosen apa gitu mulu muka lempeng banget kaya jalan tol."cibirku


sesampainya di halaman belakang"udah kita duduk dulu, ngobrol kok sambil berdiri emang gak pegel."ujar bang satria

__ADS_1


"ayok bang sini duduk sebelah aku."sambil tersenyum


"hati-hati bang kalo dia gitu ada mau nya."kata bang satria memandang jengah ke arah ku


"apa sih sirik aja."


"kamu gimana kerjaan satria...?"tanya bang Bryan


"ya gitu lancar aja bang,nama nya nerusin perusahaan ayah."jawab bang satria cengengesan


"masih suka gonta ganti cewek...?"kata bang ryan sambil memandang sinis


"ya elah bang siapa juga yang gonta ganti cewek itu mah mereka nya aja yang ganjen sama aku."jawab bang satria


"tapi kalo bisa di hindari image kamu jelek banget karena hal itu."ujar bang ryan serius


"bener itu bang."aku menyela perbincangan mereka


"jangan kompor deh dek."kata bang satria yang sudah siap ingin menyentil keningku jika tidak di lindungi oleh bang bryan yang langsung memeluk ku


"jangan di biasakan begitu sama delia,dia ini satu-satunya anak perempuan di keluarga kita."ujar bang bryan tegas memandang marah ke arah bang satria dan itu membuat ku tak tega


"udah bang jangan marah bang satria main-main gak serius."kata ku sambil mengelus lengan nya


"gini banget nasib gue."ucap bang satria sambil menyandarkan tubuh nya di sofa


karena lelah menertawakan kekalahan bang satria aku pun mengalihkan pandangan ke arah bang bryan."abang Lia bisa minta tolong gak..?"tanya nya sambil menunjukan puppy eyes


"kamu mau apa sayang."bang ryan menyela pertanyaan ku


"aku besok ada reuni di kampus tapi gak ada pasangan,bang satria kan mau berangkat ke luar kota besok."sambil memandang ke arah bang satria


"ehh iya untung kamu ingetin dek hampir lupa abang."kata bang satria kaget yang hampir melupakan kegiatan nya besok


"abang gak bisa sayang besok abang banyak kerjaan."jawab bang bryan sambil mengelus kepalaku


"biar sama bang ryan aja kamu abang lagi senggang."


"asikk makasih Abang."ujar ku sambil segera memeluk bang ryan merasa tak puas aku pun mencium pipi nya


"iya...iya sayang kamu seneng banget sih."jawab bang ryan sambil tersenyum


"maklum aja kan jomblo akut ya gitu wkwkwk."kata bang satri sambil tertawa


"kamu ngejek Abang."kompak mereka berdua yang membuat bang satria cengengesan


"heheh enggak bang canda elah jangan serius kenapa,aku berasa lagi ngadepin mafia sama kalian."omel bang satria sambil memakan camilan

__ADS_1


"besok jam berapa emang dek...?"tanya bang Ryan


"acara nya malem bang bisa kan...?"


"bisa kok pulang kerja abang langsung jemput kamu ya di rumah."


"ehh jemput aku di sekolah aja bang kan besok aku ngajar.!"


"owhh iya abang lupa."


Karena asik bercengkrama kami pun tak sadar kalau siang sudah berganti malam.jadi kami memutuskan untuk masuk ke dalam.


Sesampai di dalam kami melihat para orang tua masih berbincang,kami pun ikut bergabung bersama mereka sambil menunggu makan malam di siapkan.


Tak lama setelah itu salah satu pengurus rumah memberi tahu kami jika makanan sudah siap jadi kami semua segera menuju ke ruang makan.


Sesampai kami menduduki kursi masing-masing yang telah di siapkan dan menyantap makanan yang sudah tersaji dengan di selingi obrolan hangat.


"gimana yayasan yang kamu pegang sayang...?"tanya kakek di sela makan nya


"lancar kok kek banyak yang bantu."jawab ku


"toko kue kamu gimana lia tambah rame...?"tanya om hans


"tante udah lama gak nyicipin kue dari toko kamu loh nanti bawain ya kapan-kapan."ucap tante hana


"itu mah beres tan...oh iya atau besok aku titipin sama bang ryan aja."ucap ku sambil menghabiskan makan


"emang ryan gak kerja...?"tanya ayah


"kerja kok om cuma gak sibuk jadi santai,lagian besok mau nemenin delia."


"emang mau kemana sayang."ucap nenek sambil tersenyum


"aku mau ada reuni kampus bang satria besok ke luar kota,jadi minta temenin bang ryan buat pasangan hehehe."


"masak cucu nenek yang cantik ini belum punya pasangan."


"kisah nya belum usai nek makanya belum bisa move on wkwkw."sela bang satria


"maksud nya apa nenek kurang ngerti."ucap nya dan yang lain memandang ke arah ku kecuali ayah dan ibu yang sudah mengetahui hal ini


"dia masih jomblo karena nungguin cinta pertama nya nek yang tiba-tiba ilang."setelah mendengar jawaban dari bang satria semua orang di ruangan itu bungkam


Tak mau berlarut dengan hal itu aku mengajak yang lain nya untuk meneruskan makan,karena hari kian malam akhirnya kami semua pamit untuk pulang.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2