Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Kenapa Harus Aku


__ADS_3

Setelah drama tadi aku pun benar-benar menemani Abang di kantor nya hanya untuk mengacaukan perkerjaan bukan membantu dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam pulang kantor.


Kami pun keluar dari ruangan sesampai di tempat parkiran Abang menyerahkan kunci mobil pada anak buah nya agar di antar ke rumah sedangkan kami akan pulang menggunakan mobil ku.


Di tengah perjalanan aku mendapat telpon dari ibu yang mengabarkan bahwa lusa akan pulang bersama papa karena pekerjaan di luar kota telah selesai dan meminta kami menjemputnya.


"Siapa dek yang telpon...?" Tanya bang Satria memandangku sekilas dan kembali fokus ke depan


"Ibu bang lusa mereka pulang dan minta kita yang jemput." Sambil memasukkan handphone kembali dalam tas dan memandang ke depan


"Owhh udah kelar ibu jalan-jalan nya berarti wkwk... Tunggu aja pulang-pulang sampe rumah nanti ribut ngomel bilang capek badannya padahal di sana kerjaan ibu cuma shopping aja ngabisin uang ayah." Kata Abang panjang lebar menjelaskan kelakuan ibu sambil tertawa


"Bener itu bang hehe... Kadang gak habis pikir sama ibu bilangnya capek ngikutin ayah tugas luar kota tapi masih aja ngintilin kayak anak ayam kan wkwk." Jawabku sambil tertawa mengingat kelakuan orang tua ku

__ADS_1


"Itu lah ibu gak bisa jauh dari ayah saking cinta nya takut ayah di ambil sama yang lain. Abang pengennya punya istri yang kayak ibu yang penyayang keluarga dan selalu memprioritaskan keluarga dari apa pun." Kata Abang sambil tersenyum


"Ya semoga doa Abang di kabulkan dan cepet di pertemukan dengan jodoh yang di inginkan. Kalo aku mau nya dapet suami yang sifatnya kaya Abang dan ayah biar aku selalu di lindungi dan di manjakan." Jawabku sambil bergelayut bersadar di bahu


"Abang pun mau nya kamu dapetin yang terbaik dek, Abang gak mau ada sembarang laki-laki yang deketin kamu..." Jawab Abang sambil sesekali melirik ke arahku


"Iya bang aku tau kok." Jawabku


"Tanya aja bang apaan emang."


"Tapi jangan marah ya Abang mau kamu jujur !"


"Kamu masih mengharapkan dia...?" Sambil memandang ke arah ku sesaat dan aku tau siapa yang di maksud oleh nya

__ADS_1


"Aku gak mau bohong bang, Jujur aja sampai sekarang pun aku masih mengharapkan nya. Aku tau ini bodoh tapi aku yakin kalo emang dia jodoh ku pasti kami di pertemukan lagi dan kesalah pahaman ini bisa di perjelas." Jawabku sambil memandang jauh keluar jendela mobil


"Tapi gimana kalo di saat kalian di pertemukan dia udah enggak sendiri lagi atau yang lebih parah sudah berkeluarga...?"


"Kalo gitu dia bukan takdir ku. Sekarang biarkan semua nya mengalir seperti air ke mana takdir ku di bawa. Yang aku bisa sekarang hanya memantapkan hati dengan konsekuensinya nanti." Jawabku sambil memejamkan mata


Setelah mendengar jawaban ku tak ada lagi perbincangan lain yang ada hanya keheningan yang menyelimuti dingin nya malam.


Sesampai nya di rumah aku langsung memasuki kamar duluan setelah pamit dengan Abang tanpa mendengar perkataanya.


"mengapa harus ada cinta jika hanya untuk saling menyakiti, mengapa harus ada rasa rindu jika hanya menjadi angan dan kenapa harus aku yang mengalami rasa ini tanpa ada nya sandaran di saat rapuh"


🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2