Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Ajakan Leon


__ADS_3

Masih di tempat yang sama di ballroom hotel di mana tempat pernikahan sahabat nya berlangsung saat ini Delia tengah menikmati makan bersama yang lain,


Keadaan sudah tampak sepi dari tamu-tamu yang datang, Sedangkan pengantin saat ini juga ikut makan di meja yang sama.


"Habis Reyhan dan Reyna siapa nih yang nyusul lagi ?" Celetuk Satria di sela makan mereka


"Kayaknya bang Ryan deh kan udah sebentar lagi tinggal menghitung hari aja. "


"Eh iya emang kapan bang ?" Tanya Aldo melihat Ryan


"Sebulan lagi kurang lebih. "


"Wah bentar lagi dong ya. " Heboh Oliv dengan makanan yang masih penuh di mulut


"Habisin dulu kali Liv tuh di mulut, "


"Mommy Icha mau itu dong, " Tunjuk Icha pada sop ayam di atas meja, saat ini Delia tengah makan sambil menyuapi Icha


"Oke sayang sebentar, makan nya pelan-pelan aja ya. " Kata Delia dengan telaten menyuapkan makan


Sedangkan yang lain sibuk menikmati makan mereka termasuk Leon. walau sesekali melirik Delia yang dengan telaten menyuapi Icha


"Kamu juga makan sayang, "


"Eh iya mas ini Nyambi kok sama Icha. "


" Nah habis bang Ryan nanti Lia sama Leon dong ya !" Sindir Oliv dengan alis terangkat memperhatikan mereka


Sedangkan Bryan hanya diam menikmati makan nya, hanya menjadi pendengar untuk mereka.


"Kalo aku ya tergantung Delia kalo dia udah siap ya gaskeun hehehe, " Jawab Leon cekikikan


"Yang penting siapin dulu secara matang semua nya jangan sampe nyesel nanti. " Nasihat Bryan selesai menyantap makan nya,


"Denger tuh Leon awas aja kamu bikin Lia nangis lagi kayak kmren aku bejek sampe geprek kamu. " Ancam Oliv dengan galak


"Iya sekali lagi aku minta maaf sama kalian semua karena kemarin buat Delia sampe sedih. tapi aku gak mau janji aku cuma akan berusaha bukti kan kalo aku emang serius sama Delia, " Jelas Leon menatap mereka satu persatu


"Makasih sayang, " Ujar Delia sambil tersenyum manis


"Aku harus nya makasih karena kamu mau sama aku yang duda ini. " Tak lupa Leon ngecup punggung tangan Delia, sedangkan yang lain hanya tersenyum memperhatikan mereka.


Sedangkan Bryan sempat tersenyum kecil walau hanya sesaat. walau berat tapi jika itu membuat Delia bahagia Bryan akan rela. walau sakit dan sulit akan di lakukan agar melihat senyum itu.

__ADS_1


🍃🍃🍃


"Kita pamit ya Rey kalian pulang honeymoon aku tau nya udah bawa keponakan ya, wkwkwk kalo gak jangan balik dulu. " Pesanku sambil bercanda


Saat ini mereka semua sedang pamitan untuk pulang karena hari kian malam,


"Kamu kira buatnya dari adonan donat kali ya bisa langsung jadi, " Jawab Reyna dengan kesal


"Wkwkwk jangan marah dong buk, kan cuma bercanda aja. kalo pun langsung jadi hebat berarti Reyhan tokcer, "


"Udah kamu kayak tau aja gimana rasanya sih dek. " Omel Satria


"Kita pulang ya Rey selamat sekali lagi buat kalian. " Pesan Bryan setelah itu turun lebih dulu bersama Satria dan Icha


"Beb jangan lupa oleh-oleh buat kita ya !" Pesan Oliv memeluk Reyna


"Buat kita apa kamu aja Liv. tampang mu kebaca banget udah, " Cibir Delia


"Sayang jangan bikin malu kenapa sih kebiasaan banget. " Kata Aldo langsung menarik keluar Oliv, sedangkan yang di tarik ngomel-ngomel


"Ya udah kita pulang dulu. kalian hati-hati selama pergi nanti havefun ya Rey. " Pamit Leon menepuk bahu Reyhan


Setelah itu mereka menyusul Bryan dan Satria yang sudah menunggu di parkiran, saat masuk ke mobil Delia melihat Icha yang sudah terlelap dalam tidurnya di gendongan Bryan. sedangkan Satria yang bertugas mengendarai mobil.


"Kasian anak mommy kecapean pasti, " Delia memajukan tangan kedepan untuk mengelus kepala Icha


"Maaf ya bang tadi ngerepotin jaga Icha. " Jelas Leon karena seharian di hotel tadi Icha hanya mau di temani Satria,


"Gpp jangan sungkan toh aku gak ada pasangan juga. "


"Kamu nanti sama Icha tidur di rumah aja Leon udah terlalu malam kalo pulang, jangan geer saya mentingin Icha bukan kamu. " Celetuk Bryan


"Iya bang makasih."


"Nanti kamu tidur aja di kamar tamu di bawah, biar Icha sama Delia tidurnya. " Pesan Bryan


Sesampai di rumah mereka bergegas masuk, Satria lebih dulu menuju kamarnya.


"Makasih ya bang maaf ngerepotin biar aku aja yang anter Icha ke kamar Lia. " Ucap Leon mengambil Icha dari gendongan Bryan


"Eungghh, " Icha sedikit bergerak saat berpindah dari tangan Bryan.


"Iya, kalo gitu abang duluan jangan lupa istirahat kalian. " Setelah itu tinggal lah Delia dan Satria yang saat ini sedang masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Setelah membaringkan Icha ke tempat tidur Leon pun langsung bersandar di sofa yang tak jauh dari sana.


"Mas aku ganti baju bentaran ya, "


"Iya sayang jangan lama-lama ya. "


Saat Delia keluar dari kamar ganti dia melihat Leon tengah menyandarkan kepala di sofa dengan tangan yang menutup matanya. " Lah mas ketiduran, " Celetuk Delia mendekati Leon


"Mas, mas kalo ngantuk turun aja situ tidur di kamar nya. " Ucap Delia sambil menggerakkan baju Leon


"Emm enggak kok sayang mas cuma merem, " Jawab Leon dengan mata sayu nya


"Sana cuci muka dulu, aku pinjemin baju bang satria bentar sekalian ambil minum ya di bawah. "


"Iya sayang mas ke kamar mandi dulu. "


TOK.. TOK..


"Mas ini baju nya ya aku gantung di pintu, aku tunggu di balkon. " Ucap Delia setelah dari bawah mengambil minum


Setelah selesai Leon pun menyusul Delia di balkon yang sekarang sedang menikmati coklat hangat yang sempat di buatnya tadi.


"Mas sini aku buatin kopi minum gih mumpung masih hangat." Seru Delia


"Makasih sayang Kopi nya enak. "


"Sayang, " Celetuk Leon di tengah keheningan malam


"Hem kenapa. "


"Kapan kita mau nyusul Reyhan "


"Ha maksudnya ?"


Leon kesal dengan tanggapan Delia, "Jangan pura-pura gak ngerti deh gak cocok. " Rajuk Leon


"Hehehe kan bang Ryan dulu mas, emang kenapa sih harus buru-buru banget. "


"Bukan buru-buru tapi emang udah lama rencana mas mau meminang kamu setelah rumah itu mas beli, tapi karena kebodohan mas akhirnya begini. " Jelas Leon menarik nafas panjang


"Sabar ya mas semua itu harus di pikirkan matang-matang gak bisa asal nikah. aku cuma mau sekali seumur hidup walau pun kita gak bisa memprediksi takdir yang sudah di gariskan sang pencipta. " Jawabku perlahan agar Leon tak berkecil hati


"Ya mas ngerti kok mas bakalan tunggu sampai kamu siap untuk menjadi istri dan ibu buat anak-anak kita kelak. " Timpal Leon sambil mendekap erat tubuh Delia

__ADS_1


"Ya udah sana tidur aku udah ngantuk juga, selamat malam mas sayang. " Ujar Delia tak lupa memberikan kecupan di bibir leon


"Malam juga sayang nya mas."


__ADS_2