
Setelah banyak perdebatan sepanjang perjalanan tadi sampai lah mereka di gedung apartemen yang di huni oleh mantan istri Leon.
Sebenarnya ini dulu adalah apartemen milik Leon semasa lajang. tapi setelah dia berpisah dengan mantan istri nya apartemen di berikan sebagai kompensasi, mengingat Rena tak punya keluarga untuk berteduh.
"Hemmmm , " Terdengar helaan nafas panjang dari Delia yang saat ini sudah keluar dari mobil
"Gimana masih mau ketemu dia ?" Tanya Leon memandang penuh damba
"Iya dong kenapa gak, " Elakku sambil mencibir
"Bibir nya jangan gitu nanti aku khilaf gimana Hem. " Ujar Leon mencubit pipiku
"Udah ayok buruan dimana tempat nya capek tau berdiri, emang aku tiang listrik apa. " Omelku yang melihat Leon hanya cekikikan
"Ya udah ayok unit Rena ada di lantai lima. "
Sesampainya di lantai unit yang di tempati sang mantan, Leon pun mulai memencet bel.
Tit.. Tit.. (Gitu bukan bunyi nya😌 tau dah🤣)
CEKLEK!!
Sesaat ketiga orang tersebut terdiam dengan pikiran masing-masing saat pintu terbuka.
Delia memandang intens sang mantan istri Leon dari ujung kepala hingga ujung kaki, bukan maksud merendahkan tapi Delia hanya ingin melihat apakah Rena benar sakit atau hanya tipuan.
Sedangkan Rena sedikit canggung melihat tatapan Delia padanya, tapi dia berusaha tenang seperti biasa. walau awalnya kaget akan kedatangan Delia.
Karena Leon sama sekali tak memberitahu kan hal ini padanya.
__ADS_1
Sedangkan Leon hanya diam tanpa berani membuka suara, dia hanya terus menggenggam erat tangan halus Delia.
Setelah cukup lama diam akhirnya ada yang membuka suara. " Hay kamu Delia ya ?" Tanya Rena mengalihkan rasa canggung antara mereka
"Hay, oh ya kamu tau dari mana namaku ?" Tanyaku dan kami masih berdiri tepat di depan pintu masuk
"Leon banyak cerita tentang kamu, ayo masuk dulu jangan berdiri aja di situ. " Ujar Rena sambil mengajak kami masuk ke dalam
"Owh iyakah cerita apa aja Leon sama kamu ?" Tanyaku kepo, takutnya Leon membicarakan hal yang buruk soalku dan seperti sosok Rena ini tak buruk karena jika di perhatikan anaknya mudah bergaul.
"Banyak semua tentang kamu selalu di bahas sama Leon dan tergambar jelas dari pandangan nya yang penuh damba jika membahas soal kamu !" Tutur Rena dengan senyum kecilnya
"Sebentar aku ambil minum dulu sama camilan ya. kalian tunggu disini untung tadi aku sempet buat puding karena bosen. " Jelas Rena, setelah itu tinggal lah kami berdua saat Rena masuk ke dapur,
"Sayang " Celetuk Leon di tengah keheningan
"Apa mas ? kirain aku kamu pingsan tadi gak ada suaranya. "
"Iya sih awalnya aku berpikir dia sebenarnya masih cinta sama kamu, tapi rupanya aku yang berburuk sangka sama dia. aku bisa liat di matanya gak ada cinta buat kamu," Jelasku sambil memandang tepat di mata Leon
"Maafin aku mas salahku juga disini udah nuduh kamu yang enggak-enggak. " Ucapku sambil menunduk
"Hey sayang kamu gak salah disini mas yang salah, karena gak berani jujur ke kamu. padahal Rena aja saat mas sampai disini dia ingin sekali minta buat vc kamu karena mau kenal dekat sama kamu, termasuk waktu mas yang tiba-tiba mematikan telpon sepihak disitu Rena bersikeras menyuruh mas untuk menelpon mu untuk menjelaskan. Tapi lagi-lagi mas gak berani karena takut kamu pergi dari sisiku. "
Leon pun mengungkapkan semua nya secara gamblang, disitu juga sudah ada Rena tak jauh dari tempat mereka mendengarkan semua ucapan Leon tersebut. Rena akhirnya lega karena tak ada salah paham lagi di antara mereka, karena bagaimana dia tau jika Leon amat mencintai sosok Delia. apalagi jika sudah membahas soal Icha yang sudah dekat dengan orang baru tapi langsung lengket dengan Delia.
"Iya aku percaya kok mas, " Seru ku langsung mendarat kan kecupan di bibirnya
Sedangkan Leon terkaget dengan perlakuan Delia, "Sorry lama diminum dulu gih. " Celetuk Rena saat melihat aksi Delia
__ADS_1
"Eh astaga ada Rena, " Ujarku kaget karena kepergok seperti maling karena mencium Leon
"Gpp gak perlu malu kok Lia," elak Rena cekikikan
"Sayang kamu udah berani ya sekarang." Seru Leon hilang dari rasa terkejut
"Hehehe mana ada aku gak sengaja tadi, " Elakku memandang ke arah lain
"Tunggu aja aku bakalan bales nanti pas pulang. " Bisik Leon tepat di telingaku, mumbuat hati ini berdesir
"EKHEMM aku disini jadi obat nyamuk banget ya nasib jomblo." Celetuk Rena karena melihat keromantisan mereka
"Ihh mana ada gitu, gimana pengobatan kamu Rena ? maaf kalo aku lancang Leon udah cerita semua nya. aku yakin kamu perempuan kuat kamu pasti bisa sembuh. kamu harus percaya sama takdir tuhan, " Jelasku saat berpindah duduk di sebelahnya sambil menupuk bahu Rena memberi kekuatan
"Aku bosen sebenernya Lia jujur aja, capek harus bolak-balik check-up ke dokter apalagi tiap cium bau obat. aku juga mau sembuh mau banget malahan, pengen bisa punya cinta sejati juga kayak kamu yang bisa terima apa adanya, tapi yah entah lah mungkin cuma hanya sebatas anganku. " Tutur Rena dengan air mata yang mulai mengalir
Sedangkan Leon menyingkir dari sana memilih untuk keluar dari apartemen, dia ingin memberikan waktu untuk Delia dan Rena dekat. setidaknya dengan adanya Delia bisa memberikan hal baik untuk Rena,
"Kamu gak boleh nyerah gitu aja. kamu harus yakin bisa sembuh karna gak ada yang gak mungkin dengan sebuah keajaiban. "
"Nanti aku bakal jodohin kamu aja sama salah satu Abangku gimana?" Seru ku dengan mata berbinar, otak Delia sudah berisi salah satu nama Abang nya yaitu Satria karena kalau Bryan pasti akan menolak keras,
Tapi jika dipikir lagi takutnya Satria juga tak mau jika Delia menjodohkan nya dengan mantan istri Leon. tapi Delia tak akan menyerahkan untuk hal itu,
Sedangkan Rena cuma kaget dengan perkataan Delia, " ehh gak perlu Lia, aku aja penyakitan mana ada laki-laki ya mau sama aku." Seru Rena sambil melambaikan tangan
"Lagian aku udah cukup bersyukur keluarga Leon masih peduli sama aku, gak kayak nya manta tunangan ku yang menghilang bagai di telan bumi saat tau aku sakit keras. " Jelas Rena dengan air mata yang mengalir mengingat sang mantan tunangan yang menghilang sesaat setelah mendengar kabar jika dia di vonis sakit keras
"Kamu yang sabar kita harus yakin jika suatu saat cobaan yang dihadapi akan indah pada waktunya. " Pesanku sambil memeluk erat memberi semangat
__ADS_1
Seharian itu Delia habiskan waktu berbincang dengan Rena. sedangkan Leon tadi sesaat setelah meninggal apartemen dia berpesan akan bertemu dengan salah satu rekan kerjanya diluar.
Jadilah Delia dan Rena menghabiskan waktu berdua dengan mengobrol dan mencoba membuat dessert,