Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
chatting


__ADS_3

setelah pertemuan singkat itu, ibram selalu kepikiran ayra, akhirnya dia memberanikan diri untuk memulai chat dengan ayra, ibram membuka hp nya dan melihat status whatsapp ayra "skripsweeeeet"


"kenapa ra skripsinya?" ibram memulai chat


ayra yang sedang mengerjakan skripsi dilaptopnya mengalihkan fokus ke hp nya yang berbunyi


"kak ibram? tumben ngechat" ayra terheran


"hehe gapapa ka, biasalah mahasiswi tingkat akhir, lagi mumet sama skripsi, pengen cepet lulus" balas ayra


"semangat ra, taun depan wisuda yaa, terus nikah wkwk"


"wahaha belum ketemu sm jodohnya ka, ka ibram duluan kali, udh siap banget hehe"


"aamiiin, masih usaha dalam doa ra"

__ADS_1


"sok ka segera bisi keduluan yg lain tar nyesek hihi"


"mudah2an engga 😁, yaudah ra lanjut kerjain skripsinya"


"iya kak"


disisi lain ada bian yang melihat status ayra


bian adalah teman kuliah ayra, beda jurusan tapi mereka sering bertemu ketika di senat, bian jg anggota senat, bian tipe laki2 humoris, senang bergaul, mudah bersosialisasi, berbadan ideal, tampan, hitam manis, banyak sekali wanita yang kepincut oleh bian


"pengen banget asli, lamar dong wkwk"


"siyap beb, tunggu aja"


"kutunggu, awas kalo bohong"

__ADS_1


"mau diapain kalo bohonh?"


"gaboleh nyomot cemilanku lagi"


"haha gakan nyomot cemilan kamu deh, tapi nyomot hati kamu boleh kali ra"


"yaelah, hati aku tuh dijaga baik2, enak aja main comot2, dasar playboy"


"kalo aku sama kamu, aku gakan jd playboy lagi deh ra wkwk"


chat itu terus berlanjut saking asiknya chat dengan bian, waktu pun tak terasa semakin larut malam, ayra sampai meninggalkan skripsinya demi mambalas chat dari bian, tidak ada hal penting hanya candaan tapi itu bisa membuat ayra senyum2 sendiri, ayra dan bian memang dekat, sering bercanda, ngobrol, layaknya sahabat, sebenarnya mereka saling menaruh hati tapi mereka tidak saling mengungkapkannya, bian ingin lulus kuliah dulu, kemudian punya pekerjaan barulah ia berani mengungkapkan perasaannya, tapi untuk saat ini bian belum siap akan hal itu jd menurutnya lebih baik berteman saja, sedangkan ayra gengsi untuk bilang bahwa dia menyukai bian, menurutnya laki2lah yang harus memulainya


ibram yang melihat whatsapp ayra masih online, penasaran dengan siapa ayra chatting sampai selarut ini tapi ia mengurungkan niatnya untuk ngechat, karna tidak enak dan takut mengganggu lagian sejak kapan ibram suka chatting dengan ayra, hmm baru saja tadi dan itupun hanya sebentar tapi cukup membuat ibram senang..


sebenarnya ibram sudah dijodohkan dengan anak dari teman papanya, ibram tidak mau tapi ibram juga tidak bisa menolak permintaan papanya, papanya adalah orang yang keras dan egois, ibram hanya bisa berdoa agar Alloh memberikan jalan yang terbaik untuknya, karna saat ini ayra lah yang ada di hati ibram meskipun tidak ada satupun orang yang tau..

__ADS_1


__ADS_2