Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Salah Paham


__ADS_3

Disaat mendengar orang tuanya berkata soal perjodohan Delia langsung menyela tanpa mendengarkan semua perkataan mereka sampai habis dan tanpa pamit Delia meninggalkan mereka semua masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Delia langsung membanting pintu berlari ke ranjang membanting tubuhnya sambil menggerutu dan memukul kasur dengan bantalnya.


" Kenapa sih harus di jodoh-jodohin segala, emang jaman purba apa masih ada hal gituan. Lagian kan mereka tau aku sama Leon kenapa juga mau nyariin calon lain. " Gerutu Delia dalam hati sambil terus memukul kasur melampiaskan rasa kesalnya


"Emang aku anak kecil apa masih di atur. Lagian kenapa bukan bang Satria sama bang Bryan atau bang Ryan tuh yang langsung di jodohin. Mereka kan perjaka lumutan udah tua masih aja gak ada gandengan, Masak kalah sama sendal yang sepasang." Gumamku sambil memukul bantal melampiaskan emosi seolah bantal tersebut adalah abang-abangnya


Disaat Delia sibuk menggerutu dengan dunianya ketukan pintu dari luar mengganggu kesenangannya.


TOK...TOK...TOK..


"Woy dek bukak gak pintunya atau Abang dobrak nih." Jerit Satria dari luar sambil terus menggedor terus menerus


"Gak mau sana deh bang jangan ganggu Lia dulu, Aku kalo emosi jadi pengen makan orang abang mau aku makan hah." Teriakku dengan posisi bersandar sambil melipat tangan di dada


"Buka dulu dek jangan kayak bocil umur 3tahun deh ambekan minta permen buat sogokan. Lagian abang gak sendiri ada bang Bryan juga ini." Ucap satria sekali lagi berusaha membujuk Delia, sedangkan Bryan yang berdiri di samping Satria hanya mendengarkan.


Mendengar nama Bryan di sebut Delia bergegas turun dari ranjang dan membuka pintu segera.


CEKLEK....


"Akhirnya si manja buka pintu juga Hem." Ucap satria sambil menghembuskan nafas saat pintu terbuka lebar

__ADS_1


"Kamu kenapa tiba-tiba langsung lari tadi, Kan jelas-jelas ayah belum selesai bicara ?" Tanya Bryan langsung tanpa membuang waktu


Delia pun mengajak Satria dan Bryan untuk duduk di sofa yang terletak di kamarnya.


"Salah siapa disini yang mau jodohin aku. " Jawabku membuang muka dari mereka


"Dasar kegeeran banget hidup kamu dek. makanya lain kali itu dengerin dulu orang bicara. " Ujar Satria mencibir kelakuan adiknya


"Tapi kan,,, "


"Lia apa yang di bilang satria itu bener sayang. Kamu kan belum tau yang bakal di jodohin itu siapa kenapa udah lari aja, Ujungnya kan gini salah paham. " Dengan tegas Bryan berkata sambil menatap lembut Delia


"Emang yang mau di jodohin aku kan siapa lagi emang. Kalian semua pasti gak mau di jodohin kan, " Ucapku masih teguh pendirian





"Hem jadi gimana adek kalian bang ?" Tanya ayah pada bang Bryan


"Dia gak mau dengerin yah, enak jelasin aja disini dasar labil." Ejek Satria menyela pertanyaan ayahnya

__ADS_1


Sedangkan tamu mereka hanya memperhatikan saja, Delia pun tak memperhatikan tamu orang tuanya itu.


"Pasti Delia kan yang mau di jodohin. ayah kenapa sih kan adek udah punya Leon, " Ucapku dengan percaya dirinya


"Emang ayah kamu udah bilang tadi mau JODOHIN siapa. " Ujar ibu dengan senyum yang di paksakan karena menahan geram karena kelakuan anak gadisnya


"Ehh,,, Ya belum sih tapi kan pasti aku. " Delia pun kaget sendiri setelah mendengar perkataan ibu. Bahwa dia memang tak mendengar sampai habis yang di katakan sang ayah, tapi karena sudah kepalang malu jadi dengan percaya diri menjawab begitu.


"Ck itu lah kebiasaan kamu suka motong pembicaraan orang, yang mau di jodohin itu Abang kamu bang Ryan dek." Ujar Bryan dengan gemas mencubit pipi Delia


"Eh iyakah, Ishh malu banget aku kirain aku yang mau di jodohin." Ucapku dengan lirih sambil melihat ke arah tamu dan benar adanya jika di sana ada sepasang suami istri yang seumur dengan orang tuaku, tapi di sebelah nya ada wanita yang sebaya denganku dan satu lagi laki-laki sebaya dengan abangku.


"Wkwkwk malu kamu dek, astaga sampe merah tuh muka. Udah lama banget gak liat kamu gini. " Ucap bang Ryan yang duduk berada tepat di sebelah bang satria. mereka asik tertawa karena perbuatan Delia


"Makanya nak lain kali itu dengerin dulu orang tua bicara jangan asal lari gak jelas lagi. Yang malu kan ayah sama ibu Karen ulah kamu. " Nasihat ayah dengan senyum teduhnya


"Anak kamu tuh yah kebiasaan bikin gemes pengen di masukin lagi dalem perut jadinya." Omel ibu


"Mana bisa gitu anak kita lah buat nya sama-sama. " Jawab ayah dengan cuek


"Ya udah kalo gitu kita lanjutin lagi ya acara yang kepotong karena Delia tadi." Ucap Om Hans yang langsung menyela


Setelah itu perkenalan pun di lanjutkan, awalnya memang bang Ryan dan wanita yang ku tahu namanya adalah Risa itu akan di jodohkan. Tapi mereka berdua menolak dengan tegas karena ingin semua di awali dengan pendekatan dulu dan jika mereka yakin satu sama lain akan di lanjutkan langsung ke pernikahan.

__ADS_1


Karena semuanya sepakat pertemuan pun di akhiri dan keluarga Risa berpamitan pulang.


🍁🍁🍁


__ADS_2