Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Isi Hati


__ADS_3

Selama di dalam pesawat Delia hanya menghabiskan waktu nya dengan bersandar di bahu Bryan dengan mata terpejam.


Selain ingin tidur Delia juga sebenarnya sedang memikirkan Leon sosok laki-laki yang berapa hari ini berubah perlakuannya.


yang biasanya selalu memberikan kabar setiap saat berbanding terbalik dengan beberapa hari ini yang sama sekali tak ada kabarnya.


Entah karena ingin menghindar atau memang terhalang dengan banyaknya perkejaan yang sedang dikerjakan selama di sana.


"kalau memang kamu udah bosen sama aku, kenapa gak terus terang saja mas jangan seperti ini mendiamkan aku tanpa memberikan kabar kepastian." Gumam Delia dalam hati dengan mata yang kian terpejam


Sedangkan Bryan hanya terus mengelus kepala Delia tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Walau tanpa Delia bercerita pun dia tau apa yang sekarang jadi pikiran Delia, tapi Bryan tak ingin mengganggu dia membiarkan Delia dengan pikiran nya sendiri.


"Andai kamu tahu Adel kamu lebih dari segalanya buat abang sayang, abang akan selalu ada buat kamu selagi belum ada yang bisa abang percaya buat menjaga kamu. Walau sebenarnya hati abang berat buat melepas kamu nanti saat kamu sudah bersama orang yang tepat." Gumam Bryan dalam hati sesekali melirik ke samping dimana Delia tengah terlelap


Sedangkan Satria dan Ryan mereka sudah lebih dulu mengarungi alam mimpi sesaat setelah pesawat lepas landas.

__ADS_1


Tanpa terasa pesawat yang mereka tumpangi selama beberapa jam. akhirnya sampai di tujuan,


Dimana tempat yang sudah di rencanakan oleh Bryan untuk mengajak Delia berlibur untuk menghilangkan penatnya.


Selain itu juga ada rencana lain dari Bryan yang sudah di beritahukan pada Satria dan Ryan. tapi untuk Delia pengecualian karena rencana ini berhubungan dengannya.


"Akhirnya sampai tujuan kita bang, kenapa Abang gak bilang aja kalo tujuan nya kesini. ?" Tanyaku sesaat kami sudah menuruni pesawat


"Bang aku sama Satria ambil koper kita dulu kalian tunggu disana aja. " Ucap Ryan menyela setelah itu berjalan menjauh dengan Satria


"Gpp emang kenapa kalo kesini kamu gak mau ?" Tanya bang Bryan


"Itu mau nya kamu, emang abang gak tampan Hem. " Ujar bang Bryan dengan smrik andalannya


"Semua abang aku ya tampan lah tapi kan mereka beda buat cuci mata aku loh sensasi segeranya tuh beda. "


"Alah yang ada otak kamu abang cuci nanti, " Ujar bang Bryan menyentil keningku

__ADS_1


"Awww Abang sakit ihh. abis ini kita kemana cari tempat makan atau ke apartemen?"


"Nanti mampir dulu buat makan baru kita pulang ke apartemen yang ada disini. "


Ya sebenarnya tempat ini tak asing bagi Delia karena disini tempat kelahiran ayah dan juga om nya. sebelum mereka menetap kembali ke Indonesia,


"Yok bang pulang itu taxi nya udah di depan. " Ucap bang Ryan menumpuk bahu bang Bryan


"Ehh abang dari kapan disini. " Ujarku kaget


"Baru aja kok ayok lah abang masih mau nyambung tidur ini capek banget." Bang Ryan langsung menarik tanganku


"Ckck abang pelan-pelan ihh aku bisa jatuh kejengkang kalo di tarik gini. " Omelku karena tak siap saat bang Ryan menarik tanganku


"Ryan lepasin tangan Delia kamu duluan aja sana. jangan bikin celaka orang, " Tegur bang Bryan


"Dasar bawel aduan ya udah kalian buruan makanya." Cecar Ryan sambil meninggalkan mereka

__ADS_1


Sedangkan Bryan dan Delia hanya menggelengkan kepala mendengar Omelan Ryan.


Bersumbang 🤧


__ADS_2