
Setelah menghadiri acara pertunangan Reyna dan Reyhan tadi kami langsung pamit pulang karena Leon masih ada sedikit pekerjaan di kantornya.
Dan saat ini Delia dan Icha sedang berada di ruangan Leon setelah sampai tadi. Leon segera menyelesaikan sedikit pekerjaanya agar bisa segera mengantar Delia pulang.
"Anak mami gerah gak. Ganti baju dulu aja ya tadi mami bawa dari mobil baju Icha. " Ujarku yang saat ini sedang duduk bersama Icha di sofa ruangan Leon. dengan Icha yang sedang sibuk menggambar di tabletnya
"Oke mami Icha juga udah kepanasan. " Jawabnya setelah meletakkan tabletnya di meja
Setelah mengajak Icha berganti pakaian di ruang pribadi Leon kami pun keluar lagi untuk kembali ke sofa.
Saat kami sampai di atas meja sudah terhidang bermacam pastry dan minuman.
"Mas ini kamu yang pesen ? Perasaan kamu gak ada sedikit pun seger dari tempat kamu duduk tadi. " Delia sedikit kaget karena memang Leon dari tadi hanya fokus dengan kerjaannya
"Aku pesennya pas kamu sama Icha lagi di ruang pribadi aku sayang." Jawabnya tapi tangan dan mata tetap fokus dengan lembaran-lembaran yang ada
"Owhh gitu ya udah. Kerjaan kamu belum selesai mas ?" Tanyaku di sela menyuapi Icha dengan puding strawberry
"Bentar lagi selesai sayang. " Jawabnya
Setelah itu mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sampai saatnya mereka pulang karena Leon masih akan mengantar Delia lebih dulu.
•
__ADS_1
•
•
Hari ini adalah hari Minggu dan kebetulan Delia tak ada kegiatan yang akan di lakukan, Jadi Delia memilih untuk bermalas-malasan di kamar dengan bergelung dalam selimutnya yang lembut.
"Giliran banyak kegiatan badan ku capek, Eh ini gak ada yang di kerjain malah bosen. Mana Icha sama Leon hari ini lagi berangkat lagi ke Bandung buat nemenin orang tua Leon ada acara keluarga. " Gumamku sambil menggerutu dalam hati
Awalnya Delia sudah di tawarkan untuk ikut Agar sekalian di kenalkan pada keluarga Leon di sana tapi Delia menolak secara halus karena memang kemarin dia merasa badannya kurang fit.
Tapi entah mengapa sekarang dia malah menyesal karena menolak ajakan mereka.
Drttt..Drt..Drtt...
Tiba-tiba suara dering telpon Delia berbunyi.
"Wa'alaikumsalam nak kamu ke rumah besar ya sekarang !" Ucap ibu sedikit tegas
"Eh kok dadakan emang ada apa sih "
"Gpp kamu dateng aja kesini sekarang semua orang udah nungguin kamu. "
"Ada apa sih Bu jangan nakut-nakutin adek dong."
__ADS_1
"Udah pokoknya datenga aja titik." Setelah itu telpon di matikan secara sepihak dari seberang
" Ini kenapa sih kok perasaan aku gak enak, lagian ibu mendadak banget. Abang yang lain juga gak ada ngabarin aku kalo mereka ke rumah besar semua. " Gumamku dalam hati
Karena merasa tak bisa menemukan jawaban dengan rasa penasarannya Delia pun bergegas turun dari ranjang bergegas masuk ke kamar mandi untuk bersiap.
Selama perjalanan menuju ke rumah orangtuanya pikiran Delia berkecamuk apalagi tiba-tiba pikiran negatif mempengaruhi pikirannya.
Saat telah sampai di rumah besar Delia pun segera memarkirkan mobilnya sembarangan dan langsung memasuki rumah.
"Assalamualaikum ibu, ayah, om Hans, Tante Hana, Abang dimana kalian. " Delia berseru sambi memanggil mereka satu persatu
"Wa'alaikumsalam non mereka semua lagi di teras belakang di gazebo yang dekat kolam ikan. " Jelas salah satu pelayan di rumah ini
"Ya udah makasih ya bik saya langsung ke belakang aja." Ucapku dan langsung bergegas ke belakang
Dari jauh aku melihat semua keluargaku termasuk beberapa orang yang sedikit asing bagiku.
"Ehh itu Delia nya udah dateng. " Ucap ibu yang melihat keberadaanku saat akan sampai di dekat mereka.
"Ini ada apa ayah, Ibu kenapa ramai sekali ada acara apa ?" Tanyaku saat sudah duduk di sebelah ibu
"Ohh ini acara PERJODOHAN... " Ucap ayah tapi Delia tiba-tiba menyela
__ADS_1
"Apa perjodohan, Kenapa aku baru tau saat ini. Aku gak mau tau pokoknya aku gak mau di jodohin aku udah punya Leon kalian gak bisa gini sama aku." Ucapku setelah itu meninggalkan mereka semua
🍁🍁🍁