Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Hari Bahagia


__ADS_3

Dan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Ryan dan Risa beserta keluarga akhirnya datang juga.


Tepat hari ini tinggal hitungan jam akan di selenggarakan pernikahan antara Ryan dan Risa di sebuah hotel berbintang milik keluarga Risa.


Dengan nuansa dekorasi warna hitam dipadukan dengan merah terlihat lebih memukau dan elegan.


Sedangkan saat ini Delia bersama Oliv dan Reyna yang di dapuk menjadi breismade untuk pengantin wanita sedangkan menemani sang calon mempelai yang tengah di rias,


Risa terlihat anggun Dengan balutan kebaya putih yang membalut tubuhnya.


"Kak Risa kok cantik banget sih, hidung udah mancung tambah maju aja tuh kayak perosotan anak TK. " Puji Oliv dengan sedikit candaan


"Iya bener kamu Liv kak Risa beneran cantik pantes aja bang Ryan kepincut nya cepet hihihi, padahal dia termasuk susah di dekati perempuan kayak bang Bryan." Ujar Delia menceritakan sedikit tentang Ryan


"Hooh bukan kayak bang Satria ya suka tebar pesona. " Timpal Reyna yang di balas tawa oleh mereka semua


"Kalian bisa aja sih dek, tapi makasih loh ya. " Jawab Risa pada mereka


Sedangkan di sisi calon mempelai pria yang sedang berkumpul bersama pada groomsmet yaitu Satria, Bryan, Aldo, Leon dan Reyhan tak kalah tengang.


Ryan sudah nampak gagah dengan balutan jas yang senada dengan kebaya yang di pakai Risa.


"Telinga ku panas ini siapa sih yang lagi gibahin. " Gerutu Satria


Mengalihkan atensi Ryan padanya yang saat itu terlihat gugup


"Kamu kenapa sih sat, " Celetuk Ryan memperhatikan Satria


"Gak tau bang kayaknya ada yang lagi gosipin aku. "


"Bang Satria kan Casanova wajarlah banyak yang gosipin ya gak Rey. " Ujar Aldo meminta dukungan


"Hem iya sih tapi percuma kalo tiap kondangan yang di bawa adeknya. "


"Gak bisa lagi dia bawa Delia kan pawang nya udah ada. " Cibir Ryan mengejek Satria


"Belum sah mereka mana bisa dia ngatur Delia. " Sungut Satria menggerutu memandang Leon


"Aku tau kok bang, walau udah nikah pun aku gak akan mengekang Delia nanti. " Jawab Leon dengan jumawa


"Makanya carilah yang serius kali ini bang. biar bisa cepat menyusul aku dan bang Ryan, " Ujar Reyhan dengan bijak


"Hem nanti biar bang Bryan dulu lah dia kan yang tua dari kita semua. " Ujar Satria dengan suara lirih di akhir kalimat


"Abang denger Satria, " Balas Bryan dengan mata melotot ke arah Satria sedang yang lain menahan tawa melihat Satria yang takut dengan Bryan.

__ADS_1


"Kamu gimana Ryan udah di hapalin ijab kabul nya ?" Tanya Bryan lagi dan fokus mereka kembali ke calon mempelai


"Insyaallah udah bang tapi gugup gak ilang ini. " Terlihat dari bulir keringat yang ada di kening Ryan


"Wajar kan ini pertama kali nya buat kamu untuk mengambil tanggung jawab menjaga Risa sepenuhnya dari orangtua nya. " Ucap Bryan dengan gamblang


"Iya bang_ " Belum selesai menjawab pintu ruangan pun terbuka masuk lah salah satu staff WO yang di sewa Ryan. memberitahu kan jika waktu ijab kabul akan di mulai.


"Mas Ryan sudah boleh keluar ya kita akan mulai acara nya. "


Setelah itu Ryan pun keluar bersama yang lain bertepatan dengan pintu ruangan sang calon mempelai perempuan juga terbuka.


Ryan sempat terpukau sesaat melihat Risa yang tampak cantik dengan balutan kebaya nya.


Mereka semua jalan beriringan menuju tempat yang telah dipersiapkan,


setelah sampai Ryan dan Risa sempat diberikan sedikit pesan dari sang penghulu sebelum mulai nya acara.


"Saya Terima Nikah dan Kawin nya Risa Larasati binti Gilang Pranata dengan mas kawin 12gram emas beserta apartemen dan seperangkat alat sholat dibayar tunai. " Dengan lantang suara Ryan terdengar jelas


"Bagaimana para saksi sah ?"


"SAH.. "


🍃🍃🍃


Saat ini sang pengantin telah berganti pakaian kedua dengan yang lebih simple Risa memakai gaun berwarna merah dengan mahkota yang tersemat di atas kepala nya.


Sedangkan Ryan memakai jas berwarna hitam dengan detail merah yang membuat sepasang pengantin itu memancarkan aura kebahagiaan,


"Abang selamat ya Delia ikut bahagia dengan pernikahan abang semoga kalian langgeng terus. " Ungkap Delia sambil memeluk erat


"Kak Risa jangan lupa ya kasih aku ponakan yang banyak dan lucu-lucu. " Ujar Delia juga memeluk istri abangnya tersebut


"Makasih dek. kamu juga buruan nyusul kita ya, " Pesan Risa


"Doain aja lah kak hehehe."


"Bang Ryan selamat ya. " Ujar Leon berserta Aldo dan Reyhan


"Dek Abang gak bisa kasih apa-apa cuma ini semoga kamu suka. dan ya pesan Abang jaga selalu istri kamu, " Ujar Bryan menepuk bahu Ryan sambil memberikan kotak kecil


"Wah apa tuh bang, kemarin waktu Reyhan sama Reyna mereka dapet tiket honeymoon. " Celetuk Oliv kepo


"Coba bang buka, "

__ADS_1


"Kamu aja sayang yang buka. " Ryan menyerahkan kotak itu pada Risa


Setelah terbuka terlihat isi nya sebuah kunci. " Ini kunci apa bang ?" Tanya Risa sambil mengangkat ke arah mereka


"Kunci rumah buat kalian kalo mau di tempati. "


"Wow thanks bang buat hadiah nya. " Ujar sang pengantin


"Ya udah kita turun dulu ya bang kasian tamu yang lain. nanti lanjut ngobrol lagi, " Ujar Leon mengajak yang lain untuk turun dan makan


Icha hari ini memang tak ikut bersama Leon dan Icha karena sedang di ajak orangtua Leon untuk berkunjung ke tempat nenek dari ayahnya.


Walau pertama kali Icha sempat bingung tapi dia sekarang mulai mengerti bahwa mempunyai dua nenek dan dua kakek.


"Mau makan apa sayang ?"


"Apa aja mas tapi jangan pakek nasi."


"Oke, tunggu disini sebentar biar mas ambilin."


Saat ini mereka tengah berkumpul menikmati makan di meja yang di khususkan untuk keluarga.


"Lia habis ini kamu sama Leon dong?" Celetuk Oliv di tengah makan mereka


"Hem entah liat aja lah aku gak bisa janji, "


"Yang penting harus siap lahir batin. " Ucap Reyna


"Kenapa gak kalian duluan Al ?" Celetuk Bryan yang dari tadi hanya menyimak perbincangan mereka


"Mau nya bang cuma kayak kata Reyna tadi semua butuh persiapan dan kesiapan lahir batin. " Tutur Aldo jumawa


"Ya kalo emang udah mau nikah kasih tau biar di siapin kado nya. " Ujar Bryan dengan smriknya


"Siap bang nanti Abang orang pertama yang di kabarin hehehe, " Celetuk Oliv cengengesan


"Ada mau nya aja nomor satu kamu Liv. "


"Rejeki di depan mata jangan di tolak, " Jawab nya tak mau kalah


"Udah semua nya lanjut makan." Tegas Bryan dan semua diam melanjutkan makannya


Setelah semua acara selesai mereka berpamitan pada sang pengantin untuk pulang ke rumah masing-masing karena sudah larut malam.


Sedangkan Bryan dan Satria sepulang dari tempat acar mereka juga bergegas pulang bersama yang lain, karena besok adalah hari Senin dimana banyak pekerjaan yang menunggu.

__ADS_1


__ADS_2