Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Kabar Duka


__ADS_3

Setelah ungkapan hati Leon pada delia malam itu mereka pun akhirnya berpacaran walau tak ada pernyataan secara langsung di antara mereka.tapi semua itu sudah terpancar dari tatapan mata mereka yang sedang berbunga-bunga.


Dan hari ini adalah hari mingu dimana mereka sudah berjanji pada icha akan mengajak jalan-jalan ke taman safari.


pagi-pagi sekali Leon dan Icha sudah bertandang ke rumah delia hanya untuk bisa memiliki waktu lebih lama lagi,dan di sini lah mereka saat ini sedang sarapan bersama di meja makan bersama bang satria.icha dan Leon


"mami Daddy Icha yang lain kemana...?"tanya Icha karena tidak menemukan keberadaan bang bryan dan bang Ryan


satria dan Leon pun hanya memperhatikan mereka sambil meneruskan sarapan nya.


"Daddy Ryan sama Bryan lagi kerja sayang." ujar Delia sambil menyuapi Icha


"ini kak weekend kenapa daddy masih kerja,kan papi sama daddy Leon aja libur.!" ujar nya sambil mengunyah makanan dan itu terlihat lucu karena penuh di pipinya


"habisin dulu nak makanan nya baru bertanya.! nanti kalo kamu sampai tersedak bagaimana...?" ucap Leon


"iya papi maafin Icha." ujar nya sambil menautkan jari jika sudah takut


"udah Icha nya makan lagi aja jangan dengeri papi Leon." kata bang satria


setelah selesai sarapan kami pun berkumpul di ruang keluarga,karena masih terlalu pagi jika ingin ke taman safari.


bang satria dan Leon sibuk membicarakan soal bisnis mereka, sedangkan aku mengajak icha untuk menonton kartun kucing berwarna biru yang selalu makan dorayaki tersebut.

__ADS_1


Icha yang setiap hari nya tak lelah selalu menempel pada delia dan terkadang membuat Leon cemburu karena merasa di abaikan.


"mami kapan bisa tidur lagi sama Delia...?kenapa mami gak bisa pulang sama Icha dan papi...? kenapa gak kayak temen Icha di sekolah mama papa nya tidur bareng...?" ujar icha memberikan pertanyaan beruntun padaku


"astaga nak kenapa kamu bawel banget sih,mami harus jawab yang mana dulu...?" jawab ku pura-pura berpikir


"semuanya mami jawab dong." ujar nya sambil memberikan puppy eyes nya


karena tak tahan aku pun memberikan ciuman bertubi pada Icha dan itu membuatnya tertawa. "oke mami jawab kenapa mami gak bisa pulang bareng Delia dan tidur sama papi itu karena mami belum menikah sama papi,jadi gak boleh tidur satu kamar kecuali sama Icha baru boleh."


"makanya Icha suruh papi nikahin mami biar nanti mami delia bisa di baw pulang." ujar bang satria ikut menjawab pertanyaan icha


"owhh jadi papi harus nikahin mami dulu,ya udah mami nikah sama papi aja sekarang." ujar icha sambil memandang ku dan Leon


setelah cukup lama mengobrol kami pun pamit pada bang satria untuk mengajak icha pergi ke taman safari, sesampainya di sana icha langsung menarik ku berlari ke sana kemari untuk melihat hewan-hewan yang ada di sana.


dan Leon hanya mengikuti kami dari belakang,setelah lelah berkeliling kami mengajak icha untuk beristirahat terlebih dulu dan mengajak nya makan.


setelah itu kami pun melanjutkan lagi berkeliling dan melihat burung merak dan yang lain nya.karena hari sudah menjelang sore kami pun memutuskan untuk pulang karena Icha sudah lelah.


saat mobil Leon baru keluar dari area taman safari tiba-tiba handphone ku berbunyi nyaring dan tertera nama bang satria disana.


"mas tolong ambilin handphone aku dong." ujar ku karena Icha yang ada di gendongan ku membuat ku susah untuk menggapai tas

__ADS_1


setelah Leon menepikan mobil barulah ia mengangkat telepon Delia. "hallo bang...iya ada apa kami udah mau pulang kok." jawab Leon


"apa bang innalilahi...oke bang biar kami langsung ke sana aja."


"ada apa sih mas...jangan buat aku takut." ujar ku yang tiba-tiba merasakan rasa sesak di hati


"janji ya jangan syok,kamu boleh menang8tapi jangan meratap." ujar leon


"Oma dan opa kamu meninggal sayang,dan sekarang bang satria udah berangkat ke sana jadi kita akan menyusul." ucap Leon lagi sambil berusaha menenangkan ku


"ya Allah...oma sama opa kenapa pergi secepat ini meninggalkan delia,,,ayo mas kita sekarang kesana." ucap ku dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi,memang sudah berapa Minggu ini orang tua ayah drop karena memang umur mereka yang sudah sepuh tapi yang membuatku merasa bersalah karena aku sudah lama tak melihat mereka lagi.


Sesampainya di rumah besar di sana sudah banyak keluarga yang berkumpul...bang Bryan dan Ryan pun sudah ada di sana begitu juga bang satria,aku pun segera bergegas turun dari mobil dan memberikan Icha pada mas Leon.


tanpa berkata lagi Delia pun langsung memeluk ibu nya dengan erat menumpahkan segala isi hatinya dengan tangisan yang begitu pilu.ayah nya masih sibuk mengurus keperluan untuk pemakaman hari ini juga.


setelah dirasa sudah lebih tenang,Delia pun menghampiri oma opa untuk melihat mereka terakhir kalinya dan mendoakan mereka di temani Leon sedangkan Icha di titipkan pada salah satu pekerja di rumah besar.


Dan hari itu pun keluarga Delia berkabung dengan kepergian nenek kakek nya,tapi hidup tak mungkin terus berlarut karena yang hidup pasti akan mati.


sedangkan Leon tak pernah jauh dari sisi delia,ia selalu menemani nya.sedangkan Icha sudah di ajak pulang oleh orang tua Leon setelah mereka pulang dari pemakaman orang tua ayah Delia.


🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2