Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Memberi Kesempatan


__ADS_3

Setelah kemarin mereka membicarakan masalah pada hubungan mereka, sesuai janji Leon siang ini sehabis dari kantor Leon bergegas untuk menjemput Delia di apartemen.


Kemarin setelah menyusul Delia keluar dari kamar, Leon langsung di introgasi oleh Satria dan Ryan dengan berbagai macam pertanyaan dan ancaman untuknya.


Sedangkan Bryan hanya diam menyimak karena jika di perhatikan dari raut wajah Delia dan Leon, Bryan bisa mengambil kesimpulan jika masalah mereka mulai membaik.


Walaupun Bryan tak akan mudah percaya begitu saja dengan Leon tapi setidaknya selagi itu untuk kebaikan Delia dia akan mendukung.


Saat mobil Leon sudah terparkir di basemen apartemen, dia pun segera bergegas menuju ke lantai paling atas yang di huni Delia,


Ting !!


Saat Leon sedang berjalan ke arah unit apartemen Delia dia berpapasan dengan Satria dan Ryan.


"Ehh abang, satria kalian mau kemana ?" Tanyanya


"Kita berdua ada kerjaan, kamu katanya mau ajak Delia keluar ya ?" Ryan memandang penuh selidik


"Emm iya bang aku izin bawa Delia keluar sebentar. "


"Mau kemana emangnya ?" Tanya Satria masih dengan sinisnya


"Delia minta ketemu sama mantan istri aku bang." Sambil menunduk Leon berucap


"Owh ya udah sana buruan jangan macem-macem kamu. Delia pulang harus utuh, " Pesan Ryan


"Lah emang mau kemana si Lia kalo pulang gak utuh bang, cuma mau di bawa ketemu mantan istri ini bukan di ajak perang. " Jawab Satria nyeleneh sedangkan Leon menahan tawanya


"Siapa yang nyuruh kamu ngelawak sih satt udah buruan nanti telat kita."


Ryan pun menarik kerah baju Satria menggeretnya masuk ke dalam lift meniggalkan Leon yang cekikikan mendengar protes yang di layangkan satria pada Ryan.


Sambil melanjutkan langkahnya Leon bergumam. " Bodohnya aku nyakitin kamu selama ini sayang, wajar kalo semua abangmu marah aku emang brengsek. " Sesampai di depan pintu Leon segera memencet bel


CEKLEK!!


"Masuk Leon, " Rupanya yang membuka pintu adalah Bryan. tatapan mata yang tajam itu membuat Leon segan dan takut padanya nya tapi itulah Bryan dia hanya akan manis jika di hadapan Delia dan mamanya

__ADS_1


"Delia mana bang ?" Saat sudah duduk di sofa ruang tamu


"Sebentar kamu tunggu dulu saya panggil Delia. " Ucap Bryan menaiki tangga menuju kamar Delia


TOK... TOK... TOK...


"Sayang itu Leon nunggu di bawah dek. " Seru Bryan dengan suara sedikit keras, terbukti sampai Leon pun bisa mendengar panggilan sayang itu. yang mana membuatnya gelisah


"Iya bang aku nanti turun. " Balas Delia dari dalam


Saat ini Delia tengah bersiap dengan dress selututnya dengan rambut yang sengaja di gerai hanya di pasang jepit berbentuk bintang.


Tak lupa memoles sedikit wajahnya, setelah dirasa cukup Delia segera memakai heels dan membawa tas keluar kamar.


"Jaga baik-baik Delia saya tau dia minta di pertemukan dengan mantan istri kamu kan ?"


"Iya bang. "


"Saya kasih kamu kesempatan terakhir buat perbaiki hubungan kalian, kalo kamu nyakitin Delia lagi inget kata-kata saya yang di bar waktu itu. " Pesan telak terlontar dari bibir Bryan


"Iya bang terimakasih atas kesempatan nya aku janji akan berusaha jadi yang terbaik buat Delia. " Ucap Leon tapi matanya memandang Delia yang tengah menuruni tangga


"Gpp havefun ya abang selalu sayang kamu. " Pesan Bryan tak lupa mencium pipi dan kening Delia di depan Leon langsung


"Abang kalo makan nanti pesen aja oke, jangan sampe gak makan atau keluar sana cari calon bini. " ejekku padanya


"Abang mau tunggu kamu aja, udah sana pergi. " Usir Bryan tapi matanya melirik ke Leon dengan smriknya


🍃🍃🍃


Perjalanan menuju ke rumah yang di tempati oleh mantan istri Leon memakan waktu sekitar satu jam setengah cukup jauh jika dari apartemen Delia,


Tapi jika dari mansion Leon ke tempat Rena hanya butuh waktu setengah jam perjalanan.


Dari awal memasuki mobil Delia tak ada sedikit pun membuka suara, sedangkan Leon melihat hal itu merasa bersalah karena kebodohanya membuat Lia menjadi pendiam.


"Sayang, kamu masih marah sama mas ?"

__ADS_1


"Gak... "


"Kalo enggak kenapa dari tadi diem, mana Lia yang mas kenal !"


"Coba tanya diri kamu sendiri kemana sosok itu, " Dengan sinis


Leon pun menepikan mobil ke pinggir. "Maaf please maafin aku, aku bodoh selama ini tapi mas mohon jangan diem gini. " Sambil menggenggam sebelah tangan Delia agar saling bertaut


"Kenapa gak dari waktu itu ? Kenapa baru sekarang ? Disaat aku terlanjur kecewa! walau mungkin ini sepele yang namanya hubungan harus ada kejujuran." Dengan suara datar tanpa memandang Leon


"Aku tau aku salah please kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. cuma kamu yang aku cinta sayang, cuma kamu yang mas mau jadikan ratu di istana kita nanti." Leon teramat takut jika Delia meninggalkan nya entah dengan cara apalagi, apakah harus menyerah karena kebodohannya.


Sedangkan Delia mendengar kata-kata Leon sedikit tersentuh. dalam hal ini memang masalah mereka sepele tapi yang membuat Delia kecewa kenapa Leon tak mau jujur, memang apa salah dari status duda nya ?


Justru Duda itu lebih menantang, apalagi dengan status duda perjaka 🙈


Delia berusaha meredam emosi agar bisa berdamai dengan keadaan, karena bagaimana pun mereka saling mencintai. jadi tak salah memberikan kesempatan kedua untuk Leon.


"Oke ini yang terakhir aku gak mau lagi ada hal yang di tutupi, kita berdua udah dewasa yang namanya kepercayaan itu adalah hal penting dalam hubungan jadi aku mohon untuk saling terbuka, walau hal terpahit dan sakit sekali pun kita harus saling terbuka. " Jelasku panjang lebar sambil menghadap menyamping ke arahnya langsung


Mendengar hal itu Leon pun segera memeluk erat tubuh kekasih hatinya, menghujani wajah manis itu dengan kecupan sayang mulai dari kening, mata, pipi dan berakhir di bibir manis yang sudah menjadi candunya.


"Eunghhh, mas.. " Lenguhan Delia pun terdengar di sela cumbuan mereka, tak ingin terjadi hal lebih Leon pun menghentikan aksinya.


"Maaf sayang mas kelepasan, hampir aja. " Ujar Leon lirih


"Iya gpp tapi lain kali jangan lagi, " Ucapku sambil mengalihkan tatapan akibat malu


"Heheh gak janji kalo itu, jadi gak sabar mau halalin kamu. " Celetuk Leon mengecup mesra tanganku


"Tinggal ajuin aja buat dapet merk halal." jawabku nyeleneh


"Emang kamu mau di samakan dengan makanan Hem, " Sambil mengacak rambutku


"Ya kan emang nanti kalo udah nikah kerjaan aku jadi makanan kamu. " Cibirku sambil membenarkan posisi duduk


"Udah berani ya kamu sayang, tunggu aja gak lama lagi kita bakalan tinggal serumah. " Ucap Leon dengan smriknya

__ADS_1


"Udah buruan jalanin mobilnya ke tujuan awal, nanti aja kalo mau bahas hal gitu bukan waktunya. " Omelku mengalihkan pembicaraan


__ADS_2