Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Memperjelas Masalah 2


__ADS_3

"Sebaiknya kita memilih tempat yang lebih privasi dari sini. " Tegas Bryan


"Maksud abang bagaimana ?" Dengan linglung Leon bertanya


Sedangkan Max yang dari tadi berdiri di sisi tuan nya membuka suara.


"Tuan ruangan nya sudah di siapkan lebih baik kita segera kesana. " Ujarnya sambil melirik jam tangan sekilas


"Hemmm , "


Sesaat mereka sampai tadi memang Bryan sudah memerintahkan Max untuk memesan ruangan private yang ada di bar tersebut.


Mereka pun menuju lantai dua dimana ruangan itu berada, sedangkan Leon yang masih bingung hanya mengekor saja di belakang Bryan.


Walau masih bertanya-tanya akan membicarakan apa Bryan dengan nya.


Sesampai nya di depan ruangan yang di maksud mereka pun segera masuk ke dalam sedangkan Max menunggu di luar untuk berjaga.


"Silahkan duduk Leon. " Terdengar dengan tegas Bryan berkata


"Bang sebenernya ada apa ?" Tanya Leon saat sudah duduk berhadapan dengan Bryan


"Sekarang saya tanya dengan kamu, apa status kamu sebenarnya dan saya minta kamu jujur Leon. " melihat dengan intimidasi


Walau pun kaget dengan pertanyaan Bryan , Leon berusaha dengan tenang menanggapi nya. mungkin memang waktunya dia untuk jujur karena tak mungkin hal seperti ini terus di tutupi.


"Maaf bang aku gak maksud buat bohong sama Delia, tapi aku cuma takut dia gak mau dengan aku karena status ku yang duda." Dengan sedikit tertunduk Leon menjelaskan


"Tapi aku berani jamin kalau chacha memang anak adikku yang sudah meninggal akibat kecelakaan dengan suaminya. sebenarnya juga aku menikah karena ada sangkut pautnya dengan kecelakaan adikku, tapi terlalu lama jika harus di jelaskan. " Saat menjelaskan tentang status Icha Leon berkata dengan tegas sambil melihat mata Bryan langsung tak ada kebohongan lagi di sana.


"Tak perlu kamu jelaskan saya juga sebenarnya sudah tau dengan semua masa lalu kamu termasuk soal mantan istri kamu yang sampai saat ini kalian masih berhubungan baik, " Jawab Bryan dengan memandang sinis Leon sebenarnya dia muak dan sudah ingin sekali memukul wajah tersebut

__ADS_1


"Dan yang paling penting saya kecewa dengan keluarga kamu yang menutupi semua ini. kalau memang kamu mau serius dengan Delia kenapa tidak terus terang saja, toh apa selama ini Delia suka membedakan orang atau berlaku jahat. Kamu juga harus tau Leon kalau saat ini Delia sudah tau semua nya tentang mu dan apa yang kamu perbuat padanya. "


BUGH !!


"Kurang baik apa Delia selama ini denganmu haa, " Geram Bryan setelah menonjok wajah Leon


"Maaf bang maafin aku, sungguh gak ada maksud menyakiti Delia aku sayang dan cinta dengannya bang. " Dengan lirih Leon berkata setelah menyeka darah di ujung bibirnya akibat pukulan Bryan


"Kalau memang kamu sayang dan cinta dengannya kenapa harus berbohong dan menyakiti nya sampai saat ini. akibat ulah kamu sudah berapa hari ini Delia selalu murung, " Ucap Bryan dengan marah dengan terus mencecar nya


"Kalau tau Delia cuma akan sakit hati dengan kamu lebih baik dari awal saya gak akan setuju dengan hubungan kalian, Delia itu hal paling berharga di keluarga kami tapi apa yang kamu dan keluargamu lakukan, Haah.. sudahlah saya hanya akan menyampaikan ini satu kali, besok siang kamu saya tunggu di alamat ini untuk menjelaskan pada Delia semua nya." Ujar Bryan lagi dengan acuh sambil melempar secarik kertas yang berisikan alamat apartemen mereka


Awalnya Bryan berpikir untuk mempertemukan mereka di diluar tapi jika di pikir lagi lebih baik di apartemen. Karena jika Delia tak Ingin mendengar penjelasan Leon dia bisa langsung melarikan diri masuk ke kamarnya.


"Terimakasih bang baik besok saya akan ke alamat ini untuk menjelaskan semuanya dan maaf jika selama ini mengecewakan kalian. " Dengan tertunduk Leon mengambil secarik kertas tersebut dan menyimpan dalam kantung jasnya.


"Kita lihat aja besok apa yang akan di lakukan Delia setelah kamu menjelaskan semuanya, berharap aja semoga dia masih bisa memaafkan mu, " Kata Bryan sambil berdiri dari duduk dan merapikan jasnya untuk keluar dari ruangan tersebut


Sesaat di depan pintu Bryan menghentikan langkahnya tanpa membalik badan dia berkata.


Setelah itu Bryan keluar dan meninggalkan Leon yang masih mematung mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bryan tadi.


Leon yakin dia tak mungkin salah mendengar jelas jika maksud dari ucapan Bryan jika dia mencintai adiknya sendiri.


Tapi yang jadi pertanyaan Leon apakah Delia tau ? atau keluarga nya tau hal ini ? atau ini hanya gertakan Bryan.


🍃🍃🍃


Sedangkan keadaan di apartemen saat ini Delia terbangun di tengah malam karena kehausan.


Delia pun menuruni tangga menuju dapur dengan sedikit mengantuk dengan membawa badan dengan sempoyongan.

__ADS_1


Karena hal itu pun Delia hampir tersandung saat akan menuruni tangga yang terakhir.


"Aakhhh,,, fix sakit nih badan jatoh." Gumamku reflek memejamkan mata saat akan terjerembab ke lantai yang dingin itu.


Tapi yang terasa aneh kenapa aku tak merasakan sakit, seolah saat ini sedang di peluk.


Dengan perlahan membuka mata aku melihat sebuah tangan melingkar di pinggangku.


"Sampai kapan mau begini Hem, abang pegel tau sayang." Keluh Bryan karena menopang tubuh Delia yang hampir jatuh ke lantai


Untungnya bertepatan saat Bryan memasuki apartemen dia melihat Delia yang sedang menuruni tangga dengan badan yang sempoyongan.


"Ehh hehehe maaf bang aku kira udah jatoh ini di cium lantai yang kinclong, " Gurauku sambil menggaruk kepala cengengesan


"Kamu kenapa turun dari kamar ini udah jam 2 malem loh sayang. " Ujar bang Bryan sambil melirik jam di tangannya


"Lia haus bang air yang di kamar habis makanya mau turun, tapi karena bawaan ngantuk hampir aja jatoh untung abang tepat waktu Nangkep Lia. " Aku menjelaskan kronologi nya


"Ehh tapi abang dari mana ini, kok rapi bener pakaiannya kan udah tengah malem ?" Tanyaku sambil memicingkan mata curiga


"Jangan mikir aneh abang tadi keluar karena ada perlu sama Max, masih inget kan kamu. terus jangan liat abang gitu yang ada bukan serem Abang jadi gemes, " Ujar Bryan sambil mengecup bibir Delia walau hanya sekilas.


Bryan juga sengaja berbohong agar besok saat Leon datang ke sini Delia tidak kabur atau mengurung diri di kamar.


"Ihh abang kenapa kecup bibir Lia, kan jadi malu aku bukan anak kecil lagi loh. " Dengan reflek memukul bahu bang Bryan sambil menyembunyikan wajah dalam dekapan dada Bryan


"Kan abang gemes sayang. udah sana minum dulu habis itu masuk kamar tidur lagi, " Kilah bang Bryan


Delia pun menuruti perkataan Bryan setelah mengantar Lia sampai dengan tangga untuk memastikan nya masuk kamar,


Bryan pun bergegas masuk ke kamarnya untuk istirahat setelah membersihkan badannya.

__ADS_1


"Kamu selalu jadi peri kecil bagi abang dek gak akan berubah, cukup abang yang tahu ini semua little angelku. " Gumam Bryan sesaat kemudian mereka semua hanyut dalam tidur masing-masing.


🍃🍃🍃


__ADS_2