Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Menginap


__ADS_3

Saat ini keluargaku sedang menikmati kue yang kami buat tadi. Icha terlihat sangat lahap saat memakannya seolah tak pernah habis mengunyah sampai kedua pipinya terlihat mengembung.


Sedangkan Om Hans dan istrinya sudah pergi karena ada acara dari keluarga istrinya.


Dengan telaten Chris pun menyuapkan kue pada Icha. " Pelan-pelan aja sayang masih banyak kok. " Tegurku padanya


"Icha suka ya kuenya nanti nenek buatin lagi khusus untuk Icha sama pudingnya juga oke. " Janji ibu pada Icha yang di balas acungan jempol


"Gemes nya liat cucu kakek hidung nya sampe ilang itu, Icha malem ini mau gak tidur di rumah kakek...?" Tanya ayah sambil memperhatikan Icha


Sebelum menjawab Icha lebih dulu menghabiskan makanan yang masih di dalam mulutnya. " Icha maaf bobok sini tapi nanti gak di bolehin papi, " Ujarnya sambil menyatukan jari melirik ke arah Leon


"Kalo gak di bolehin sama papimu biar nanti Daddy yang marahin. " Kata bang Bryan yang duduk bersebrangan dengan Icha


"Boleh kok sayang tapi nanti papi harus pulang Icha gpp sama mami dan daddy aja ya nanti jangan nakal." Pesan Leon yang di angguki oleh Icha


"Kenapa kamu gak sekalian tidur disini Leo, Kan bisa berangkat kerja dari sini atau kejauhan !" Ucap ayah


"Aku harus ke kantor sebentar lagi om soalnya banyak berkas yang harus aku cek karena kemarin bolos, " Jawab Leon cekikikan

__ADS_1


"Lagian baru mau di tinggal dua hari aja udah di susulin aja. " Cibir bang satria mengejek


"Gpp lah namanya lagi anget-angetnya " Kata ibu


Akhirnya Leon pun pamit karena harus berangkat ke kantor untuk lembur, Yang di antar oleh Chris karena Icha sudah asik bermain dengan para abangnya.


Setelah mobil Leon tak terlihat aku pun memutuskan masuk ke dalam rumah dan mencari Icha.


"Loh yang lain pada kemana yah ?" Tanyaku saat tak menemukan yang lain hanya ada ayah yang sedang duduk membaca koran di ruang tengah tadi.


"Ibu kamu ke kamar karena nanti sore mau arisan, Kalo Icha sama para abangmu mereka di lantai dua entah di kamar yang mana. " Jelas ayah seadanya dan kembali fokus membaca koran





"Kemana ya mereka apa di kamar ku, kalo di ruangan yang tadi gak ada gak mungkin kan di ruang fitnes. atau mereka di kamar ku ya ?" Gumamku lirih sambil berpikir

__ADS_1


Delia pun bergegas membuka pintu kamar yang terletak di ujung lorong lantai dua,


CEKLEK !!!


"Ehh beneran kalian ada di sini, tapi mana bang Bryan ?" Saat ini aku sedang mendekat ke arah ranjang yang sedang di tiduri Icha bersama kedua abangku yang lagi menggelitiknya


"Hahahah udah Daddy Icha nyerah, Hihihi geli Daddy ampun stopppp. " Celoteh Icha


"Mami tolongin Icha gak tahan wkwk " Jeritnya mengadu pada Delia


"Udah bang kasian anak ku, liat itu sampe berair matanya. " Langsung mengambil alih Icha dalam gendonganku


"Abis gemesin dia. bang Bryan lagi di ruang fitnes dia abang juga mau nyusul kesana lah mau olahraga sebentar. " Seru bang Satria dan diikuti bang Ryan di belakangnya


"Eh iya kita malem ini aja beli mainannya ya besok abang harus keluar kota soalnya. " Saat bang Ryan berbalik lagi ke arah kami


"Oke bang nanti panggil aja, "


"Tuh Icha denger kan Daddy Ryan bilang apa, Jadi sekarang kita mandi dulu biar siap-siap. "

__ADS_1


Setelah itu Chris pun bergegas mengajak Icha mandi.


🍁🍁🍁


__ADS_2