
Pagi ini Delia bangun lebih awal dari biasanya karena harus mempersiapkan Icha terlebih dulu karena harus sekolah.
Setelah semua siap Delia mengajak Icha untuk turun sarapan terlebih dulu, hari ini Delia memilih untuk tak membawa mobilnya karena akan berangkat bersama Bryan.
Sedangkan Satria sudah berangkat lebih pagi untuk ke kantor karena akan ada rapat bulanan.
"Abang gpp nih aku sama Icha nebeng ke sekolah?" Tanyaku saat kami sedang menikmati sarapan
"Iya gpp lagian ada sekretaris Abang yang bisa beresin pekerjaan kantor, Kamu lebih penting dek. " Jawabnya setelah meneguk habis kopi hitam
"Asik Icha di anter sama Daddy, Pulang sekolah kita jalan-jalan ya dad. " Ucapnya setelah menyelesaikan makannya
"Sayang lain kali aja ya Daddy Bry kan harus kerja." Ucapku memberikan Icha pengertian agar pagi ini tak mendengar rengekannya
"Nanti ya sayang biar Daddy liat jadwal dulu. Sekarang kita berangkat nanti mami sama Icha bisa telat ke sekolah." Kata bang Bryan sambil menggendong Icha membawanya keluar dari rumah
"Bik kami pamit pergi ya jaga rumah baik-baik. " Pesanku pada mbok sum sebelum menyusul mereka keluar rumah
"Siap mbak, Nanti siang mau masak apa gak ?" Jawabnya
"Masak seperlunya aja kayak biasa ya mbok aku pergi dulu."
Delia pun menyusul mereka masuk ke mobil. Setelah itu mobil pun meninggalkan pekarangan rumah menuju sekolah Icha dimana tempat itu milik Delia sendiri.
Sesampainya di sekolah Delia dan Icha bergegas turun setelah berpamitan pada Bryan.
Karena mendapat telpon dari max orang kepercayaan Bryan memutuskan untuk ke perusahaan terlebih dulu sebelum nanti menjemput mereka kembali.
__ADS_1
•
•
Setelah mengantar Icha ke kelasnya Delia kembali masuk ke ruangannya untuk mengerjakan sesuatu.
Selesai dengan perkejaan Delia merasa bosan jadi memilih untuk mencoba menghubungi Leon.
"Ini udah hari ke 4 Leon di luar negeri tapi selama itu baru berapa kali dia hubungin aku, Kenapa aku merasa Leon jadi tiba-tiba berubah ?" Gumamku lirih
Delia pun mencoba mengirim pesan pada Leon saat ini walau di sana sudah malam,
Delia 💌
"Hay mas gimana kabarnya kamu ?"
TRINGG !!
Leon 💌
"Baik, Maaf aku berapa hari ini sibuk."
Delia 💌
"Gpp kok mas aku ngerti, kamu jaga kesehatan ya disana. Aku kangen boleh telpon sebentar ?"
Tak lama setelah itu telpon dari Leon pun masuk, Aku pun bergegas mengangkat nya karena rasa rindu yang sudah melambung.
__ADS_1
"Halo mas kamu lagi apa ?"
"Gak ada aku baru sampe apartemen aja."
"Udah makan belum, Jangan telat makan ya mas nanti kamu sakit."
"Hemm iya Icha mana disana pagi kan."
"Icha lagi sekolah, aku juga lagi di ruanganku."
"Baguslah aku titip Icha ya 2hari lagi aku baru bisa pulang kalo kerjaan disini udah kelar semua."
"Iya mas gpp, Mas Aku mau,,, "
Belum selesai Delia menyelesaikan perkataannya tiba-tiba mendengar suara wanita dari seberang telpon yang masih tersambung dengan Leon.
"Leon ayo makan aku baru selesai masak. kamu udah mandi kan !" Teriaknya terdengar jelas di telinga Delia
Mendengar suara yang asing membuat tubuh Delia sedikit mematung pikiran negatif yang selama ini terarah pada seorang Leon semakin kuat.
"Delia sudah dulu ya aku ada kerjaan."
TUTTTTT !!
Leon dengan sengaja mematikan telpon secara sepihak tanpa menjelaskan pada Delia.
"Suara siapa itu mas, kenapa kamu masih menyimpan rahasia dari ku jika ingin melangkah ke masa depan kita." Lirihku dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata
__ADS_1
🍁🍁🍁