Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
BAB 21 Kedatangan Keluarga Besar


__ADS_3

Sesampai di gerbang aku memencet klakson agar di bukakan pagar,di saat pagar terbuka terlihat dua mobil yang tidak asing terparkir di halaman.


Sesampainya di halaman aku langsung memarkirkan mobil dan keluar. "pak ada tamu ya...?" tanya ku setelah sampai di dekat nya


"iya mba ada keluarga dari rumah besar yang dateng." jawab pak narto sambil menerima kunci mobil yang kuberikan


"owhh bapak udah makan siang,,,kalo gitu saya masuk dulu ya." ucap ku


"alhamdulilah udah mba makan bareng bik sumi tadi, silahkan mba." ucap pak narto sambil tersenyum


Sesampainya di dalam aku langsung masuk dan mendapati semua orang sedang berkumpul di sana,ada om hans beserta istri dan abang sepupu ku termasuk kakek nenek.


Tak ketinggalan juga bang satria ibu dan ayah,entahapa yang sedang mereka bicarakan seperti sesuatu yang serius.


"assalamualaikum delia pulang." ucap ku sambil menghampiri mereka semua


"wa'alaikumsalam..."


"kamu udah dek,sini duduk sebelah abang." ucap bang bryan


"ini lagi bahas apa kayanya serius banget." ucap ku


"owhh emang lagi ada yang di bahas nanti kamu juga tau,kamu ganti baju dulu sana abis itu langsung turun." ucap ibu yang memandang serius


"ya udah aku ke atas sebentar ya."


Setelah itu aku meninggalkan semua nya menuju kamar agar segera mandi dan berganti baju.sesampainya di kamar aku langsung melepaskan semua pakaian berganti dengan jubah mandi.


Saat akan memasuki kamar mandi handphone ku berbunyi. "hallo ada apa Liv tumben nelpon...?" ucap ku sambil duduk di pinggir kasur


"sorry aku ganggu cuma mau kabarin si reyhan masuk rumah sakit." ucap oliv

__ADS_1


"astaga kenapa baru ngabarin sekarang,reyhan sakit apaan..?"


"aku aja baru di kabarin reyna...biasa mau minta adek lagi dia kayanya kwkwk jatoh dari motor."


"ishh sahabat kecelakaan loh masih bisa ketawa,gimana bisa jatoh dari motor mata nya meleng kemana itu anak...?"


"entah lah yang pasti jatoh sendiri karena kurang konsentrasi,gak parah kok cuma lecet-lecet doang untung muka nya gak kena,tapi dia harus berapa hari di rawat karena kaki nya di gift kata reyna karena ada yang bergeser...mana di rawat di luar kota itu anak."


"lah bukan di sini dong,kalo mau jenguk hari ini gak bisa aku lagi ada pertemuan keluarga."


"bukan dia kan lagi tugas di luar kota kalo reyna udah nyusul ke sana,aku juga gak bisa lah kalo dadakan.gimana kalo besok aja kita ke sana bareng sama aldo...?"


"ya udah besok aja kalo gitu nanti aku kabarin lagi ya,aku mau mandi dulu udah di tungguin di bawah.bahaya kalo Kanjeng mami ngomel hehe."


"ya udah bye Lia..."ucap Oliv sambung telepon pun mati


Setelah itu aku langsung meletakkan kembali handphone di nakas dan bergegas mandi.setelah selesai langsung berganti baju tidur dan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga.


"ya ampun ibu doa nya gitu banget,aku tadi dapet telpon dari oliv ngabarin reyhan masuk rumah sakit karena kecelakaan." cecarku sambil mencebik


"ya ampun sekarang gimana keadaan temen mu itu...?"tanya ayah sambil melihatku


"gpp dia cuma lecet-lecet aja terus kaki nya dik gift karena ke geser,besok aku izin ya ke luar kota buat jenguk dia sama yang lain...?" ucap ku sambil mengutarakan niat ku


"ya udah gpp nanti di temenin sama salah satu abang mu aja." ucap ayah


"owhh ya nenek kakek sama yang lain ke sini ada apa...?" tanya ku sambil memandang mereka


"emang kami gak boleh ke sini." ucap om hans yang memandang ku sambil tersenyum


"boleh kok cuma aneh aja tumben gitu,owhh iya tadi mau ngomong apa...?" tanya ku mengalihkan perhatian ke ibu

__ADS_1


"ini ibu sama ayah udah mutusin buat pindah ke rumah besar buat nemenin nenek sama kakek karena kasian kalo cuma tante hana yang urus nenek." ucap ibu sambil memperhatikan perubahan ku


"terus aku sama abang gimana...?"


"kalian tetep tinggal di rumah ini karena yayasan sama toko kue kamu gak terlalu jauh dari rumah,nanti juga abang kamu yang lain ikutan tinggal di sini gantiin ibu sama ayah buat jaga kamu." ucap ayah membantu ibu menjelaskan padaku


"bener lagian kamar di rumah ini masih ada 3 lagi yang kosong di bawah ada dua dan satu di atas deket kamar kamu.nanti terserah mereka mau nempatin yang mana.nanti juga sesekali ibu sama ayah balik ke sini atau kalian yang ke sana." ucap ibu lagi sambil berpindah duduk di sebelah ku


"kalian udah pada gede jadi ibu gak khawatir tinggalin kalian karena ibu sama ayah percaya sama kalian,kalian harus saling jaga dan ingetin ya apalagi kamu suka bandel." ucap ibu sambil memeluk erat tubuh ku dan menciumiku


"udah ibu geli iya-iya aku gak bandel nanti aku nurut sama abang semua...ibu sama ayah juga sehat-sehat selama di sana jangan kecapean juga."ucap ku sambil mencium lama ibu


Sedangkan yang lain hanya menyimak pembicaraan ku dengan ayah dan ibu karena tak ingin mengganggu waktu kami.


"jadi kapan pindah ke sana...?" tanya bang satria


"malem ini ayah ibu akan berangkat ke rumah besar bareng om hans dan yang lain sedangkan kedua abang mu langsung tinggal di sini malem ini." ucap ayah


"kok cepet banget kenapa gak besok aja...!" ucap ku karena terkejut dengan keputusan ini


"ya gpp sama aja kan mau besok atau sekrang toh gak ada yang mau di bawa semua nya udah ada di rumah besar." jawab ibu sambil tersenyum tengil


"ya udah deh gpp toh juga aku besok bakal berangkat ke luar kota sama yang lain jenguk reyhan." ucap ku sambi bersandar di pelukan ibu


"nanti kamu jangan sendirian ya minta temenin abang." ucap ayah


Setelah itu mengalir lah pembicaraan yang lain tak lama setelah itu karena takut hari kian larut ayah ibu beserta om hans dan yang lain berpamitan pulang ke rumah besar.


Walau pun awal nya aku enggan melepaskan pelukan ibu dan ayah,tapi mereka berpesan agar aku harus belajar dewasa dan mandiri setelah ini.jadi dengan begini mereka nanti tak takut lagi sewaktu-waktu ada laki-laki yang akan mempersunting ku.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2