Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Dinner Romantis


__ADS_3

Saat ini Delia tengah bersiap di dalam kamar setelah selesai mandi, bergegas memilih baju yang akan di pakai keluar untuk makan malam bersama Leon.


Pilihan jatuh ke dress polos warna hitam dan cardigan putih dengan motif sulaman, tak lupa memakai sneaker putih.


Selesai memakai pakaian Delia pun mendudukkan diri di depan meja rias untuk memoles wajah dengan sedikit bedak tipis tak lupa memakai lipstik warna merah kesukaannya.


Malam ini Leon mengajak Delia untuk keluar untuk menghabiskan waktu berdua, karena sudah beberapa hari Icha memonopoli Delia dari Leon,


Maka dari itu Leon sudah merencanakan makan malam romantis di suatu cafe yang sudah di booking terlebih dulu olehnya.


TRINGG !!


Bunyi pesan masuk sesaat setelah Delia selesai berdandan,


"Sayang turun dong aku udah nunggu di ruang tamu ini sama bang Satria. " Seperti itu lah bunyi pesan yang tertulis


Delia pun segera keluar dari kamar bergegas turun untuk menghampiri Leon yang sudah sampai di rumah,


Delia bisa melihat Leon sedang berbincang dengan Satria, " Sayang kamu udah lama sampe nya ?" Tanya Delia saat sampai di depan mereka


Leon sempat terpesona sesaat melihat penampilan Delia, karena jarang sekali dia mau memakai dress, "Baru kok lima menit yang lewat. Udah siap kan kita pergi sekarang biar gak kemaleman." Ucap Leon


"Ya udah yok. "


"Ehh iya bang kenapa gak keluar ini malem Minggu loh masak semedi di rumah aja, keluar sana siapa tau ketemu jodoh kan. tapi jangan sampe jodoh orang yang di embat. " Ucap Delia sambil mengejek Satria


"Dasar adek sableng Abang sendiri di gituin, sana buruan pergi bikin esmosi aja tiap Deket sama kamu tuh. bisa cepet kerutan ini wajah tampan paripurna Abang, syuh.. syuh.. " Usir Satria sambil mengomel


Sedangkan Leon berusaha menahan tawa, sambil mengajak Delia berpamit. " Sayang udah jangan gitu, Bang kita pergi dulu ya. " Ujar Leon sambil merangkul bahu Delia


"Kamu juga sama aja Leon, kalo mau ketawa gpp jangan di tahan nanti yang ada malah keluar kentut. Hati-hati kalian perginya, " Cibir Satria sambil berpesan


"Wkwkwk kasian nasib jomblo Hati-hati karatan bang, " Ejek Delia lagi sambil berlari mengajak Leon dengan tawa lepas mereka


"DELIA AWAS AJA KALIAN BERDUAA. " Teriak Leon dari dalam rumah


"Sabar-sabar orang sabar tambah mempesona. " Gumam Satria sambil menghembuskan nafas menuju kamarnya,

__ADS_1


🍃🍃🍃


Setelah sampai tujuan di salah satu cafe yang ramai dikunjungi anak muda atau pun yang sudah berkeluarga, mereka segera bergegas masuk ke dalam.


Mereka sudah terlebih dulu di giring naik ke lantai paling atas yaitu rooftop cafe yang lebih privasi karena hanya tersedia beberapa meja di sana.


Dengan View pemandangan malam dengan langit berbintang dengan cuaca yang mendukung, terlihat dari atas kendaraan yang berlalu lalang tak membuat suasana indah itu berubah. kebetulan disana hanya ada mereka mungkin karena tak ada orang lain yang memesan meja lainnya.


Di pojok sana sudah di siapkan meja yang sudah di tata dengan beberapa hidangan dan satu buket bunga mawar merah kesukaan Delia,


"Gimana bagus gak tempatnya ?" Tanya Leon saat mempersilahkan Delia duduk


"Bagus mas aku suka suasana nya juga sejuk, " Jawab Delia dengan senyum mengembang


"Syukurlah kalo gitu, kamu tau kan mas gak biasa melakukan hal romantis karena belum berpengalaman."


"Ini udah romantis bagi aku dan terimakasih bunga nya aku suka banget, " Ungkap Delia sambil menghirup wangi mawar


"Sama-sama sayang maafkan mas yang dulu pernah buat kamu terluka. " Ucap Leon sambil meraih salah satu tangan Delia dan menciumnya


"Iya sayang terimakasih. "


"Ya udah mari makan aku udah laper, " Canda Delia


Mereka pun akhirnya mulai makan dengan suasana yang mendukung, tanpa ada suara hanya denting sendok dan garpu yang bersahutan.


Menikmati santapan yang sudah tersaji di depan mata, selesai menghabiskan makan Satria mengajak Delia bergegas ke tempat selanjutnya yang akan menjadi kejutan untuk Delia,


"Mas ini kita mau kemana, kok jalan nya beda dari rumah ?" Tanya Delia saat ini mereka sedang dalam perjalan menuju ke tujuan akhir Leon


"Kita belum mau pulang kok sayang tunggu aja nanti juga kamu tau, kita mau ke suatu tempat."


"Jangan bikin penasaran dong kebiasaan banget sih mas." Rajuk Delia


"Kalo di kasih tau gak surprise lagi dong sayang. " Ucap Leon dengan lembut sambil memandang sekilas


"Hem iya juga sih, " Timpal Delia sambil menggaruk dagunya tanda berpikir

__ADS_1


Tanpa terasa sampai lah mereka di tujuan setelah memakan waktu sekitar setengah jam dari cafe tadi, tapi jika dari rumah Delia memakan waktu hampir satu jam.


"Ehh ini kan perumahan elite, emang kita mau kerumah siapa mas atau kamu mau nemuin klien ya ?" Tanya Delia beruntun


"Liat nanti aja ya sayang, " Jawab Leon mengecup sekilas tangan Delia


Akhirnya mobil yang di kendarai Leon berhenti di salah satu rumah dengan gerbang tinggi yang sudah terbuka dari dalam, rupanya rumah tersebut sudah ada satpam yang berjaga.


"Eh kok rumahnya sepi ya mas, "


Saat mobil masuk sudah ada taman yang cukup luas di samping kanan nya dengan gazebo di salah satu sudutnya, tak lupa ada satu pohon rindang dengan berbagai tanaman hijau dan tanaman bunga mawar yang berjajar rapi.


Rumah itu terdiri dua lantai dan sangat luas, Leon pun segera memarkirkan mobil nya di depan pintu masuk.


"Ayo turun, kita masuk. "


Delia pun segera mengikuti Leon, " Ini rumah siapa sih mas kok sepi ?" tanyanya sambil mengikuti Leon masuk ke dalam, awal nya Delia kaget karena leon mempunyai kunci rumah tersebut


Saat pintu terbuka, Delia terpukau dengan desain interior nya yang unik dan di dominasi dengan warna vintage. "Gimana kamu suka kan ?" Tanya Leon sambil memeluk Delia dari belakang


"Iya suka mas sama kayak rumah impian aku. " Jawabku lirih masih memperhatikan suasana rumah tersebut


"Syukurlah kalo suka ini surprise yang mas bilang tadi, ini akan jadi rumah kita kalo udah nikah nanti. " Jelas Leon tepat di samping telinga Delia dengan jelas


"Haa mas serius , " Ucap Delia dengan kaget dan mata berbinar


"Iya sayang mas gak bohong, semua ini udah mas persiapkan buat kamu dari lama sebelum masalah itu datang, " Terang Leon sambil terus mendekap erat Delia, wajah nya tepat berada di ceruk leher Delia sambil memberikan ciuman kecil


"Uenghh geli mas, aku makin cinta kalo gini makasih ya mas kamu tau apa yang aku mau. " Ucap Delia sambil mencium dari samping


Hal itu pun di manfaatkan oleh Leon untuk mencumbu bibir merah yang sudah menggoda nya dari awal. Delia pun tak ada perlawanan dia malah menikmati kecupan yang di berikan dengan meletakkan kedua tangan di leher Leon,


Mereka menikmati ciuman itu karena di dukung suasana yang sepi. Delia pun membuka sedikit mulutnya membiarkan lidah mereka beradu saling memburu,


Tak ingin kelepasan Leon pun melepaskan ciumannya sambil membersihkan sisa Saliva mereka di bibir Delia.


Sisa malam itu mereka habiskan untuk mengelilingi rumah yang di siapkan Leon setelah mereka menikah nanti,

__ADS_1


__ADS_2