Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Tangisan Icha


__ADS_3

Saat ini Delia hanya memandangi Icha yang sedang terlelap setelah mata yang tertutup rapat. Delia masih mengingat pertemuan awalnya dengan Icha yang saat itu anaknya sangat tertutup dari hal luar.


Tak bisa berinteraksi dengan orang lain tapi sangat menempel padanya bahkan sampai sekarang, Dan di balik kedekatan mereka juga lah Delia di pertemukan lagi dengan cinta pertamanya yang tak lain ayah dari Icha.


Walaupun saat itu Delia sudah tak berharap lagi bertemu dengan seorang Leon karena dia akan belajar mengubur perasaannya. Tapi semuanya sekarang berbalik yang membuatnya makin tak bisa melepaskan seorang Leon.


" Takdir itu memang permainan waktu, Kita sebagai pemain hanya bisa merencanakan tapi takdirnya yang menentukan bagaimana hari esok. " Dalam hati Delia bergumam


Tapi entah mengapa walau pun Delia tau kalau leon serius dengan hubungan mereka masih ada sesuatu yang sedikit mengusiknya. Entah apa itu tapi biarkan waktu yang menjawab.


Asik dengan lamunan Delia tak sadar jika sudah ada yang masuk ke ruangannya tanpa permisi dan mengejutkannya.


" Hey kamu kenapa melamun Hem." Kata Leon menumpuk pundaknya saat sampai di depan Delia, Entah apa yang sedang di pikirin seorang Delia sampai Leon sudah masuk masih tak menyadarinya


"Ehh astaga kapan kamu dateng mas kok aku gak denger bunyi ketukan. ?" Tanyaku dengan keadaan yang masih sedikit linglung


"Barusan aja masuk. Kamu dari tadi mas ketuk pintu gak di buka lagi mikirin apa sih jauh banget lamunannya." Ujar Leon yang sudah duduk di sebelahnya

__ADS_1


"Gpp kok mas aku cuma inget masa awal saat aku ketemu Icha aja. " Dengan senyum yang tak pudar Delia membelai sayang Icha


"Ya Icha beruntung ketemu mami kayak kamu, Seolah kalian ada ikatan batin tersendiri padahal kalian orang asing awalnya. " Cerita Leon


"Eh ya mas udah makan, Kenapa gak bilang kalo mau nyusul ke sini...?" Tanyaku mengalihkan topik


"Belom sih makan siang. Lagian aku udah chat kok kamu aja gak balesnya. " Omel Leon tiba-tiba sambil melengos ke arah lain


"Jangan ngambek gitu dong mas, Tadi pas kami sampai sini aku nyuruh Icha makan kue sedangkan aku sibuk meriksa keuangan toko kan udah lama gak di cek. " Jelasku secara perlahan sambil memeluknya menghirup aroma khasnya


"Hem oke mas maafin nanti kita makan di luar aja ya. Mas tadi juga udah suruh orang buat bawa mobil pulang. " Serunya sambil membalas pelukanku sesekali mencium keningku




__ADS_1


Saat ini kami sedang makan siang di salah satu rumah makan padang yang terletak tak jauh dari rumahku.


Ya setelah Icha bangun tadi kami bergegas pulang dan mampir ke sini lebih dulu untuk mengisi perut.


Setelah itu Leon pun mengantarku sampai ke rumah dan mampir sebentar dengan Icha, Sorenya mereka pamit pulang karena jemputan supir sudah datang.


"Mami Icha gak mau pulang " Ucapnya yang sudah akan menangis


"Emang Icha gak kangen sama Oma, Opa di rumah ?" Tanyaku sambil menggendongnya saat ini kami sedang berdiri di teras rumahku


"Tapi Icha maunya sama mami. Mami ikut Icha pulang juga ya."


"Gak boleh gitu sayang, Kalo mami ikut Icha pulang terus nanti Daddy yang lain cariin mami gimana hem. " Leon menyela sambil membelai rambut icha


"Besok-besok kan Icha bisa bobok sini, Tapi hari ini kita pulang dulu kasian Oma, Opa nanya Icha Mulu. " Ujar Leon lagi sambil menjelaskan secara perlahan karena Icha sudah menangis sesenggukan


"Icha gak marah kan sama mami, Besok kan bisa ketemu lagi sayang nanti kita pergi sama-sama lagi oke. " Ucapku sambil menenangkannya

__ADS_1


Setelah tangisnya mereda dan mau di ajak pulang, Leon pun mengajak Icha pulang karena takut anaknya akan berubah pikiran lagi nantinya.


🍁🍁🍁


__ADS_2