Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Bermain


__ADS_3

Disaat Satria sibuk menenangkan Delia dengan memberikan dekapan pada adiknya, lain lagi yang dilakukan oleh Bryan dan Ryan.


Yang saat ini saling bertatap untuk sesaat tapi sudah mengandung isyarat makna lewat mata mereka.


Sebenarnya sebelum Bryan memutuskan untuk mengajak Delia untuk liburan disini bersama mereka.


Dia sudah lebih dulu mencari tau tentang apa saja yang di lakukan Leon lewat Max orang suruhannya dan yang mengetahui hal ini hanya Ryan karena mereka berdua tau jika Satria terlalu mudah emosional jika sudah menyangkut Delia.


Tak salah karena memang itulah kewajiban seorang kakak untuk menjaga dan melindungi adiknya,


Sebenarnya Bryan sudah tau jika Leon disini hanya beberapa hari melakukan perjalanan bisnisnya, yang membuat lama adalah karena Leon harus menemani sang mantan istri untuk control kesehatan yang kian menurun setiap harinya. itupun juga di ketahui oleh keluarganya,


Cuma yang membuat Bryan kecewa kenapa Leon tak bisa berkata jujur dan terbuka dengan Delia secara baik-baik. jika sudah begini yang ada hanya kesalahan pahaman yang tak akan usai.


Ditambah dengan Leon yang tak memberi kabar pada Delia hal itu membuat hubungan mereka makin merenggang.


Entah Bryan harus senang atau sedih melihat Delia yang beberapa hari ini selalu banyak murung, di satu sisi dia sedih melihat Delia begini tapi disisi lain dia merasa di untungkan karena Delia akan selalu bergantung dengan nya.


Modus Yee bangπŸ™ˆ


Maka dari itu Bryan merencanakan liburan ini bersama Ryan dan Satria agar Delia bisa kembali tersenyum dan tujuan lain juga untuk bisa membuat Leon memperjelas hubungan mereka.


"Udah jangan sedih abang bawa kamu kesini buat liburan bukan liat kamu murung sayang." Ujar bang Bryan

__ADS_1


"Iya bang aku tau, "


"Masih lama kah bang sampe nya Delia udah gak sabar naik bianglala." Ucapku dengan senyum sampai lesung terlihat


"Sebentar lagi dek, ini udah mau sampe kita."


Tak lama setelah itu Ryan pun membelokkan mobil ke arah gerbang wahana yang terkenal di negara itu.


Setelah memarkir mereka pun turun dari mobil memasuki tempat wahana setelah sebelumnya membeli tiket.


"Wowww rame banget, ayo bang buruan kita kesana." Ajak ku pada bang Satria


"Sabar kali dek. baru juga sampe,"


Asik mengelilingi wahana bermain Delia sedikit melupakan masalahnya dengan Leon.


"Bang capek istirahat dulu Delia mau es krim dong sekalian makan ya laper." Ucapku sambil bergelayut dengan bang Bryan


"Ya udah ayok kita makan duli disana, nanti kalo masih mau main lanjut lagi."


Sampai di tempat kami segera memesan makan karena sudah lapar.


"Ya ampun dek pelan aja kali makan nya kek lagi di kejer bencong aja kamu." Celetuk bang Satria di sela makan kami

__ADS_1


"Aku lapar abang ishh ganggu aja. " Jawabku jutek


"Pelan-pelan dek nanti keselek." Pesan bang Ryan


Uhukk...Uhukkk..


"Tuh kan apa, baru juga di bilangin ngeyel sih. " Cibir bang Satria melihatku tersedak


"Diminum dulu sayang. " Ujar bang Bryan memberikan minum


"Alhamdulillah, ishh aku keselek karena abang kali kebiasaan ganggu aja." Omelku membalas perkataannya setelah menghabiskan minum


"Udah stop berantem kalian gak malu di perhatiin orang, ?"


"Dia duluan bang." Jawab kami serentak


"Udah sekarang diem habisin makan nya." Ucap bang Bryan dengan menekan suaranya


Setelah itu tak ada lagi yang berani berucap, mereka langsung diam setelah mendapat teguran dari Bryan.


Seharian itu mereka ber empat menghabiskan waktu di wahana bermain untuk menemani Delia agar tak larut dalam pikiran yang tak tentu.


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


__ADS_2