Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Ngambek


__ADS_3

Saat ini Delia sedang di kamar setelah pulang dari toko kuenya, mengurung diri karena kelakuan abangnya yang tadi membuka aibnya pada para sahabatnya.


Delia sebenarnya tak marah dia hanya lebih ke malu karena kelakuannya sendiri, tapi terlalu gengsi untuk mengakui semua.


Bahkan dering ponsel yang sedari tadi terus berbunyi tak mengusik aksi merajuknya.


TOK... TOK... TOK...


Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Tapi Delia tetap tak mengindahkan.


"Mbak Delia di suruh turun ke bawah sama den Bryan." Dengan sedikit berteriak mbok sum berkata karena pintu tak kunjung dibuka oleh sang empunya.


"Gak mau aku gak akan turun, pokoknya aku mogok semuanya." Jeritku dari dalam kamar, setelah itu langsung menutup seluruh tubuh dengan selimut.


Mendengar jawaban dari anak majikannya mbok sum bergegas turun untuk melaporkan hal itu pada Bryan.


"Maaf Aden, mbak Delia gak mau turun katanya ngambek mogok semuanya." Mbok sum melaporkan dengan sedikit bingung karena perkataan Delia


"Ckckck dasar bocil yang bisa bikin tuyul, Apaan coba yang mau di mogokin emang mobil apa! Lagian gitu aja ngambek. " Sambar Satria disaat Bryan akan berkata lagi


"Kamu juga sama aja Sat kebiasaan motong omongan, lagian apa yang kamu buat sampe Delia ngambek... ?" Tanya Bryan dengan menatap Satria tajam


"Weh sabar dong bang kalem, Seharian ini kan aku ikut adek dari pagi dan siang tadi ikutan kumpul sama sahabatnya, Ya aku kan cuma iseng nyeritain kejadian di rumah besar kemarin. " Jawab Satria dengan cengengesan tapi karena terus melihat tatapan Bryan yang tajam membuat nyali Satria menciut


"Kamu kebiasaan udah tau Delia mudah ngambek masih aja di cari gara-gara, sana bujuk dia sampe mau keluar kamar." Ujar Bryan dengan tegas


"Abang aja deh percuma juga aku yang ke kamar dia gak akan di bukain pintu. Sampe induk ayam betelor bebek pun percuma, " Dengan melengos Satria berkata. Karena dia tau kalau Delia sudah merajuk yang bisa membujuk hanya Bryan


"Giliran gini aja kamu nyuruh Abang, Awas aja kalo kamu nyari gara-gara sama Adek lagi. Abang nikahin kamu sama janda sebelah noh. " Ujar Bryan dengan sedikit mengancam


Mendengar perkataan bang Bryan, Satria pun bergidik ngeri membayangkan hal tersebut, Karena dia tau janda yang di maksud bang Bryan adalah seorang janda tua renta yang berjalan pun harus di tuntun.


"Yang bener aja dong bang, gila aja gue di suruh sama janda sebelah Abang aja sana. Udah lah gue mau keluar dulu ada kerjaan sebentar, Abang yang semangat bujuk Delianya hehehe. " Setelah berkata seperti itu Satria bergegas lari menjauh dari Bryan karena takut di amuk.

__ADS_1


Tak lama setelah Satria keluar dari rumah terdengar bunyi klakson dan deru mobil yang menjauh dari pekarangan rumah.





Setelah menarik nafas panjang Bryan bersiap ingin mengetuk pintu kamar Delia,


TOK,,, TOK,,, TOK,,,


"Sayang bisa buka pintunya ini Abang." Kata Bryan dengan sedikit berteriak takut Delia tak mendengar suaranya sambil terus mengetuk pintu,


"Say.... " Disaat Bryan ingin berkata lagi pintu kamar Delia pun terbuka dengan sang pelaku yang sudah berdiri membelakanginya


"Abang mau ngapain. Aku kan udah bilang gak mau di ganggu aku lagi mogok, " Seru Delia sambil melipat tangan masih membelakangi bang Bryan


"Kenapa jadi ngambek sama abang yang salah kan bangsat mu hem," Sambil membuka lebar pintu kamar Delia dan masuk begitu saja melewatinya


Delia pun menuruti perkataan Bryan dan duduk tepat di sebelahnya sambil memeluk guling dan memalingkan wajahnya agar tak menatap Bryan.


Karena Delia tau kelemahannya selalu luluh jika sudah di bujuk oleh Abangnya yang satu ini, Padahal Bang Satria satu tempat produksi dengannya tapi selalu saja bertengkar.


Terkadang dia berpikir bahwa Satria tertukar dengan anak tetangga. Makanya mereka susah untuk akur jika sudah bersama.


Sedangkan Bryan saat ini hanya memperhatikan Delia yang melamun. Tak tahan melihat mimik wajah Delia yang berubah ubah sambil melamun Bryan segera menyentil keningnya.


TUK


"Aww Abang sakit ihhh, " Walau terkejut Delia tetap merasakan nyeri karena memang Bryan sedikit keras melakukannya


"Maaf abis Abang gemes liat kamu melamun gak jelas gitu. " Ujarnya sambil meniup kening Delia dan memberikan ciuman di pipinya

__ADS_1


"Jadi gimana masih tetep mau ngambek hem, Kamu itu udah dewasa sayang jangan keseringan ngambeknya." Jelas bang Bryan


"Ya tapi kan bang Sat yang mulai, aib adek sendiri di obral kayak jual tahu bulat." Ujarku membela diri


"Iya sayang Abang tau nanti biar abang yang kasih pelajaran sama dia. Sekarang jangan ngambek lagi ya sampai telpon dari Leon pun kamu abaikan."


"Dia sampe telpon Abang, dia kira kamu kenapa-kenapa gak angkat telpon." Ujar Bryan lagi


Mendengar penuturan yang di katakan abangnya membuat Delia tersadar bahwa dari tadi handphonenya beberapa kali berdering ada telpon masuk.


"Ya ampun bang aku gak sadar karena terlalu jengkel sama bang Sat, " Ujarku sambil segera membuka handphone dan mencoba menelpon Leon kembali tapi tak tersambung


"Percuma kamu telpon Leon sekarang pasti lagi di pesawat. " Kata Bryan yang memperhatikan Delia


"Loh kok gitu emang Leon mau kemana ?" Tanyaku dengan alis yang bertaut


"Dia tadi bilangnya berangkat ke luar negri untuk seminggu karena perjalanan bisnis, Sedangkan Icha sama Oma dan Opa nya. Makanya dia nelpon kamu tadi karena mau ngabarin itu tapi gak kamu angkat. " Jelas Bryan karena pesan yang di sampaikan Leon tadi sebelum pesawatnya lepas landas.


"Ck ini semua karena bang Sat. Terus Leon ada bilang apalagi bang ?"


"Gak ada, Tapi tadi Leon sempet bilang Icha minta di jemput kamu karena mau nginep disini. "


"Ya udah kalo gitu aku mau jemput Icha aja sekarang kasian kalo dia nungguin aku bang !"


"Nanti aja sayang bareng abang sore, Nanti Abang temenin kalo sekarang percuma karena Icha lagi di ajak pergi sama Oma nya tadi Abang sempet telpon orang rumah sana." Jelasnya di saat Delia sudah akan berdiri


"Owhh ya udah kalau gitu sore aja jemput Ichanya. Sekarang Abang temenin aku ya makan hehehe. " Ujarku sambil berdiri memegang lengan bang Bryan


"Kenapa sekarang baru berasa lapernya. Kenapa gak di terusin mogoknya dek," Ujar Bryan dengan smrik andalannya


"Gak bang nanti adek Abang gak gemoy lagi kayak ikan mujair tuh wkwkw. "


"Kamu mah ada-ada aja sih dek bikin gemes." Ujar Bryan sambil menggigit pipi Delia

__ADS_1


"Whaa Abang kanibal, Ini pipi Delia bukan donat ishh." Ujar ku yang hanya di balas tawa oleh Bryan


🍁🍁🍁


__ADS_2