Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah lewat satu Minggu saja dari hari dimana Leon memberikan kejutan untuk Delia kemarin,


Hari-hari Delia dilalui seperti biasa dan seiring waktu dia merasa tambah banyak kebahagiaan yang di dapatnya dari orang sekitar.


Saat ini Delia tengah bersiap dengan setelan kebaya lengan panjang warna Maroon dengan kerah membentuk V line di padukan dengan kain batik yang sangat indah.


Tak lupa memoles makeup di wajahnya, dengan rambut yang di sanggul menyisakan sedikit anak rambut di kanan kiri nya.


Delia sudah tambah cantik dengan balutan kebaya nya dan heels hitam mempercantik penampilan nya.


TOK.. TOK.. TOK..


Saat Delia baru selesai dari luar ada yang mengetuk pintu kamarnya, "Mbak, Mbak Lia udah di tunggu di bawah sama yang lain !" Ujar Mbok Sum dari luar dengan suara yang sedikit keras. dia di perintahkan untuk memanggil ke atas karena Delia tidak kunjung turun dari kamar,


CEKLEK !!


"Hehehe iya mbok ini baru selesai aku nya," Jawab Delia membuka pintu sambil cekikikan. sedangkan mbok sum sibuk memandang penampilan anak majikan nya yang jarang berdandan terlihat lebih ayu dengan balutan kebaya nya.


"Mbok eh mbok bengong, " Tegur Delia sambil penepuk pelan bahu mbok sum


"Astaga mbok teh pangling atuh sama Mbak Lia soalnya kan biasanya pakek nya celana sekarang pakek kain jadi cantik banget. Mas Leon pasti tambah terpesona sama Mbak Lia, " Ucap Mbok Sum dengan percaya diri


"Mbok bisa aja nih muji nya, nanti aku suruh abang deh lebihin bonus gaji bulan ini hihi. " Canda Delia menimpali perkataan mbok sum, mereka pun beriringan menuju ke bawah.


Sesampai di bawah semua orang sudah berkumpul dan berpakaian rapi, mulai dari Ryan dan tunangannya tak lupa kedua jomblo akut Bryan dan Satria yang nampak gagah dengan setelah jas nya.


Sampai nya di ujung tangga Delia sudah di sambut dengan tangan gagah Leon yang tampak gagah dengan baju batik yang sama Delia kain yang di pakai Delia, yang hari ini mereka memakai baju couple bersama si kecil Icha.


Rencana mereka hari ini akan menghadiri pernikahan Sabahat baik Delia Reyhan dan Reyna yang di adakan di salah satu hotel ternama di kota tersebut.


Beberapa waktu lalu acar pernikahan Reyna dan Reyhan sempat di undur karena beberapa hal, maka dari itu baru bisa di adakan sekarang.


"Sayang kamu kok tambah cantik sih, mas gak mau lah bawa kamu keluar rumah. " Rajuk Leon saat Delia menyambut tangan nya


"Wah baju mommy sama Icha kembar. " Ucap Icha kaget sambil memeluk Delia erat, tak lupa Delia memberikan ciuman sayang di kening nya.


"Iya dong biar mami sama cantiknya dengan Icha Hem."

__ADS_1


"Sayang ihh aku lagi ngomong lah kok di anggurin sih, malah sibuk sama Icha. " Protes Leon memberenggut


"Aduh mas gak pantes ihh udah tua wkwk. " Jawab Delia dengan tawa yang terdengar merdu bagi Leon


"Wih adek abang jadi kalem ya pakek kain gini. " Puji Satria


"Kesayangan kita akan selalu cantik, " Timpal Bryan


Sedangkan Ryan dan tunangannya sudah terlebih dulu pergi karena masih akan menjemput orang tua mereka di rumah besar,


"Makasih abang adek abang emang selalu cantik kok tiap hari loh, " Ujar Delia dengan pede. yang mana membuat Satria menyesal memuji adiknya


"Abang tarik lagi dah omongan tadi. "


"Mana bisa gitu, " Cibir Delia


Icha hanya sibuk memperhatikan perdebatan mommy dan Daddy Satria nya, "Mommy ini kapan kita pergi nya ?" Celetuk Icha karena bosan melihat orang dewasa berdebat


"Yaudah sekarang aja, sini Icha sama Daddy kita satu mobil aja oke. " Ucap Bryan langsung menggendong Icha dan meninggalkan mereka di belakang,


Mereka pun akhirnya bergegas masuk ke mobil untuk pergi menuju hotel, tempat dimana berlangsungnya pernikahan Reyna & Reyhan.


Saat ini mereka tengah memasuki ballroom hotel yang sudah di rias sedemikian rupa dengan WO andalan Reyna, dengan tema warna ungu ballroom terlihat sangat indah.


Saat memasuki ballroom mereka semua memilih duduk di jajaran depan yang sudah di sediakan bagi pihak Reyna sebagai pihak keluarga perempuan,


Saat ini semua orang tengah menyimak suasana khidmat saat Reyhan akan mengucapkan ijab kabul nya.


"Saya terima nikah dan kawin nya Reyna Maharani dengan seperangkat alat solat dan sebuah apartemen di bayar tunai." Dengan lantang suara Reyhan terdengar


"Bagaimana para saksi, SAH. "


"SAH " Sambung semua orang yang ada di dalam ballroom saling bersahutan,


Setelah memanjatkan doa dan prosesi sungkeman. saat nya sekarang pengantin tengah berdiri di atas panggung untuk menyambut para tamu yang datang untuk bersalaman memberikan doa selamat pada mereka.


"Wahh bestieee selamat ya akhirnya kalian nikah juga. " Ucap Oliv sambil memeluk Reyna, dia adalah orang yang paling heboh dari awal datang ke tempat ini.

__ADS_1


"Selamat ya Rey jangan lupa abis ini langsung honeymoon biar cepet aku dapet ponakannya wkwkw. " Pesanku sambil cipika-cipiki dengan nya


"Bro selamat ya tinggal belah duren nya wkwkw. " Canda Aldo pada Reyhan


"Makasih ya kalian semua udah Dateng, " Ucap Reyna dan Reyhan


"Nih kado dari Abang buat kalian semoga suka. " Ujar Bryan saat ini mereka tengah berdiri di atas panggung memberikan selamat, masih asik bercengkrama padahal sudah banyak tamu yang antri di bawah.


"Wah apa nih bang, " Ucap Reyhan mengambil amplop yang di berikan Bryan tapi lebih dulu di rebut Reyna,


"Wow paket honeymoon ke Paris bang, ihh makasih loh bang. " Ujar Reyna kaget dan reflek memeluk Bryan. sedangkan yang lain ikutan heboh


"Abang Lia juga mau ishh, "


"Nanti sayang nunggu kalo kamu udah nikah lebih dari ini Abang kasih. " Jelas Bryan sambil mencubit pipi Delia


"Janji ya bang awas aja bohong. "


"Hem, "


"Wow enak kalian hadiah dari bang Bryan pas bener. " Celetuk Satria


"Rejeki anak Soleh bang hehehe. " Canda Reyhan


"Bang Oliv juga mau loh, " Dengan raut wajah yang di buat imut. karena hal itu membuat Aldo langsung menyembunyikan di balik badanya.


"Jangan gitu sih yank sama aku aja, nanti bang Bry kepincut. " Protes Aldo


"Gak mempan juga ke bang Bryan." Sela Satria cekikikan dengan yang lain


"Nikah dulu kalo mau dapet kado gitu juga, " Jawab Bryan


"Ya udah sayang sekarang aja kita ke KUA yuk biar dapet hadiah kayak Reyna. " Usul Oliv dengan berbinar


"Dih gila kebelet apa aji mumpung kamu Liv, " Ledek Delia sedangkan yang lain hanya menggeleng kepala melihat kelakuan Oliv


"Gpp anggap aja dua-dua nya kan toh gak masalah. " Jawab Oliv dengan kalem

__ADS_1


"Udah nanti sambung lagi ngobrol nya kasian tamu masih banyak itu yang antri, kalian gak akan selesai kalo gak di pisahin. " Ujar Leon sambil menarik turun Delia di ikuti yang lain


Sedangkan para wanita mencebik merajuk karena belum puas berbincang dengan mempelai wanita nya.


__ADS_2