Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Pelukan dan Kebersamaan


__ADS_3

Setelah pesawat mendarat dengan mulus di bandara mereka semua bergegas keluar untuk mengambil koper,


Sebenarnya keluarga Leon maupun Delia sudah tau bahwa hari ini adalah kepulangan anak-anak mereka, karena sebelumnya Bryan sudah mengabarkan lebih dulu.


Jadilah saat ini mereka sedang berkumpul di rumah yang di tempati Delia bersama para abangnya. untuk menyambut kepulangan mereka,


Tak lupa para sahabat pun juga berkumpul, mereka sudah menyiapkan pesta kecil untuk makan bersama.


Sebenarnya keluarga Delia juga sudah tau maksud dari keberangkatan Delia bersama para abangnya selain untuk liburan adalah untuk menyelesaikan permasalahannya bersama Leon.


Awalnya mereka kaget saat mendengar hal ini dari Bryan di tambah lagi orangtua Leon membenarkan akan hal itu dan meminta maaf, jadilah mereka berusaha menerima dengan baik.


Karena bagaimana pun Delia sudah dewasa dan sudah bisa memilih yang terbaik untuk hidupnya, sedangkan para orangtua hanya bisa mendoakan.


Tak ada salahnya dengan status duda yang di sandang Leon selagi dia bisa menjaga Delia dengan baik-baik mereka akan turut bahagia.


"Anty Oliv mommy kapan sampe nya ?" Protes Icha dengan manyun sambil melipat kedua tangannya


"Sabar sayang sebentar lagi sampai kok kan dari sini ke sana cuma berapa jam. " Jelas Oliv dengan senyum kecil


"Ihhh tapi ini lama loh Icha capek nunggu mommy terus. "


"Yaudah kalo Icha capek tidur dulu aja, nanti kalo mommy udah sampe rumah anty Rey bangunin. " Timpal Reyna sambil mengelus rambut Icha


"Yaudah deh Icha mau bobok dulu. tapi janji ya nanti bangunin Icha, " Pesan Icha dengan mata melotot yang malah terlihat menggemaskan


"Iya sayang ish anty jadi gemes yang ada. "


"Eh mau kemana kasih kiss dulu dong sama anty Oliv. " Celetuk Oliv saat melihat Icha akan meninggalkan dapur


Ya, Oliv dan Reyna saat ini sedang menyiapkan camilan untuk nanti ditemani ibu Delia, Tante nya dan juga ibu Leon.


Sedangkan untuk para laki-laki mereka berkumpul di tamat belakang sedang membahas bisnis,


"Emuachh,, hihi udah ya anty Icha tinggal." Pamit Icha setelah mendaratkan ciuman di pipi Oliv dan Reyna


Sedangkan para nenek hanya menggeleng kepala melihat cucu mereka Icha yang semakin menggemaskan dengan tingkahnya.


Dengan adanya Icha membuat jadi hiburan tersendiri bagi mereka semua, dengan semua tingkah lakunya membuat Icha terlihat makin menggemaskan.

__ADS_1


Disaat semua telah selesai mereka semua pun berkumpul di ruang tengah untuk menunggu kedatangan anak mereka, tak lupa Icha yang sudah duduk manis di pangkuan Reyhan saat ini.


🍃🍃🍃


BRUMM,, BRUMM,,


Terdengar bunyi mesin mobil yang memasuki pelataran teras rumah,


"Itu kayaknya mereka deh, yug keluar. " Celetuk Oliv lebih dulu sambil berjalan keluar rumah


Sudah terlihat Bryan yang keluar lebih dulu dari kursi depan disusul Ryan dan Satria. dan terakhir Leon yang menyambut tangan Delia untuk keluar.


Saat semua keluarga sudah berdiri di depan Icha segera berhambur lari ke pelukan Delia,


"Mommyyyyy. " Teriak Icha berlari dengan kaki kecilnya


"Astaga sayang awas jatoh. " Kaget Delia berjalan ke arah Icha


"Mommy hiks,, hiks,, Icha kangen kenapa lama banget perginya ? mommy udah gak sayang Icha ya ? Icha nakal ya mom ?" Tanya Icha tanpa henti dengan tangis nya saat sudah dalam pelukan Delia


"Sayang anak mommy kenapa nangis kan jadi jelek hihi, Icha gak nakal kok mommy cuma ada kerjaan aja berapa hari kemarin." Jelasku sambil memberikan kecupan sayang


"Beneran mommy gak bohong nan__, "


"Icha lebih rindu sama mommy dan Daddy Bryan. Icha gak sayang Daddy soalnya jahat pergi gak ajak Icha. " Jawabnya sambil melipat tangan merajuk


"Ihh kok gitu jahat banget anak Daddy." Ujar Leon pura-pura merajuk


Sedangkan yang lain hanya tertawa cekikikan melihat Icha memberenggut dengan Daddy nya.


"Ichaa, " Panggil Bryan saat memperhatikan Icha yang mungkin tak sadar keberadaan Daddy nya yang lain.


"Wah Daddy Bry Icha kangen mau peluk mau peluk, " Jeritnya tepat di samping telinga Delia yang saat ini tengah menggendong nya, minta untuk di turunkan sambil menganyun kaki kecilnya.


"Aduh sayang hati-hati nanti Icha sama mommy jatuh kalo gini. " Celetuk Delia sambil menurunkan Icha


Tanpa menghiraukan perkataan Delia, Icha pun berlari merentangkan tangan menghampiri Bryan, "Uhh anak Daddy tambah berat ya sekarang. " Canda Bryan sambil mencium kening Icha saat di gendongan nya


"Hihihi salahin Oma yang kasih Icha banyakkk banget makanan enak.," Jelasnya dengan mata berbinar

__ADS_1


"Wah kalau gitu besok-besok giliran Daddy oke."


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah beriringan sambil membawa koper yang banyak.


Saat ini mereka semua tengah berkumpul di halaman belakang untuk membuat pesta barbeque bersama, ditemani dengan cemilan yang sudah di siapkan tadi.


"Wow kalian nyiapin semua ini buat kepulangan kami. " Ujar Delia kaget melihat banyak nya makanan yang tersaji


"Iya dong sekalian nyambut bakal calon penganten wkwkwk. " Canda Oliv membuat semua orang tertawa, sedangkan Icha terlihat acuh karena sibuk dengan mainan barunya. yang di belikan langsung oleh mommy Delia,


"Jangan mulai deh Liv dasar Oliv oil. " Cibir Delia jengkel


"Dih sensi banget buk..," Ejek Oliv lagi


"Kalian kalo gak ribut gak enak ya wkwkwk. " Celetuk Reyna


"Terserah deh nih titip dulu Icha aku mau ambil sosis dulu sama daging tuh udah Mateng. " Tunjukku ke arah Leon dan yang lain sedang memanggang sosis dan seafood.


Delia pun menghampiri Leon sambil memeluk dari belakang. " Sayang udah masak belom itu, udah laper nih ?" Tanyaku sambil melongokkan kepala di balik ketiaknya


"Astaga sayang kebiasaan kamu mah. "


"Hehehe jangan marah dong. "


"EKHEMM... yang lain goib ada tapi gak nampak, " Celetuk Satria mencibir adiknya


"Biarin aja maklum kan habis perang dunia jadi ya gitu. " Seru Ryan dengan kalem, sehabis memberikan makanan untuk tunangan nya.


"Bilang bang kalo sirik gak perlu ngomongin di belakang. " Cibirku sambil menjulurkan lidah


"Dih buat apa sirik sama kamu, gak ada kerjaan. heh tuh mata dimana jelas-jelas abang depan kamu gimana bisa ngomong di belakang, " Omel Satria sambil membalik daging


"Kan muka Abang di belakang tuh. " Ejek Delia sambil berlari meninggalkan mereka


"Asem dasar adek gak ada akhlak. " Teriak Satria kesal dengan kelakuan Delia


"Kamu gak ada mau ngalahnya sama adek sendiri Satria, " Timpal Bryan


"Emang dia yang salah kenapa harus aku yang ngalah. tambah besar kepala tuh anak di bela Mulu, " Kesal Satria pada mereka

__ADS_1


Malam itu di habiskan mereka dengan makan bersama di iringi dengan canda tawa lepas, semua bahagia tak ada lagi kesedihan apalagi dari Delia itu sendiri,


Tak lupa Delia juga membagikan oleh-oleh yang sudah di siapkan nya untuk mereka semua.


__ADS_2