
Sesampainya di toko kue bang Satria pun segera memarkirkan mobil di tempat khusus pemilik toko.
Kami pun turun dan bergegas masuk ke dalam toko yang saat ini sedang ramai.
TRING !!! (gitu bukan bunyi lonceng masuk)
"Selamat datang mbak Delia sama tuan Satria. " kami pun di sambut dengan pelayan di toko ku dengan sedikit membungkuk dengan senyum andalannya
"Makasih nur tadi ada yang nyariin aku gak ?" Tanyaku padanya
"Ehh iya ada mbak, katanya para sahabat mbak Delia jadi saya suruh langsung tunggu di ruangan aja !" Jawabnya dengan sedikit ragu karena takut salah
"Oke makasih ya mereka emang sahabat saya. Nanti bawakan beberapa pastry sama ice lemon tea ya, Ohh ya abang mau apa ?" Ucapku tak lupa juga bertanya pada bang Satria apa maunya
"Abang kopi aja sayang. " Jawabnya sambil memperhatikan keadaan tokoku
"Kayaknya rame ya dek toko kue kamu. " Serunya lagi saat kami berjalan menuju kelantai atas
"Alhamdulillah bang rejeki anak cantik, " Jawabku sambil sedikit cengengesan
"Ckckck pede banget, tapi emang sih adek abang ini cantik saking cantiknya harus di liat pakek teropong bintang. " Ejek bang Satria sambil menarik sebelah pipiku
Delia yang awalnya di sanjung sudah mesem-mesem gak jelas tapi di jatuhkan di akhir membuatnya geram.
BUKK.
"Kurang asem dasar abang laknat selalu aja gak pernah manis sama adek sendiri." Saking geramnya Delia pun menggeplak bahu Satria dengan tas di tangannya
"Awww ya ampun sakit dek, KDRT nih untung abang gak jatuh kebawah. " Ucapnya dengan dramatis padahal saat ini kami telah sampai di lantai atas dan akan segera masuk ke ruangan.
CEKLEKKK !!
Delia pun membuka pintu ruangan sambil menggerutu pada bang Satria.
"Gak usah lebay deh inget umur, kalo bukan Abang sendiri udah aku lempar ke Pluto kamu bang." Omelku yang hanya di balas cekikikan olehnya
__ADS_1
Delia seolah lupa jika di ruangan itu ada para sahabatnya yang menyaksikan perdebatan mereka.
"Kalian ini persis tom and jerry berantem mulu padahal satu tempat produksi." Akhirnya Oliv pun bersuara
"Bang Satria juga udah tua gak mau ngalah sama adeknya. " Seru Reyna yang ikutan mengomentari kelakuan mereka
"Heleh diem. kalian masih kecil semua." Jawab bang Satria sambil duduk bersandar di sofa ruanganku
"Bentar ya aku ke kamar mandi dulu kebelet, Nanti lanjut lagi debat pemilihanya. " Ujarku langsung berlari ke kamar mandi
"Apa kabar bang... " Ujar Aldo dan Reyhan secara bersamaan
"Wow anak kembar kompak. " Bang Satria berkata dengan lebaynya sambil bertepuk tangan
"Alhamdulilah baik ini, lagi males ngantor makanya abang jadi sopir Lia hari ini. " Jelasnya lagi
Tok..Tok.. Tok..
"Permisi mbak mau anter ini, " Ucap nur tak lama setelah aku keluar dari kamar mandi
•
•
Kami pun meneruskan obrolan sambil memakan cemilan yang di siapkan, tak lupa juga Reyhan memberikan undangan padaku untuk pernikahan mereka Minggu depan.
Tak lupa juga Reyna memberikanku seragam Bridesmaid untukku yang sama dengan Oliv, Karena kami akan menjadi penggiring pengantin.
Di saat kami berbincang bang Satria pun menyela,
"Ehh kalian mau denger cerita gak ?" Dengan melihat ke arahku sambil tersenyum licik
"Perasaan aku gak enak deh."
"Apaan emang bang seru nih kayaknya. " Ucap Aldo
__ADS_1
"Iya bang apaan." Sela Reyhan sedangkan Oliv dan Reyna sudah berpangku tangan untuk menyimak
"Kemarin itu ada orang yang kegeeran loh dia dengan pedenya bilang kalo dia yang mau di jodohin padahal bukan. Salah dia juga gak denger sampai habis apa yang di bicarain."
"Kalian tau lah pasti, Untung kemarin acaranya lancar walau ada insiden dari kang pede itu. " Ujar bang Satria lagi sambil melirikku yang sudah malu
"Kayaknya tau nih siapa orang nya. " Sela Reyna yang sudah cekikikan dengan Oliv
"Emang siapa sih ?" Dengan bingung Reyhan bertanya
"Noh anaknya sumpah bikin malu kemarin, Padahal yang mau di jodohin itu bang Ryan eh dia baru Dateng tau-tau ngambek karena di kira yang mau di jodohin dia. Untungnya keluarga calon bang Ryan maklum, Mungkin mereka mikir Delia lagi mimpi kali. " Dengan gamblangnya bang Satria membuka semuanya sambil menunjuk dengan dagunya karena aku duduk di seberangnya.
"Astaga wkwkwkw sumpah Lia kamu gak berubah ya masih aja kepedean. " Sambil tertawa puas Aldo berkata
"Satu lagi yang kurang dia juga suka motong pembicaraan itu kelakuan jeleknya. " Ujar Oliv ikut memojokkanku
"Kebiasaan kamu Lia gak pernah berubah, " Kata Reyhan sambil menggeleng kepala
Sedangkan Reyna sudah tertawa lepas mendengar kejadian yang membuat Delia Malu.
"Terus gimana lagi bang wkwk "
"Ya gitu tau-tau ngambek masuk kamar ibu sampe malu, Untung si Lia gak di masukin lagi ke perut malah aku saranin buat dia di kiloin. " Jelas Satria sambil tertawa terbahak menceritakan kelakuan Delia
"Jangan lah bang nanti Lo gak ada temen berantem lagi, " Seru Aldo
"Iya sih kalo gak ada dia tuh serasa hidup segan mati ya ogah lah. "
"Abang udah deh aku ngambek beneran ini, Bukan nya aib adeknya di simpen malah di obral ke orang lain. " Omel ku sambil melempar bantal ke arahnya
"Wkwkwk gpp kali Lia kan cuma kita yang tau, enak nih cerita kalo kita punya anak nanti di jadiin dongeng." Ujar Aldo melantur
"Dih gila yang ada aneh, " Jawabku memandang mereka sinis yang masih terus tertawa
Karena hal ini Delia pun sampai habis-habisan di ejek oleh mereka sampai berpisah di parkiran toko.
__ADS_1
🍁🍁🍁