Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Berlanjut


__ADS_3

Setelah puas bermain di taman Delia pun bergegas mengajak Satria dan Icha untuk pulang karena hari mulai mendung seperti nya akan hujan malam nanti.


Icha pulang dengan senyum yang tak lepas dari bibir mungilnya sambil menceritakan pada Delia karena dia mendapatkan beberapa teman disana, Sedangkan tak beda juga dengan Satria yang pulang dengan senyum sumringah di bibirnya karena mendapatkan nomor handphone penjual cilok manis tadi.


Ya, jika kalian ingin tau Satria berhasil bertukar nomor dengan sang penjual cilok manis tadi setelah banyak mengeluarkan rayuan mautnya.


Delia juga tadi sempat sedikit berbincang denganya pedagang cilok tadi bernama Suci, dan yang membuat Delia salut walau dia anak yatim piatu tapi dia tetap bisa berkuliah dengan jerih payahnya sendiri.


"Abang kamu beneran suka atau cuma penasaran sama suci tadi ?" Tanyaku sambil memicing, saat ini kami sudah sampai di dalam rumah dengan Icha yang sudah tertidur di gendonganku.


"Entah Abang juga belum tau dek, tapi abang memang tertarik dengannya. dia tambah tahi lalat itu yang membuatnya kian manis hehehe, " Jelas bang Satria sambil cengengesan


"Aku cuma mau yang terbaik aja untuk Abang, toh dia perempuan baik dan mandiri yang aku kenal. keluarga kita juga gak Mandang orang dari kasta kan, yang penting jangan main-main sama dia bang., Suci gak sama dengan perempuan-perempuan yang pernah abang deketin dulu. " Pesanku memberikan nya sedikit nasihat agar bang Satria tak main-main lagi dengan sebuah hubungan.


"Iya sayang abang akan inget itu, Abang gak akan mau nyakitin perempuan karena adek abang juga perempuan dan abang juga terlahir dari seorang perempuan." Janji Satria agar adiknya tak cemas


"Syukurlah bang, tapi jangan terlalu tancap gas lah kalian baru juga kenal hitungan jam tadi. Tapi kalo memang mau serius gpp kok iklas aku di duluin hahaha, "


"Ckck gak salah tuh, yang ada Leon yang udah tancap gas sampe udah siapin rumah buat kamu kan !" Celetuk bang Satria sambil tersenyum miring


"Ehh,... kok.. Abang tau dari mana ?" Tanyaku kaget sampai melotot


Satria malah diam tanpa menjawab pertanyaan Delia, dia malah memilih untuk mengambil Icha yang tertidur makin lelap dalam gendongan adiknya itu. Untuk di pindahkan ke kamar Delia.


Sedangkan Delia memilih mengikuti Satria dari belakang, dia masih nasaran kenapa abangnya bisa tau soal rumah itu. Karena yang Delia tau Leon tak pernah memberitahukan hal itu apalagi dengan orangtuanya.


"Abang Lia tanya serius ihh jawab dulu, kenapa Abang bisa tau soal rumah itu.. ?" Tanyaku ulang saat bang Satria tengah menyelimuti Icha yang makin nyeyak tidurnya


"Sssttt jangan berisik, nanti Icha bangun. " Lirih bang satria melotot padaku


Satria pun memilih keluar dari kamar Delia menuju kamarnya.

__ADS_1


CEKLEK!!


"ishhh Abang jangan kabur, jawab dulu Abang nguntit aku sama Leon ya. " Tuduhku mengikuti sampai kamar


"Abang gak sengaja kali bukan nguntit. emang kerjaan abangmu ini detektif apa!" Jawab bang Satria dengan gemas sambil mencubit pipiku


"Aww Abang sakit lepasin gak, lagian kan aku kaget abang bisa tau soal rumah itu. yang tau kan cuma aku berdua Leon aja, mama sama papa nya aja gak tau. " Dumelku ngomel pada bang Satria


"Hemmm terserah, Lagian kenapa gak di ceritain aja. kalo emang Leon udah siap gitu kenapa gak di segerakan niat baiknya ?" Tanya bang Satria, saat ini kami tengah duduk di balkon kamarnya sambil menikmati minuman soda yang tersedia di kulkas mini kamarnya.


"Ya mau nya juga gitu, tapi entah lah mungkin hatiku masih sedikit bimbang karena kemarin Leon sempat menutupi tentang masa lalunya. " Renungku sambil memandang langit yang hitam karena di guyur hujan


"Namanya juga manusia, mana ada yang gak pernah buat salah selama hidupnya. " Timpal Satria dengan bijak


"Lagian kamu gak kasian apa sama icha yang di oper sana sini sama kalian, kalo dia sampe sakit nanti kita semua pasti sedih. " Terang Satria lagi pada Delia


"Hem, iya juga sih bang.. tau ah jangan pikirin itu dulu yang ada aku mumet ini." Jawabku sambil mengacak rambutku


"Ya udah aku mau tidur duluan aja kalo gitu. abang jangan begadang ya, " Pesanku sebelum keluar dari kamar bang Satria


Sedangkan Satria memilih mencoba berkirim pesan pada Suci sang penjual cilok yang baru di kenalnya tadi sore saat di taman.


🍃🍃🍃


Pagi hari nya seperti biasa Delia bangun lebih pagi karena ada Icha yang harus di urus terlebih dulu.


Setelah menyiapkan semua nya mereka bergegas melanjutkan sarapan pagi setelah itu pergi berangkat ke taman kanak-kanak.


Tok.. Tok.. Tok.. !!


Saat ini Delia sedang duduk di kursi kerja nya setelah mengantar Icha masuk ke kelasnya.

__ADS_1


"Masukk... " Sahutku


"Permisi mbak Lia ini pesenan nya tadi. " Ucap pelayan kantin yang membawa kan jus pokat pesananku, tadi setelah mengantar Icha aku sempat berbelok ke arah kantin memesan minuman.


"Owhh terimakasih ya Atun. " Timpalku padanya yang memang masih muda di bawahku


"Sama-sama mbak, kalau begitu saya permisi. "


Setelah itu Delia melanjutkan lagi pekerjaan nya yang sempat tertunda tadi, sebentar lagi yayasan taman kanak-kanak milik keluarga Delia akan mengadakan perpisahan dan pelepasan untuk murid tahun ajaran Icha saat ini,


Jadi Delia di sibukkan dengan merekap data pengeluaran uang dan apa saja acara yang akan di buat nanti. Terhitung tinggal dua bulan dari sekarang,


Dan tak terasa Icha akan masuk ke sekolah dasar nanti. Delia jadi memikirkan ucapan Satria bahwa manusia itu memiliki kesalahan.,


"Hemm aku juga sebenernya mau nikah sama Leon, tapi kenapa rasanya masih ada sedikit keraguan ya. ckckc ini hati kok suka banget kepo sendiri, " Gumamku melantur


TRINGG !!


Bunyi pesan masuk dalam ponselku.


"Dek, Abang hari ini pulang ! kamu bisa jemput gak di bandara, ?" Isi pesan yang masuk rupanya dari bang Bryan


Beberapa hari yang lalu memang Bryan berangkat ke luar negri untuk kerjaan nya di sana.


"Oke bang nanti aku jemput Abang di bandara, jam berapa take off dari sana ?"


"Kemungkinan jam 10 ini sayang, nanti kalo udah sampai di bandara abang kabari lagi. "


"Ya udah kalo gitu abang hati-hati ya, Oleh-oleh buat Lia jangan lupa. " Tak lupa ku sematkan emot hati dan tawa


BERSUMBANG SAYANG 😉

__ADS_1


__ADS_2