
Saat ini Delia sedang berada di dalam mobil yang di kendarai bang Bryan, Sesuai rencana siang tadi sore ini mereka akan menjemput Icha di rumah Oma, Opanya.
Tadi juga Delia sudah lebih dulu menghubungi baby sitter nya Icha menanyakan keberadaan sang peri kecilnya itu.
"Mau mampir dulu gak dek beli sesuatu ?" Tanya bang Bryan
Delia pun mengalihkan pandangannya dari jendela mobil ke arah bang Bryan yang sedang fokus menyetir karena keadaan yang sedikit macet,
"Boleh bang mampir ke toko kue yang ada di sekitar perjalanan aja. " Jawabku dengan senyum kecil
"Owhh oke kalo gitu. "
"Abang aku boleh nanya ?" Ucapku sambil cengengesan
"Hem... Mau nanya apaan kenapa cekikikan gitu jangan minta yang aneh-aneh ya kamu." Ujar Bryan melihat sekilas ke arah Delia
"Mikirnya jelek bener sama adek sendiri. Aku tuh mau tanya kenapa yang di jodohin kemarin bukan abang duluan tapi malah bang Ryan ?" Dengan alis yang mengekerut dan berpangku tangan Delia bertanya menghadap Bryan
"Abang belum mau aja, Biarin aja Ryan yang lebih dulu toh kamu tau kan abangmu satu itu suka pelupa makanya harus cepet di cariin pasangan. Biar ada yang selalu ingetin dia kalo lagi gak bareng kita, " Jelas bang Bryan
"Bener juga sih tapi masak cuma itu alasan Abang buat belum nikah !"
"Alasan lainnya Abang mau liat kamu dulu yang nikah biar abang lega kamu ada di tangan yang tepat, Walau yang lebih berhak bilang begini Satria tapi Abang dan Ryan juga tetep Abang kamu walau hanya sepupu."
"Kebahagiaan kamu itu yang utama dek. Karena kamu kesayangan kami semua, Jadi mulai sekarang kamu harus mikirin hubungan kamu sama Leon mau di bawa kemana jangan cuma jalan di tempat kayak lagi siap-siap nyebrang. " Jelas bang Bryan dengan senyumnya yang tak pernah pudar
Tapi masih sedikit terselip candaan di perkataannya.
"Iya bang aku ngerti kok, Terimakasih Abang dan yang lain selalu ada buat Delia." Jawabku sambil memberikan kecupan di pipinya
Sesampainya di depan toko kue bang Bryan pun segera memarkirkan mobil, mereka pun bergegas turun untuk membeli buah tangan yang akan di bawa ke rumah orangtua Leon.
Setelah mendapat apa yang di cari mereka pun bergegas melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah Leon.
•
__ADS_1
•
•
Setelah sampai di depan gerbang rumah Leon, bang Bryan pun segera membunyikan klakson agar di bukakan gerbangnya.
Satpam pun segera membukanya karena sudah mengenali siapa yang sedang duduk di dalam mobil tersebut.
"Sore pak kami masuk dulu ya. " Ucapku saat mobil berhenti sebentar di dekatnya
"Sore juga mbak silahkan, kebetulan udah di tunggu sama tuan dan nyonya." Jawabnya
Setelah bang Bryan memarkirkan mobil kami pun bergegas turun dari mobil agar segera bertemu Icha.
Dari jarak dekat sudah terlihat Icha yang sedang berlari akan menghampiri kami, Rupanya Icha beserta orang tua Leon sudah berdiri menyambut kami di teras rumah.
"Mamiiii Daddyy Icha rindu, " Teriak Icha sambil berlari ke arahku
"Mami juga rindu sama kesayangan mami." Ucapku setelah Icha sampai di hadapan kami, tak lupa aku memberikan kecupan sayang di keningnya.
"Icha kangen Daddy juga rindu banget makanya Icha mau boboknya di rumah mami biar nanti bisa main sama Daddy semua hihihi... Icha juga mau makan di suapin mami terus di bacain dongeng. " Jawab Icha dengan celotehnya saat sudah berada di gendongan bang Bryan
"Emang gpp Oma sama Opa di tinggal disini sendiri ?" Tanya bang Bryan iseng setelah puas memberikan ciuman di kedua pipi Icha
"Oma kan gak sendiri ada Opa disini ada pak satpam juga ada mbak nanny sama pelayan yang dirumah. " Jawabnya dengan menyebut satu persatu penghuni rumah dengan jarinya
"Gemesin banget sih anak mami ini ya udah yok kita masuk tuh Opa sama Oma udah nungguin. " Tunjukkan padanya sambil mendekat ke arah orangtua Leon
Sesampainya di depan mereka aku segera menyalam tangan mereka bergatian. Tak lupa memberikan pelukan dan sedikit basa-basi.
"Mama sama Papa gimana kabarnya ?"
"Alhamdulillah sehat sayang, yuk kita masuk aja ngobrol di dalam jangan langsung pulang."
Kami pun segera masuk dan berkumpul di ruang tamu. Aku pun segera meletakkan bawaan kami tadi.
__ADS_1
"Ini apaan nak kok repot banget bawa beginian Hem. "
"Gpp kok ma itu dari bang Bryan bukan Delia."
"Ya udah mama terima, makasih ya Bry. " Ujar mama setelah itu menyuruh pelayan membawa nya masuk ke dalam agar bisa di sajikan
"Icha duduk sendiri dong kasian Daddy nya pegel mangkuin kamu." Ujar papa
"Gak mau Icha mau sama Daddy Opa." Langsung memeluk erat bang Bryan
"Gpp kok om lagian Icha gak berat, " Ujar bang Bryan dengan senyum kecil
Kami pun akhirnya membicarakan banyak hal termasuk pertanyaan orangtua Leon soal hubungan ku dengan anak mereka.
"Papa mau tanya gimana soal hubungan kalian nak ?" Tanya papa sambil menatap ku intens
"Kita serius kok pa sama hubungan ini tapi gak tau kenapa masih ada rasa yang mengganjal di hati Delia." Jelasku perlahan takut membuat mereka salah paham
"Hem apa ini soal Leon sayang. Mama tau mungkin kamu masih ada sedikit keraguan hati sama Leon tapi kalau bisa jangan terlalu lama kalian udah dewasa semua, Apalagi Icha selalu merengek minta tinggal sama kalian berdua kan."
"Tapi semua ada di kamu mama sama papa gak bisa memaksa, jadi jangan sampai kamu terbebani." Jelasnya dengan senyum tulus yang tak pudar
"Baik ma Delia akan segera ambil keputusan yang terbaik buat hubungan ini. Delia cuma butuh waktu sedikit lagi semoga kalian semua bisa sabar, " Tuturku sambil melihat mereka satu persatu yang ada disana
"Iya tapi papa berharap hubungan kalian bisa lebih serius lagi supaya Icha bisa lebih bahagia kalo kalian bisa bersatu." Ucap papa dengan senyum tipis yang tak sampai ke matanya.
Sebenarnya saat mendengar penuturan Delia orangtua Leon sedikit memperlihatkan gelagat aneh, tapi Delia tak menyadari hal itu hanya saja Bryan bisa melihatnya dengan jelas karena mata tajamnya yang jeli.
Tapi untuk sekarang Bryan tak bisa melakukan apapun hanya bisa terus memantau semua yang terbaik untuk kehidupan Delia.
Walaupun rasa curiganya pada masa lalu Leon semakin kuat, Tapi dia tak bisa mengambil tindakan gegabah.
Sekarang yang bisa Bryan lakukan adalah mendiskusikan hal ini dengan Satria dan Ryan terlebih dulu sebelum mengambil tindakan.
🍁🍁🍁
__ADS_1