
Saat ini semua sedang berkumpul di kamar bang Bryan kecuali Icha yang sudah di tidurkan terlebih dulu.
Malam ini sesuai perkataan Bryan dia menunggu jawaban dari Delia.
"Kita ngapain sih ngumpul di kamar kek mau apa aja." Ujar Satria di saat semua baru berkumpul
"Otak nya di reparasi dulu gih bang." Ujarku sewot
"Otak-otak lebih enak lagi dek, " Ujarnya nyeleneh
"Ya ampun bang ishh diem kenapa sih." Geramku sambil melempar guling ke arahnya
"Sat diem dulu kenapa sih. " Ujar Ryan dengan tegas karena kesal dengan tingkah Satria disaat serius begini
"Oke maaf bang, Gue kan cuma mau mencairkan suasana aja. Jangan kayak lagi di dalem kulkas dingin, " Jelasnya sambil beringsut mundur di kepala ranjang saat bang Bryan akan mendekat
Saat ini posisinya Delia sedang duduk bersila di tengah ranjang dan di kelilingi para abangnya secara melingkar.
"Jadi apa yang mau Abang tau. "
"Jadi gimana soal hubungan kamu sama Leon ?" Tanyanya to the poin
"Emangnya kenapa sama mereka bang ?" Ujar bang Ryan
Sedangkan bang Satria masih duduk diam menyimak.
"Gak ada apa-apa tapi Abang cuma mau tanya tentang kejelasannya akan di bawa kemana."
"Ya kan hubungan kami udah jelas bang. Apalagi yang mau di perjelas!" Elakku tak ingin memandang mata bang Bryan
"Dek kalo ngomong liat lawan bicara kamu, " Tegur Ryan
Aku pun berusaha memberanikan diri menatap mata tajam bang Bryan.
"Kamu beneran gak mau jujur sama semua Abang kamu disini."
"Abang kasih kesempatan buat mikir 1menit lebih dari itu kalau ada apa-apa sama hubungan kalian Abang gak akan ikut campur." Tegasnya
Melihat Delia yang sedikit tertekan Satria pun segera mendekapnya untuk memberikan dukungan.
"Kamu cukup jujur sayang kami semua sayang sama kamu. Kami cuma mau yang terbaik."
Sebelum mencurahkan kegundahan hatinya Delia segera mengambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Sebenernya aku udah mau kok serius sama Leon bang tapi entah kenapa di satu sisi aku masih berat untuk berumah tangga sama dia."
__ADS_1
"Seperti masih ada rahasia yang di tutupi sama Leon ke aku dan aku gak tau apa. Makanya aku masih mengulur waktu bukan berarti aku gak mau serius."
"Aku juga disini mikirin perasaan Icha yang masih kecil dia juga butuh sosok ibu walau hanya ibu sambung sekali pun."
Mereka pun masih terus mendengarkan apa yang di curahkan oleh Delia. Mereka hanya ingin Delia berbagi beban pada mereka agar bisa memberikan jalan keluar.
"Entah ini bener atau cuma perasaanku aja, Delia merasa ada yang di tutupi oleh Leon soal status dia yang sebenarnya."
"Kalau pun soal Icha anak adiknya aku percaya karena aku pernah liat sendiri foto adiknya Leon sama suaminya saat Icha masih bayi banget. Jadi gak mungkin mereka berbohong, "
"Tapi kalau soal status Leon itu masih abu-abu bagi aku." Jelasku secara perlahan dan tak ada gurat kesedihan hanya ada rasa penasaran yang amat dalam saat ini.
"Jadi maunya kamu gimana sekarang, Mau lanjut atau udah sampai disini aja ?" Tanya bang Ryan setelah cukup lama mereka diam mendengarkanku
"Entah bang Adek gak tau."
"Menurut bang Bryan gimana ?" Tanya Satria yang dari tadi hanya diam memperhatikan raut wajah Bryan
"Serahin semua di Abang biar abang cari tau dulu sendiri sebenarnya apa yang masih di tutupi oleh Leon. Kamu cukup tunggu kabar dari Abang," Ucapnya sembari memeluk Delia dalam dekapannya
"Kami semua sayang sama kamu dek."
Setelah itu mereka pun memeluk Delia dengan erat tak lupa memberikan ciuman di kening Delia.
"Ya udah sekarang kamu tidur udah malem, Besok biar kamu sama Icha di ajak Satria buat healing biar gak stress."
"Iya biar besok Delia sama Icha aku yang ajak jalan bang kamu tenang aja." Jawab Satria
"Ya udah kalo gitu sekarang bubar buat tidur, " Ujar Bryan dengan tegas
Akhirnya malam panjang itu pun di tutup dengan curahan hati seorang Delia.
•
•
•
Keesokan harinya di saat semua telah menyelesaikan sarapan Ryan lebih dulu pamit untuk pergi bersama Risa calon istrinya.
Sedangkan Bryan pamit untuk ke kantor sebentar setelah itu menemui salah satu orang nya untuk mencari tahu soal Leon.
"Bang aku siapin keperluan kita bentar ya mau ke pantai kan." Ujarku memastikan ajakan bang Satria
"Iya dek siapin baju ganti Icha sama kamu aja, Yang Abang udah ada di mobil."
__ADS_1
"Sini Ichanya sama Daddy kita keluarin mobil dulu biar mami siap-siap." Ujarnya sambil menggendong Icha keluar
Setelah selesai membereskan bawaan Delia segera bergegas menyusul Satria dan Icha yang sudah menunggu di dalam mobil.
Sebelum pergi juga Delia sudah terlebih dulu memberi kabar pada Leon bahwa akan mengajak Icha ke pantai.
Tapi tak ada balasan yang di terimanya. Delia berpikir mungkin Leon ada pekerjaan lain, Padahal terhitung sudah dua hari ini Leon dan dia hanya beberapakali berbalas chatting.
Biasanya Leon akan menyempatkan waktu untuk menelpon Delia tapi sudah dua hari ini tak ada telpon masuk darinya sama sekali.
Itu membuat keraguan di hati Delia tambah menjadi untuk ke hubungan serius saat ini.
Sesampainya di pantai kami pun bergegas keluar untuk menikmati cuaca yang pas karena hari tak terlalu panas malah sedikit mendung.
"Daddy ayo kita buat istana pasir, " Ajaknya dengan sedikit berlari
"Pelan-pelan sayang nanti jatuh."
Sedangkan Delia hanya memperhatikan apa yang dilakukan Satria dan Icha dari bangkunya.
TRINGG !!
Saat aku sedang menikmati es kelapa muda, handphone ku berdering ada telpon masuk.
"Ehh Aldo ngapain nih anak tumben. " Gumamku disaat melihat nama penelpon
"Hallo Al ada apa ?"
"Lo lagi dimana Lia ?" Tanyanya dari sebrang telpon
"Ha kenapa sih emang, gue lagi di pantai sama Icha dan bang Satria."
"Seriusan gue nanya, "
"Lah iya Bambang emang Lo dimana sih ?"
"Gue lagi di luar negri ada pekerjaan disini, Ya udah kalo gitu gue matiin telponnya."
"Dasar gak waras ya Lo nelpon gue buat ngabarin itu emang gue Oliv apa. " Gerutuku mengomelinya
"Hehehe ya maaf kan iseng. Oliv mah udah tau gue berangkat ya udah gue matiin havefun ya Del jangan banyak pikiran."
Setelah itu Aldo langsung mematikan telpon secara sepihak.
"Itu anak kenapa dah kurang vitamin apa kelebihan ASI dulu kok gak jelas banget ishh bikin kesel. " Gumamku lirih menggerutu
__ADS_1
Disaat aku mengalihkan pandangan ke arah bang Satria dan Icha rupanya mereka sedang berjalan kembali ke arahku.
🍁🍁🍁