Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Pulang Bersama


__ADS_3

Sehari setelah pertemuan Delia dan Rena saat itu, sekarang Delia tengah duduk manis di kursi penumpang yang saat ini tengah membawanya bersama Satria, Bryan dan Ryan menuju ke bandara.


Sesuai jadwal hari ini mereka akan pulang ke tanah air dengan semua tugas yang sudah menunggu dan menumpuk.


Sedangkan Leon saat ini sudah menunggu di bandara karena dia memilih pulang bersama Delia,


Hal ini pun sudah di ketahui oleh ketiga abang nya dan mereka sudah memaklumi dan memaafkan Leon karena jika dipikir itu masih hal wajar,


Tapi jika sekali lagi hal seperti ini terulang mereka akan langsung menjauhkan Delia dari Leon dan mem-blacklist laki-laki tersebut.


Dan soal Rena, Delia sudah sempat berpesan sebelum dia pulang di jemput Leon agar Rena mau menjalani pengobatan dengan semangat agar Rena bisa menyusul nya ke Indonesia,


Karena menurut cerita Leon waktu itu sebenarnya Rena masih bisa sembuh jika dia punya semangat untuk berjuang melawan sakit.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kembali ke Delia dan ketiga saudaranya saat ini mobil taxi yang mereka tumpangi sudah masuk ke dalam bandara,


Saat Bryan sudah melakukan pembayaran mereka masuk dengan membawa koper masing-masing tapi di tangan Ryan ada satu tambahan koper berisi oleh-oleh untuk mereka yang ada di tanah air,


Dari jauh Delia sudah bisa melihat Leon yang saat ini tengah berdiri dengan koper di samping nya tak lupa kacamata hitam yg pas di hidung mancungnya.


Membuat Leon tak kalah gagah dengan Bryan, sedangkan Leon sudah mengembangkan senyum nya saat melihat sosok wanita yang di cintai ya sedang menghampiri.


"Hey kamu udah lama mas. maaf ya agak telat soalnya bangunin bang Satria tuh susah banget. " Curhatku saat sudah berada di depan nya


"Gpp sayang mas juga belum lama sampe kok,_ "


"Eh apasih kamu nyalahin abang yang ada kamu tuh mandi aja lelet bener, " Cibir Satria tak terima


"Kalian suka bener deh debat sana nyalon aja buat jadi Mentri biar bisa debat. " Omel Ryan saat duduk menunggu


"Gak berminat. " Jawab mereka telak


"Hiss gemes abang sama kalian, " Ujar Ryan melotot melihat kelakuan Satria dan Delia


"Udah duduk kalian berdua udah besar gak ada malu sama sekitar apa. " Tegas Bryan yang mana membuat kedua adiknya langsung menurut


Sedangkan Leon hanya menahan senyum melihat Delia yang mendudukkan diri di sebelahnya dengan bibir manyun dengan pipi menggembung. membuat nya gemas ingin mencium, tapi melihat situasi yang tak mendukung Leon pun menunda niatnya.

__ADS_1


"Bibirnya di kondisi kan dong sayang mas gemes liatnya." Celetuk Leon dengan melasnya


"Bibir aku kenapa emang ?" Sambil meraba bibirnya, yang mana membuat Leon tambah tergoda


"Sayang please aku tau kamu bukan anak polos. jangan buat aku kelepasan disini, " Dengan lirih Leon berkata sambil memandang bibir merah Delia


"Hehehe iya mas maaf gak lagi deh."


"Awas aja kalo udah pulang habis kamu mas makan. " Dengan sebal Leon mencubit pelan pipi Delia


"Aww sakit mas, lagian aku makanan apa dihabisin, " Dumelku


Sedangkan ketiga abang Delia hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan kedua anak manusia yang sudsh berbaikan tersebut setelah sebelumnya negara api menyerang😌


"Terosss lanjut aja anggap kita kentut yang cuma numpang lewat, " Cibir Satria


"Dih kalo sirik bilang bang, makanya jangan cuma koleksi aja tapi cari yang pasti. " Ejekku sambil menjulurkan lidah


"Udah jangan di perpanjang itu pesawat tujuan kita udah di umumkan."


Setelah itu mereka bergegas memasuki pesawat.


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Kira-kira gimana ya hubungan Delia sama Leon ?" Celetuk Oliv


"Semoga aja bang Bryan bisa kasih solusi, toh kalo di pikirin lagi masalah antara mereka itu gak besar bisa di bilang sepele. " Jelas Reyhan


"Bener sih karena ini cuma masalah status Leon aja, " Timpal Aldo


"Tapi juga gak bisa gitu, Leon tetep salah karena gak mau jujur. " Ujar Oliv dan di iyakan oleh Reyna


"Ya tapi kan pasti ada alasannya kenapa Leon gak jujur. "


"Ya gak bisa gitu lah tetep aja salah. " pungkas Reyna


"Iya deh makhluk tuhan paling seksih selalu benarr kalo salah pun kembali ke pasal number one. " Cibir Aldo


"Kita mah cuma terima nasib Al karena udah masuk ke server bucin akut sama pawang. " Ujar Reyhan nyeleh sambil cekikikan

__ADS_1


"Terima nasib makanya. " Sambar Oliv


Setelah itu mereka tertawa bersama.


"Tapi kalo di pikir lagi sih emang gak ada salahnya juga kalo Delia kasih kesempatan sama Leon, karena kasian sama Icha kalo Delia sampe putus sama Leon kah. " Celetuk Reyna di sela tawanya


"Iyasih kasian anak sekecil itu udah di tinggal orangtua sedari bayi dan saat udah sayang sama seseorang masak harus kehilangan lagi. " Ucap Oliv lirih


"Sekarang kita doakan aja yang terbaik buat mereka berdua. "


"Eh tapi katanya hari ini Delia mau balik kan, ?" Tanya Aldo


"Iya paling sampe nya malem disini kan kita beda berapa jam. " Ujar Reyhan


"Bener sih semoga aja oleh-oleh yang aku pesen di bawa sama dia. " Celetuk Oliv cekikikan


"Kebiasaan kamu Liv yang di tunggu bukan Delia malahan oleh-oleh nya, " Cibir Reyna sambil tepok jidat


"Aldo gak pernah kali beliin Oliv oleh-oleh kalo lagi tugas keluar kota atau negri. " Ejek Reyhan


"Apaan jangan asal Lo, yang ada di kuras terus gue untung cinta. " Gumam Aldo lirih padahal tetap terdengar oleh mereka


Sedangkan Delia yang saat ini tengah bersandar pada Leon meresakan telinga nya panas seperti ada yang sedang membicarakan nya.


"Ishh siapa yang lagi gibahin aku, " Gumamku lirih


"Kamu kenapa sayang ?" Tanya Leon karena mendengar sayup-sayup suara Delia


"Hem gpp kok mas aku ngantuk aja."


"Ya udah tidur lagi gih. nanti kalo Ampe bandara mas bangunin, "


Setelah itu Delia benar-benar terlelap dalam tidurnya mungkin memang kelelahan jadi langsung terpejam.


Sedangkan Leon melirik dari samping dengan tangan yang tak lepas memeluk tubuh kecil Delia memberikan kehangatan,


Sedangkan seseorang di sebelah mereka hanya memperhatikan dalam diam dengan mata tajamnya.


"Abang cuma berharap kamu bahagia dek, cukup sekali kamu di sakiti sama dia. kalau sampai itu terjadi lagi abang gak akan segan buat bawa kamu jauh dari dia termasuk keluarga kita, karena kamu lebih dari segalanya buat abang sayang." Gumam Bryan dalam hati dengan mata yang tak lepas memandang Delia yang kini tengah terlelap di pelukan Leon.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2