Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Belanja


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam dari bandara ke apartemen, akhirnya kami semua pun sampai.


Walaupun tadi sebelumnya sempat berbelok terlebih dulu ke resto cepat saji untuk makan.


Saat memasuki apartemen mataku disajikan dengan pemandangan gedung tinggi di negara ini, Karena terlihat langsung dari kaca jendela yang luas tanpa sekat.


"Padahal kita udah lama gak pulang bang, kok dalemnya tetep bersih debu pun gak ada ?" Tanyaku pada bang Bryan sambil melihat sekeliling apartemen yang tampak bersih


"Ya kan sebelum kita pulang abang telpon bagian cleaning servis buat bersih-bersih dek. " Jawab bang Ryan menyela pertanyaanku


"Owhh pantesan adem."


"Ya udah sekarang kalian masuk ke kamar masing-masing dulu buat istirahat. kita baru sampe biar nanti sore kita keluar buat jalan-jalan." Ujar bang Bryan pada kami semua


Akhirnya kami pun membubarkan diri untuk masuk ke kamar masing-masing sambil membawa koper.


Kamarku terletak di lantai atas bersebelahan dengan kamar bang satria dan satu kamar tamu. sedangkan bang Bryan dan bang Ryan di lantai bawah.


"Akhirnya ketemu juga sama kasur, waktu nya metime buat rebahan ke alam mimpi, " Gumamku lirih saat sudah memasuki kamar


Sebelum tidur aku pun terlebih dulu membersihkan diri agar lebih segar.

__ADS_1


🍃🍃🍃


Sesuai janji bang Bryan sore ini kami semua sedang dalam mobil yang di kendarai bang Ryan untuk sekedar jalan-jalan keluar sekalian membeli bahan makanan untuk selama di apartemen.


"Kita mau langsung ke mall apa jalan-jalan dulu nih ke taman sekitar sini ?" Tanya bang Satria padaku


"Langsung ke mall aja lah bang. kalo ke taman kan bisa sambil jalan kaki dari apartemen. " Ucapku tanpa melihatnya karena sedang berbalas pesan dengan para sahabat


"Kepala kamu gak pegel apa dek nunduk Mulu."


"Ya pegel mau gimana lagi tapi, aku lagi balesin chat mereka nih yang pada ribut pesen oleh-oleh. baru juga sampe sini udah di cecer aja. " Dumelku pada mereka


"Walau sahabat mu pada nyeleneh gitu mereka kan sayang sama kamu. " Sela bang Bryan


"Ya udah matiin dulu tuh hp nya kita udah sampe ini di mall." Ujar bang Ryan


Kami pun bergegas turun dari parkiran dan masuk ke dalam mall mewah yang ada di negara ini.


🍃🍃🍃


Sesampai di dalam mataku di manjakan dengan berbagai macam brand ternama yang berjajar di berbagai toko.

__ADS_1


"Surga dunia ini namanya beneran fresh pikiran ku dibawa kesini bang hihi. " Ujarku pada mereka sambil cekikikan membayangkan akan berbelanja di dalam sini


"Udah kodratnya kaum cewek kali ya selalu happy kalo di bawa belanja." Celetuk bang Satria sambil melihat interior di dalam mall


"Gak semua juga kali buktinya calon bini abang gak suka malahan, kalo dia bilang terlalu pemborosan." Ucap bang Ryan


"Intinya balik ke diri masing-masing aja mau memanjakan diri sendiri lewat apa selagi gak mengganggu orang lain. itu berlaku buat kaum cewek atau pun cowok." Jelas bang Bryan yang saat ini mengajak kami berbelok ke toko pakaian


"Ya udah kita pisah disini bang buat milih siapa tau ada yang nyantol kan."


"Iya kalo bang Ryan yang nyantol pakaian. tapi kalo bang Satria pelayan tokonya yang nyantol." Cibirku sambil menjulurkan lidah mengejek mereka


"Kebiasaan dia bang untung sayang, kalo gak udah di karungin." Balas bang Satria


"Ya ampun bosen denger kalian debat. sana bang bawa Lia pilih pakaian. " Ujar bang Ryan mengusir kami


Karena malas berdebat aku pun langsung mengajak bang Bryan melihat ke sebelah siapa tau ada yang bagus.


Cukup lama kami menghabiskan waktu di dalam mall karena tanpa terasa hari mulai malam.


Belanjaan pun sudah banyak, sebenarnya yang belanja di sini lebih banyak aku sendiri.

__ADS_1


Tak lupa juga tadi kami berbelanja kebutuhan di dapur, puas mengelilingi mall aku pun mengajak mereka untuk pulang ke apartemen.


🍃🍃🍃


__ADS_2