
indah pemandangan yang nena lihat diatas balkon itu, tapi tetap saja rasa bersalahnya terhadap Satri masih terlintas dalam pikirannya
zyan merangkul Nena dari belakang, mengecup rambut Nena dengan belaian lembut
"apa yang kamu pikirkan sayang, aku disini bersamamu!" zyan membalikkan badan Nena
cupp
zyan mencium bibir nena kilas,
"apa kamu tidak memikirkan perasaan istri kamu zyan?"
"hahaha, untuk apa kamu membahas wanita tidak penting itu!"
"zyan dia istri kamu, dan yang kudengar dia sedang mengandung anakmu?"
"sayang, awalnya akupun percaya dengan omong kosongnya itu, tapi yang harus kamu tahu dia telah membohongi aku! ya wanita sialan itu menginginkan agar aku selalu berada disampingnya"
"kamu tahu sayang semenjak kebenaran itu terbongkar, aku langsung mencari kamu, ya lucunya ternyata kamu berhenti direstoranku malah kamu bekerja direstoran mamahku, haha"
"apaa, jadi restoran tempat aku bekerja sekarang ini punya mamah kamu? pantesan dengan mudahnya kamu bisa langsung menjabat manager" menepuk dada bidang zyan
"sayang, apa kalau sekarang ini aku menggugat cerai pita, kamu akan melakukan hal yang sama terhadap satria" cck, sebuah pertanyaan yang tak mungkin akan nena jawab
"sayang, baiklah untuk sekarang ini aku tidak akan memaksamu, tapi aku akan tetap menceraikan pita" dengan entengnya zyan mengatakan hal itu ditambah senyum yang manis terukir di bibirnya
tetap tidak ada jawaban dari Nena, ia hanya membalas senyuman zyan
--------
"morning babe!"
cupp, zyan menciumi kening Nena
__ADS_1
"morning"
"bersiaplah sayang hari ini aku ingin mengajak kamu kesuatu tempat!" nena tersenyum mendengar ucapan zyan, keduanya bersiap Nena memasuki kamar mandi, sementara zyan menghisap rokoknya sembari tersenyum memikirkan kisah cintanya dengan nena yang akan dimulai lagi.
zyan merangkul pinggang Nena menaiki lift, zyan melajukan mobilnya ketempat yang dia dan Nena tuju, "pantai zyan?" tanya nena
"ya kamu suka?"nena tersenyum dan menganggukkan kepalanya
keduanya berpegang tangan" zyan apa yang kamu maksud urusan pekerjaan itu tidak ada?" mata nena menerawang wajah zyan,q
"ya, maaf aku hanya beralasan"
"kau ini zyan" Nena mencubit cubit pinggang zyan
"hentikan sayang, hehe"
keduanya berlarian kederuan ombak yang datang memainkan air pantai itu, cipratan air itu membuat baju Nena dan zyan sedikit basah" hahaha" tawa mereka terdengar
zyan mendekati nena "sayang apa kamu bahagia?" tanya zyan yang memeluk Nena
"anggaplah ini bulan madu untuk kita sayang" kini zyan mencium bahkan ******* bibir nena tanpa memperhatikan orang2 sekitar yang tengah memandangi kearah mereka
"sebentar sayang, aku ambil sesuatu dulu" ucap zyan yang meninggalkan nena sebentar
zyan menghampiri nena yang tengah asik memandangi lautan luas itu
"sayang" ucapan zyan menghentikan pandangan Nena
"kamu dapet gitar dari mana zyan"
"tuh pengamen disana" zyan memberikan isyarat dengan bibir yang dia majukan
"buat princess zyan kupersembahkan lagu spesial ini untuk kamu" ucap zyan yang membuat raut wajah nena merona melihat tingkah romantis zyan
" jauh waktu berjalan kita lalui bersama,,
__ADS_1
" betapa di setiap hari,,
" ku jatuh cinta padanya,,
"dicintai oleh dia kumerasa sempurna,,
" semua itu karena dia,,
" oh tuhan kucinta dia,,
" ku sayang dia,,
" rindu dia,,
" inginkan dia,,
" utuhkanlah rasa cinta dihatiku,,
" hanya padanya,,
" untuk dia..!!
nena menangis mendengarkan lagu yang zyan nyanyikan diiringi dengan petikan gitar yang menambah ke romantisan disetiap liriknya
"babe, kenapa kamu menangis" zyan langsung memeluk tubuh nena,
" I love u Nena" zyan mencium pucuk kepala Nena
"hiks...hikkks, love u too zyan
keduanya berhadapan, " kamu maukan kita memulainya dari awal lagi kisah cinta kita ini?" tanya zyan, nena mengangguk
"aww" Nena memijat pelipisnya
" kenapa sayang, kamu sakit?"
__ADS_1
"kepalaku sakit zyan, mungkin efek dari bajuku yang basah ini" tunjuk nena pada bajunya
keduanya pun kembali ke mobil untuk menuju hotel