Secret Love Affair

Secret Love Affair
32


__ADS_3

apakah yang engkau cari


tak kau temukan dihatiku


apakah yang engkau inginkan


tak dapat lagi ku penuhi


mungkin aku tidaklah sempurna


tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku


mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku


😫😥😥


saat terindah saat bersamamu


begitu lelapnya akupun terbuai


sebenernya aku telah berharap


ku kan memiliki dirimu selamanya


segenap hatiku luluh lantak


mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu


sungguh ku tak mampu tuk meredah kepedihan hatiku


untuk merelakan kepergianmu


🙅🙅🙅🙅


"assalamualaikum" ucap tamu didepan rumah Nena


"wa'alaikum salam" jawab kedua orang tua nena


"nak zyan, mari masuk?!" ucap ibu


"bagaimana keadaan nena pak?" tanya zyan sembari meletakan bingkisan buah-buahan dimeja tamu


"Alhamdulillah sudah membaik nak, cuma akhir2 ini lebih banyak berdiam nak!" ucap bapak


dikamar Nena, ibu mendapati nena yang tengah berdiri memandang kearah luar cendela

__ADS_1


"kamu baik2 saja nak, ada zyan didepan"


"suruh dia pulang Bu, aku sedang tidak ingin bertemu siapa pun?"


"temuilah sebentar Nena, kasihankan dia datang dari jauh untuk menemui kamu, ibu bikinkan minum untuk zyan dulu yah!" ibu meninggalkan nena yang masih mematung


"nah ini nena, bapak tinggal dulu yah nak zyan" ucap bapak


Nena berjalan tanpa memperhatikan zyan, duduk disamping rumahnya disebuah batu besar tempat ia dan keluarganya biasa bercengkrama


zyan tersenyum "aku ingat pas dulu makan rujak kelapa disini sama kamu" zyan mencoba mengingat masa2 indah dulu bersama Nena


"apa pita mengetahui tentang hubungan kita?" Nena berbicara pelan dengan tatapan kosong dimatanya dan tidak mendengarkan zyan yang tengah mengembalikan masa indah dulu dengan dirinya


"sepertinya" zyan mengkerdipkan pundaknya


"kamu tahu zyan, ada hubungan apa pita dan satria?"


zyan terdiam, zyan bukan tidak ingin memberi tahu nena tentang apa yang ia ketahui tapi ia bukanlah anak kecil yang akan memberi tahukan kejelekan lawannya, karena ia ingin nena mengetahui sendiri dan bukan darinya


"aku rasa keguguranku kemarin ada hubungannya dengan hubungan tidak sehat kita zyan!"


"tidak Nena, jangan berfikir seperti itu, itu real sebuah takdir!"


"aku rasa kita harus mengakhirinya segera zyan!"


"aku tidak bisa Nena, please jangan bicara seperti itu, aku mencintai kamu, aku nggak bisa hidup tanpa kamu!" zyan memohon kehadapan nena


zyan berusaha menarik tangan nena yang akan pergi kedalam rumahnya tapi langkahnya terhenti kala tubuhnya ambruk


bruugghh


zyan tersengkur oleh hantaman keras diperutnya


"b*ngsat, kenapa lo bikin nena gue nangis" ucap satria yang datang tiba-tiba


pergulatan keduannya terjadi


banyak kerumunan orang yang menyaksikan kejadian itu, tontonan gratis enggan tetangga nena untuk lewatkan


"stoppp" teriak Nena "pergi kalian berdua dari sini!"


braakk


Nena membanting keras pintu rumahnya, membuat ayah dan ibu nena terperanjat kaget

__ADS_1


"kenapa kalian seperti ini lagi Haah?" marah ayah nena


"zyan pulanglah" ucap ayah


zyan berjalan sempoyongan kedalam mobilnya


"masuk dan bersihkan lukamu satria" ucap ayah


tanpa memperdulikan sakit akan lukanya akibat pergulatannya dengan zyan tadi, Satria tak henti2nya mengetuk pintu kamar nena


"sayang buka, kita perlu bicara!"


"Nena"


"Nena, nak buka kamu tidak bisa berdiam diri untuk menyelesaikan masalah" ucap ibu dan bapak ikut memanggil nena dikamarnya


sudah lewat magrib nena tidak kunjung membuka pintu kamarnya, setelah shalat magrib satria mengetuk pintu kamar nena Kembali


"sayang, buka kamu harus makan!"


"Nena, keluar Nena"


satria sedikit menaikan emosinya


"Nena keluar, kamu harus jelasin ada hubungan apa kamu sama zyan?"


Nena membuka kamarnya


"bukan aku yang mesti jelasin, tapi kamu bang? ada hubungan apa kamu sama pita, sampai pita berani hilangin nyawa bayi aku, kenapa bang, kenapa..?" nena menangis memukul dada Satria


"please, na jangan seperti ini"


"kenapa kamu nggak jawab bang? kenapa? atau kamu bahagia udah berhasil hilangin bayi aku? perg kamu dari sini bang! pergi" nena menangis histeris


ibu dan ayah menenangkan pertengkaran kedua pasangan suami istri itu,


"tenang Nena, tenang!" pinta ibu


"nak satria, biarkan nena merasa tenang dulu bersama kami, kamu pulanglah kerumahmu..


"suruh dia pergi Bu, pak aku nggak mau lihat dia lagi!" teriak nena


"ibu bapak saya pamit dulu tolong jaga nena" ucap satria lirih ia menatap nena dengan kepiluan


maafkan aku nena, ini sungguh berat untuk Aku meninggalkan kamu seperti ini, tapi aku tidak ingin merasa kamu bersedih dengan kehadiranku sekarang

__ADS_1


ibu dan ayah masih menenangkan diri Nena, kedua orang tua nena berat untuk meminta satria meninggalkan rumahnya itu mengingat malam yang sudah larut dan hujan yang tengah membasahi bumi


__ADS_2