
apakah yang engkau cari
tak kau temukan dihatiku
apakah yang engkau inginkan
tak dapat lagi ku penuhi
mungkin aku tidaklah sempurna
tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku
mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku
😫😥😥
saat terindah saat bersamamu
begitu lelapnya akupun terbuai
sebenernya aku telah berharap
ku kan memiliki dirimu selamanya
segenap hatiku luluh lantak
mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu
sungguh ku tak mampu tuk meredah kepedihan hatiku
untuk merelakan kepergianmu
🙅🙅🙅🙅
"assalamualaikum" ucap tamu didepan rumah Nena
"wa'alaikum salam" jawab kedua orang tua nena
"nak zyan, mari masuk?!" ucap ibu
"bagaimana keadaan nena pak?" tanya zyan sembari meletakan bingkisan buah-buahan dimeja tamu
"Alhamdulillah sudah membaik nak, cuma akhir2 ini lebih banyak berdiam nak!" ucap bapak
dikamar Nena, ibu mendapati nena yang tengah berdiri memandang kearah luar cendela
__ADS_1
"kamu baik2 saja nak, ada zyan didepan"
"suruh dia pulang Bu, aku sedang tidak ingin bertemu siapa pun?"
"temuilah sebentar Nena, kasihankan dia datang dari jauh untuk menemui kamu, ibu bikinkan minum untuk zyan dulu yah!" ibu meninggalkan nena yang masih mematung
"nah ini nena, bapak tinggal dulu yah nak zyan" ucap bapak
Nena berjalan tanpa memperhatikan zyan, duduk disamping rumahnya disebuah batu besar tempat ia dan keluarganya biasa bercengkrama
zyan tersenyum "aku ingat pas dulu makan rujak kelapa disini sama kamu" zyan mencoba mengingat masa2 indah dulu bersama Nena
"apa pita mengetahui tentang hubungan kita?" Nena berbicara pelan dengan tatapan kosong dimatanya dan tidak mendengarkan zyan yang tengah mengembalikan masa indah dulu dengan dirinya
"sepertinya" zyan mengkerdipkan pundaknya
"kamu tahu zyan, ada hubungan apa pita dan satria?"
zyan terdiam, zyan bukan tidak ingin memberi tahu nena tentang apa yang ia ketahui tapi ia bukanlah anak kecil yang akan memberi tahukan kejelekan lawannya, karena ia ingin nena mengetahui sendiri dan bukan darinya
"aku rasa keguguranku kemarin ada hubungannya dengan hubungan tidak sehat kita zyan!"
"tidak Nena, jangan berfikir seperti itu, itu real sebuah takdir!"
"aku rasa kita harus mengakhirinya segera zyan!"
"aku tidak bisa Nena, please jangan bicara seperti itu, aku mencintai kamu, aku nggak bisa hidup tanpa kamu!" zyan memohon kehadapan nena
zyan berusaha menarik tangan nena yang akan pergi kedalam rumahnya tapi langkahnya terhenti kala tubuhnya ambruk
bruugghh
zyan tersengkur oleh hantaman keras diperutnya
"b*ngsat, kenapa lo bikin nena gue nangis" ucap satria yang datang tiba-tiba
pergulatan keduannya terjadi
banyak kerumunan orang yang menyaksikan kejadian itu, tontonan gratis enggan tetangga nena untuk lewatkan
"stoppp" teriak Nena "pergi kalian berdua dari sini!"
braakk
Nena membanting keras pintu rumahnya, membuat ayah dan ibu nena terperanjat kaget
__ADS_1
"kenapa kalian seperti ini lagi Haah?" marah ayah nena
"zyan pulanglah" ucap ayah
zyan berjalan sempoyongan kedalam mobilnya
"masuk dan bersihkan lukamu satria" ucap ayah
tanpa memperdulikan sakit akan lukanya akibat pergulatannya dengan zyan tadi, Satria tak henti2nya mengetuk pintu kamar nena
"sayang buka, kita perlu bicara!"
"Nena"
"Nena, nak buka kamu tidak bisa berdiam diri untuk menyelesaikan masalah" ucap ibu dan bapak ikut memanggil nena dikamarnya
sudah lewat magrib nena tidak kunjung membuka pintu kamarnya, setelah shalat magrib satria mengetuk pintu kamar nena Kembali
"sayang, buka kamu harus makan!"
"Nena, keluar Nena"
satria sedikit menaikan emosinya
"Nena keluar, kamu harus jelasin ada hubungan apa kamu sama zyan?"
Nena membuka kamarnya
"bukan aku yang mesti jelasin, tapi kamu bang? ada hubungan apa kamu sama pita, sampai pita berani hilangin nyawa bayi aku, kenapa bang, kenapa..?" nena menangis memukul dada Satria
"please, na jangan seperti ini"
"kenapa kamu nggak jawab bang? kenapa? atau kamu bahagia udah berhasil hilangin bayi aku? perg kamu dari sini bang! pergi" nena menangis histeris
ibu dan ayah menenangkan pertengkaran kedua pasangan suami istri itu,
"tenang Nena, tenang!" pinta ibu
"nak satria, biarkan nena merasa tenang dulu bersama kami, kamu pulanglah kerumahmu..
"suruh dia pergi Bu, pak aku nggak mau lihat dia lagi!" teriak nena
"ibu bapak saya pamit dulu tolong jaga nena" ucap satria lirih ia menatap nena dengan kepiluan
maafkan aku nena, ini sungguh berat untuk Aku meninggalkan kamu seperti ini, tapi aku tidak ingin merasa kamu bersedih dengan kehadiranku sekarang
__ADS_1
ibu dan ayah masih menenangkan diri Nena, kedua orang tua nena berat untuk meminta satria meninggalkan rumahnya itu mengingat malam yang sudah larut dan hujan yang tengah membasahi bumi