
pita termenung di sofa apartemen satria, ia mengingat kembali ketika dirinya dan satria bertemu disaat dirinya yang sedang putus asa mengandung seorang bayi yang ayah nya saja tidak mau untuk mengakuinya
"hei apa yang kamu lakukan? kau mau loncat kesana" ucap satria melihat ke tepi jurang
"jangan ikut campur, kau tidak tahu apapun yang aku alami" ucap pita
"haha, aku tahu paling juga kau hamil, dan pria yang menghamilimu tidak ingin bertanggung jawab dan malah meninggalkanmu, Apa aku benar?"
"diamlah"
"oke, oke baiklah kau bisa loncat sekarang, tapi satu hal aku ingin memperingatkan mu, dibawah sana banyak bebatuan dan pohon besar, jika kau loncat dari sini, jelas ketika kau turun semua tulang2 mu pasti remuk bahkan tubuh indah dan wajah cantikmu pasti hancur seketika ketika ranting2 pohon itu menusuk kulit putihmu" satria menelan ludahnya dengan menahannya kesakitan agar wanita yang baru dikenalnya itu merasa ketakutan
pita memundurkan langkahnya, ia merasa takut dengan ucapan pria yang baru dikenalnya itu.
"kenapa kau mundur, aku sudah mempersiapkan ponselku untuk merekam aksi nekatmu" satria memperlihatkan layar ponselnya
"gila, semua pria memang sama saja, hiks..hikss" pita menghapus air mata yang jatuh dipipinya
"wah kenapa kamu menangis, lihat ing*smu keluar, sungguh menjijikkan" satria mengkeritnya wajahnya
"ya kamu benar, aku hamil dan pria yang menghamiliku tidak mau bertanggung jawab"
"upps, kenapa kamu menceritakannya padaku?"
"entahlah, aku sudah berusaha menyimpan rasa sedihku sendirian selama ini, orang yang menghamiliku meminta aku untuk design dari kantornya karena dia tidak ingin nama baiknya tercoreng, apa dia tidak egois menurutmu?"
"entahlah, apa kau yakin dia pria yang menghamilimu?" tanya balik satria
"sudahlah memang tidak ada gunanya aku bercerita ini semua padamu!"
"haha, maafkan aku!" ucap satria "namaku satria, dan siapa namamu?" tanya satria
"akuuu..pita, ah tolong perutku sakit, sakit sekali... tolong aku..!"
"kamu kenapa pit?"
__ADS_1
"se.. sepertinya aku mau melahirkan, tolong aku.."
satria menggendong tubuh pita membawanya kerumah bersalin terdekat
"oaaa..ooaaa.." tangis bayi pecah mengisi rumah bersalin itu
seorang bidan memberi tahu Satria kalau proses bersalin pita telah selesai dan berjalan lancar dan mengira satria adalah ayah dari bayi tersebut memintanya untuk mengadzani dan membacakan kalimat syahadat untuk bayi itu
Satria meng-iyakan ucapan bidan dan langsung menghampiri bayi yang ada di samping brankar pita, ada kesedihan dan rasa iba ketika satria menatap bayi perempuan yang baru dilahirkan wanita yang baru saja ia kenal itu.
"kenapa kamu melakukan hal itu" tanya pita
"karena aku perlu melakukannya" ucap Satria
"apa kamu sudah memberi tahu kabar gembira ini kepada orang tuamu atau keluargamu?" tanya satria
"aku sudah tidak punya siapa2 lagi" ucap pita menangis
satria semakin bersalah jika harus meningkatkan pita dan bayinya itu , Satria membopong pita dan bayinya untuk tinggal bersama dengannya dirumah neneknya,
kedatangan pita disambut baik2 oleh nenek satria, nenek satria ikut berperan dalam mengurus anak perempuan pita
"apa pandangan orang-orang disekitarmu jika aku tinggal bersamamu satria?"
"jangan pikirkan itu, karena sebentar lagi aku harus pergi! meninggalkan kamu dan nenekku disini, kami mau menjaga nenekku?" tanya satria
nena menganggukkan kepala "tentu, Karena selama ini nenekmu juga baik terhadap ku dan Aulia" ucap pita sembari menggendong anaknya yang sudah berumur satu tahun itu.
"lalu kenapa kamu yang harus pergi, biar aku Saja dan Aulia yang pergi jika kamu merasa tidak nyaman?"
"maaf bukan begitu, tapi..." satria menggantung ucapannya dan tersenyum lebar "aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahku di Cairo" kini satria memeluk pita
"benarkah itu, aku turut bahagia mendengarnya" kini pandangan mereka bertemu
"dalam waktu berapa lama?" tanya pita
__ADS_1
"lima tahun" ucap Satria
pita merasa sedih dengan ucapan satria
"aku usahakan untuk pulang setiap tahun, aku ingin mapan pit, doakan aku? aku berjanji padamu sepulangku dari sana aku akan segera menikahimu dan satu hal lagi ajarkan pada aulia kalau aku papahnya, karena aku sangat menyayanginya" satria mencium bayi mungil itu
pita menangis mendengar ucapan satria, keduannya berciuman untuk salam perpisahannya.
Satria tidak pernah ingkar ia selalu menyempatkan pulang walau hanya satu tahun sekali untuk melihat keadaan pita, aulia dan neneknya
sampai pada kepulangannya yang ke empat kali itu, ia mendapati neneknya ya sering sakit2an dan tak lama kemudian nenek Satria meninggal
sejak saat itu Satria tidak ingin meneruskan kuliahnya dicairo.
"benarkah kamu ingin memutuskan untuk selalu disini satria?" tanya pita
"iya benar, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak bila meninggalkan Kalian berdua" ucap satria
pita tetap tinggal dirumah satria dan Satria memilih untuk mengontrak, karena ia ingin menjauhi pitnah dan menjauhi godaan setan,
"aku akan menikahi kamu satu bulan lagi pit!"
"benarkah satria, terimakasih satria" keduannya berpelukan dalam kebahagiaan
sampai saat itu satria selalu menghargai pita dan tidak pernah menyentuh pita lebih terkecuali hanya sebuah kecupan di kening dan bibir.
dalam waktu 1 bulan menjelang pernikahannya dengan satria, mantan kekasih atau ayah dari anak aulia datang untuk mempermasalahkan hak asuh Aulia,
hati pita remuk Dengan ancaman ayah pita berikan, bagaimana tidak ayah biologis yang sedari dulu tidak menginginkan kehamilan Aulia dan menolak ketika pita mengatakan dirinya hamil anaknya dan kini menginginkan Aulia karena istriku ya tidak bisa hamil.
dalam kebingungan pita ingin melepaskan keresahan hatinya dan ia memilih untuk menghabiskan waktunya untuk meminum alkohol yang sedari dulu menjadi kebiasaannya sebelum bertemu dengan Satria,
pita mabuk berat, dan saat hendak pulang dengan kesadaran seadanya sebuah mobil menabraknya,
buuuggghhh
__ADS_1
ya mobil yang menabrak pita saat itu adalah mobil zyan, zyan yang takut hal itu diketahui orang lain, melihat keadaan pita yang tidak begitu parah hanya membawanya ke apartemen miliknya dan hal yang tidak diinginkan pun terjadi.
pita yang mengetahui kalau zyan seorang pria tampan yang kaya raya mulai merencanakan sesuatu untuk itu, dia memanfaatkan one night stand nya untuk sebuah alasan agar zyan menikahinya.