Secret Love Affair

Secret Love Affair
72


__ADS_3

Zyan menelusuri jalan perkotaan. Walau sudah satu tahun tidak pulang kerumah papinya ia masih hapal dengan tempat yang sering ia datangi. Walau kini tempat-tempat itu sudah banyak mengalami perubahan.


Zyan masih betah berdiri bersandar pada sebuah tiang listrik. Ia membuka ponsel, menscroll beberapa hasil bidikan dirinya sendiri dan foto yang ia dapatkan tanpa sepengetahuan kekasihnya dulu yang ia ambil di ponsel Nena. Tak lama Zyan mendengarkan musik yang menurutnya dan Nena itu adalah musik favorit keduannya saat bersama.


"aku rindu padamu Nena. Andai kita sedang bersama aku ingin membagi headphone ini bersamamu. Seperti yang selalu kita lakukan dulu" batin Zyan. Zyan teringat kembali dengan kenangan manisnya dengan Nena, mereka berdua bahagia jika sudah mendengarkan musik yang menurut keduanya mampu mewakili perasaan mereka masing-masing.


Seulas senyum menjadi semangatnya untuk menjalani kehidupan ini. Zyan tidak memperdulikan orang-orang disekitar yang tengah menatapnya dengan gemas. Bagaimana tidak lelaki tampan itu dengan baju santai serta kemeja birunya yang ia lilitkan di lehernya dan celana coklat selututnya tengah menjadi sajian mata yang menyejukkan hati. Kedua tangannya ia masukan kekantong celananya. Mungkin bagi beberapa orang yang ada disana Zyan terlihat seperti seorang pria yang kurang kerjaan bagaimana tidak di tengah terik matahari yang menyilaukan mata ia masih bisa tersenyum sendiri mendengarkan musik lewat headphonenya. Berbeda Dengan beberapa gadis yang tengah berlalu lalang didepan Zyan, mereka sungguh sangat terlihat menikmati pemandangan siang hari itu.



Zyan kembali mengambil ponsel yang ia masukkan ke dalam kantong celananya. Hanya dengan mengenang musik yang berhubungan dengan Nena saja kini hatinya sudah dilanda akan kerinduan yang mendalam untuk Nena.


Dengan ragu Zyan menelusuri kontak telepon Nena. Hatinya sudah tidak bisa menahan untuk tidak menghubungi Nena. Sekedar untuk mendengar suara manisnya saja atau lebih. Untuk menanyakan mengenai dirinya. Mengenai rasa cinta Nena kepada Zyan.


"Lo emang gila Zyan" batin Zyan ia menggeleng gelengkan kepalanya dengan apa yang tengah ia fikirkan.


Zyan mengurungkan niatnya ia membuka headphone dari telinganya dan mematikan ponselnya karena matahari yang semakin menyengat. Zyan berniat memasukkan ponselnya kedalam kantong celana. Namun sialnya ponselnya kini telah berpindah tangan. Seorang pria tinggi bertubuh kecil berlari dengan cepat membawa ponsel Zyan menjauhinya.


"damn.. " gerutu Zyan. Sesuatu yang menurutnya sangat berharga ada di ponsel itu bukan harganya tapi isinya yang tidak bisa Zyan beli dimanapun kecuali Nena mau bersama dengannya lagi. Zyan terus berlari mengajar pencopet yang sudah berhasil mengambil miliknya yang berharga.


"copet.. copet..!" Zyan mencoba meneriaki pria tinggi yang sudah berhasil mengambil ponselnya. Orang-orang disekitarpun seolah tidak perduli. Merupakan acuh tak acuh melihat Zyan terus berlari mengejar pencopet. Bukan meraka tidak perduli tepatnya mereka hanya sedang menyelamatkan dirinya sendiri. Ikut campur berarti sama saja mengantarkan mereka dalam bahaya.

__ADS_1


Zyan semakin berlari mengejar, sampai langkahnya harus terhenti saat dirinya menabrak seorang gadis yang berumur 20 tahunan sampai ia terjatuh. Alhasil bawaan si gadis tumpah mengenai pakainnya dan pakaian Zyan.


Brughhh..


"woiii..jalan tuh pake mata.." sarkas si gadis


"maaf yah de saya sedang buru-buru" Dengan segera Zyan berniat untuk meninggalkan sigadis. Namun lengannya si gadis tahan.


"tanggung jawab kamu! lihat semua pesanku tumpah!" si gadis menunjuk beberapa kotak makanan yang ia bawa sudah bercampur dengan aspal jalanan.


Zyan menatap punggung pencuri ponselnya yang sudah sangat menjauh dari ia berdiri. Zyan mengusahakan kasar wajahnya.


"Lumayan..! ucap si gadis memasukkan uang itu kedalam celemek yang ia pakai "kamu habis kecopetan?" tanyanya


"iya..cuma kalah cepat gara-gara kamu.." Zyan menunjuk kepala gadis itu. Zyan berdecak pinggang menetralisir rasa marah dan kecewanya


"kamu yang salah nyalahin saya, aneh" ucapnya "lagian kelihatannya kamu kaya, ya kalau uang yang pencopet itu ambil ya kamu tinggal minta saja pada papamu. Kalau barang semacam ponsel tinggal beli saja. Orang kayamah gampang...!" ucapnya


"Ini lebih penting dari pada itu semua" Zyan menghela nafasnya kasar


"mau saya kasih tahu sesuatu mengenai pencopet tadi?"

__ADS_1


"apa? kamu tahu dimana tempat berkumpulnya pencopet itu?"


"bukan..saya cuma mau kasih tahu, seberharganya barang kamu yang sudah hilang itu mending kamu cintai diri kamu sendiri. Pencopet sekarang senangnya maling teriak maling. Gerombolan mereka banyak disini. Bisa aja kamu yang kehilangan kamu yang digebukin.." jelasnya


Zyan bergidik mendengar ucapan gadis itu. Zyan menatap gadis itu kilas dan pergi dari hadapan gadis itu tanpa sepatah katapun.


.


..


..


jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga akun yah "wini"


jangan lupa juga kasih ratting bintang 5 nya..


baca juga Novel wini


_ pernikahan yang indah_

__ADS_1


__ADS_2