
Satria meminta izin pada perusahaan untuk bekerja setengah hari, ia mengucapkan alasan yang sebenarnya pada bagian HRD jika dirinya akan menghadiri sidang perceraian pribadinya,
tepat jam 12 siang Satria tidak langsung pergi ke pengadilan karena sidang akan dilaksanakan pada pukul 2 siang nanti, satria tidak ingin menyia-nyiakan waktu dalam 2 jam yang terus berjalan ini. Ia memutuskan untuk pergi ke pemakaman neneknya,
Setelah mengucapkan beberapa surat dan ayat pengantar ziarah satria mendoakan neneknya yang sudah tenang di alam sana, bagi satria kini sudah tidak ada lagi tempatnya untuk mengadu selain ia mengutarakan semua isi hatinya di depan tempat peristirahatan terakhir neneknya itu,
"assalamualaikum nek!" ucap Satria "Maaf ya nek Satria baru sempat untuk menemui nenek" lirihnya
satria menitikkan air matanya, ia teringat dengan perjalanan pernikahannya yang penuh lika-liku, air matanya mengalir dalam hatinya ia berjanji untuk tidak akan pernah mengeluarkan air matanya apapun yang terjadi namun rasa hatinya seakan tengah terkoyak dengan apa yang kini ia alami dengan pilihan hidupnya dengan masa depannya,
"nek, Alhamdulillah Satria sudah menikah nama istri Satria Nena dia sangat cantik dan baik, maaf kalau Satria belum sempat membawa nena lagi ke sini!"
"nek apa Satria egois? satria ingin hidup salamnya bersama nena, tapi...tapi satria menginginkan seorang anak dikehidupan kami kelak nek, disisi lain satria Sangat menyayangi Aulia, lalu bagaimana nek jika aku tetap bersama nena, lalu benar ia tidak bisa memberiku keturunan? lalu bagaimana dengan aulia jika satria trus menginginkan nena dalam hidup satria?"
"nek tahukan rasa sayang satria pada aulia, walau Aulia bukan anak kandung satria?"
"nek.. doakan satria semoga apa yang satria putuskan dan pilih itu yang akan menjadi yang terbaik untuk kehidupan satria" satria mengusap kedua telapak tangannya kewajahnya.
Satria kembali melajukan mobilnya ketempat tujuan utamanya, tempat yang ia harap akan menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan Nena.
****
Didalam toko kue ibu yang semakin ramai, dengan sangat berat nena meminta izin pada ibu untuk pergi ke persidangan dengan ayahnya,
__ADS_1
sepenggal doa ibu menjadi semangat untuk nena "ibu doakan yah terbaik untuk kamu, kamu sudah dewasa sudah bisa memilih dan memilah mana yang benar dan tidaknya, hati2 nak rumah tangga itu bukan untuk main2!" titah ibu
"iya Bu, doakan nena ya Bu!"
nena dan ayah berlalu dari toko ibu, irgi menatap kepergian nena. Irgi merasa ada yang tidak baik dengan pernikahan Nena, sedikit banyak ia mendengar ucapan ibu pada nena, irgi bukan anak kecil lagi ia bisa menebak dengan apa yang kini tengah nena alami dengan rumah tangganya.
Nena dan ayah kini dalam perjalanan menuju pengadilan, jalanan yang lenggang membuat keduanya sedikit bersantai dalam untuk tidak memburu jalan,
"apa keputusanmu sudah bulat nak?" tanya ayah
nena menatap ayah kilas, pandangannya kembali kedepan membelah jalanan ibu kota yang sedikit lenggang "iya yah, maafkan Nena sudah mengecewakan ayah dan ibu?"
"ayah hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu dan satria" ucap ayah menghela nafas panjang "apa kamu belum percaya sepenuhnya dengan penjelasan yang satria utarakan padamu mengenai masa lalunya?" tanya ayah.
"apa kamu yakin sudah tidak mencintai satria lagi nak?"
"rasa itu masih sama yah, hanya waktu yang akan menghapusnya, biarkan rasa dihati nena hilang dengan berjalannya waktu yah!"
ayah menggeleng2kan kepala mendengar ucapan putri satu2nya itu "jika masih cinta ya pertahanan nak!" lirih ayah
"maaf yah, nena punya alasan tersendiri dengan perpisahan ini!"
"apa nak alasanmu itu, apa yang kamu sembunyikan dari ayahmu ini, apa kamu juga masih mencintai zyan..?"
__ADS_1
cekiiitt..
nena menekan rem mobilnya kasar membuat dirinya dan ayah sedikit terhuyung kedepan,
"maaf yah, tadi nena kurang konsentrasi"ucapnya, ia mencoba untuk menghindari mobil yang akan memasuki parkiran pengadilan sama seperti dirinya "ayah mau turun disini? ayah bisa duduk dikantin sana!" nena menunjuk kantin yang tidak jauh dari tempat parkir mobil "apa ayah mau ikut nena keparkiran, disini udah penuh yah" nena menjelaskan
"ya sudah ayah nunggu dikantin saja, kamu hati2 yah!"
"iya yah"
ayah turun dari mobil nena menuju kantin, sementara nena Kembali melajukan mobilnya untuk mendapatkan parkiran kosong.
.
..
..
jangan lupa like komen dan votenya yah
ikutin juga akun dan grup chattku "wini"
baca juga yah novel wini yang lainnya
__ADS_1
- pernikahannya dengan indah..