Secret Love Affair

Secret Love Affair
25


__ADS_3

💔💔💔


apalah arti mengucap janji


bila cinta tak pasti untukku


warnai hari jalani kisah


walau kutahu kau tlah bersamanya


ketetep tegar melawan salah


jalani cerita yang bukan untukku


kau kan slalu kupuja dan kan slalu kupuja


ku kan tetap bahagia walau sebagai kekasih kedua


salahkan ku mencintaimu


meski kutahu takan selamanya


memilikimu bersamamu


tanpa air mata


💣💣💣


"Nena kemana sih kamu, aku telpon malah nggak bisa, arrrgggh!" zyan membanting ponselnya ke ranjang

__ADS_1


zyan melipat kedua tangannya didepan wajahnya, sesekali dia mengacak rambutnya rasa frustasinya bertambah saat dimana hari khususnya ia bersama Nena nyatanya sang pujaan hati tidak ada bersamanya, lebih lagi saat zyan menghubungi nena ponselnya seakan sengaja nena matikan


zyan trus meretuki dirinya sendiri


"bodoh, arrrgggh, sialan" zyan menarik kasar badcover ranjangnya


kamar zyan terlihat seperti kapal pecah semua barang2 ia lempar ke segala arah,


"jangan siksa aku seperti ini nenaaaaaaaa" zyan berteriak kencang dikamarnya


jam dinding trus berputar, tapi tidak ada hal yang ingin zyan lakukan, seakan semangatnya hilang begitu saja saat nena tidak ada disampingnya


jangankan untuk makan, mandi pagipun ia lupakan, wkwkwk (separah itukah jatuh cintrong)


zyan terbangun dari mimpi siangnya itu, zyan tertidur disofa ruang tamu, dirinya hanya berharap nena menekan bel rumahnya dan saat ia yang tengah terduduk disofa akan langsung membukakan pintu rumahnya itu untuk nena, namun itu hanya menjadi angannya saja yang ditunggu bahkan tidak datang sesuai harapannya


ting nong..


suara bel rumah zyan menggema ada seulas senyuman sumringah terpampang di wajah zyan, ia merapikan rambutnya yang berantakan ulah rasanya frustasinya


"aku tahu pasti itu kamu sayang" ucap zyan yang langsung membukakan pintu rumahnya


zyan menarik nafas kasar, hawa frustasinya kian bertambah saat bukan pujaan hati yang datang melainkan pita mantan istrinya, ah bukan tapi masih istrinya karena perkara perceraiannya yang belum selesai.


"hai zyan" ucap pita dengan senyum semanis mungkin


"ngapain kamu kesini?" tanya zyan tanpa mempersilahkan pita masuk


"ada barang yang mesti aku ambil, boleh aku masuk?" tanya pita yang langsung menerobos masuk tanpa zyan persilahkan

__ADS_1


"ambil trus langsung pergi!" tegas zyan


pita berjalan menuju kamar yang dulu ia tempati, pita tersenyum mengejek saat melihat berbagai jenis lingerie tersimpan rapi didalam lemari zyan, dan melihat kamar zyan yang super duper jauh dari kata rapi itu.


"lihat apa?" tanya zyan melotot pada pita "udah kelar? cepat sana pergi!" zyan mengusir pita


"bolehkan aku lama2 disini? tanya pita menantang "kamu tahu..sidang perceraian kita sedang dalam status mediasi, apa kamu mau rujuk sama aku zyan? aku bisa selalu berada di samping kamu selama 24 jam, dan tak akan mengecewakan tentunya!?" goda pita


"ciih, mediasi" zyan seolah meludah mendengar ucapan pita


"bukankah itu lingerie kamu siapkan untukku, ah apa jangan2 wanita itu sudah berani mengkhianati suaminya sendiri dasar wanita ******, haha!" ucap pita menghina kekasih zyan


"jika urusanmu sudah selesai pergilah" zyan menarik paksa lengan pita tanpa menghiraukan rasa sakit yang pita rasakan ulah cengkramannya itu


"aww zyan sakit, lepaskan!" pita menghempaskan tangan zyan


"aku sangat kasihan padamu zyan!" pita tersenyum licik pada zyan "kamu sudah seperti orang gila, lihat dirimu lihat kamarmu, hahaha" pita tertawa mengejek zyan


"kamu seperti ini hanya gara2 wanita yang tidak pernah memikirkan kamu zyan, lihat ini lihat!" pita memilih gambar diponselnya yang akan ia tunjukkan pada zyan


gambar yang memperlihatkan 2 orang sejoli yang sedang memandangi sunset di sore hari yang mulai petang itu bisa zyan tahu siapa yang tengah berdua itu meski dalam foto keduannya tengah membelakangi kamera,



zyan sangat mengenali wanita yang tengah asyik mengobrol dengan seorang lelaki itu, itu nena kekasihnya,, seakan bom meledak begitu saja, saat zyan melihat kedekatan nena dan satria.


"kamu lihatkan bagaimana wanita licik itu mempermainkan kamu dan satria?" tanya pita memecah lamunan zyan


zyan melempar ponsel itu sembarangan kearah pita, dengan sigap pita meraihnya, kalau tidak mungkin sudah pecah ponsel miliknya itu

__ADS_1


zyan membanting kasar pintu rumahnya menguncinya dengan cepat, sontak membuat pita memundurkan langkahnya mendengar kerasnya pintu yang zyan hempasan itu


"arrggghh, zyan dan satria sama saja mereka tidak pernah mempercayai perkataanku" lirih pita saat memasuki mobilnya


__ADS_2