Secret Love Affair

Secret Love Affair
24


__ADS_3

bang udah nyampe, yuk kita makan dulu!" ucap nena sembari melepaskan jas dipunggung suaminya dan meletakkan jas itu di tempat pakaian kotor


Satria mengikuti langkah kaki nena menuju meja makan, nena mengambilkan piring untuk diisi nasi, satria mengangkat tangannya,


"jangan banyak2 tadi aku udah banyak makan!' ucap Satria makan hati


nena meletakkan nasi dan lauk itu didepan Satria "silahkan makan bang!"


tidak ada percakapan diantara keduanya, hanya bunyi dentingan sendok yang mengadu dengan piring,


ya Robb, apa bang Satria marah dengan kejadian tadi siang itu?


"bang"


"ehhmm"


"hhmm, makasih yah tadi udah mau nganterin browniesnya kerestoran, tadi aku makan brownies itu bareng Tina, dia muji2 browniesnya trus bang, terus dia bilang kalau babangku ini romantis loh!" nena menggenggam tangan satria


"tina yang muji?" jawab singkat satria


"iya"


"aku udah kenyang, kamu lanjutin aja makannya!" satria beranjak dan meninggalkan nena dimeja makan, nena tidak langsung menghampiri suaminya dia memilih merapikan meja makan dan mencuci piring makan mereka


ya ampun nena seharusnya kamu tuh peka kenapa mengatasnamakan tina sih buat muji keromantisan suami sendiri, batin Nena


"bang lagi sibuk yah?" nena melihat satria yang tengah bergelut dengan laptop dipangkuannya


"iya" jawab singkat satria


"bang, aku mau minta maaf soal direstoran tadi siang, sebenernya sih tadi aku abis jatuh gitu, makanya bos aku coba buat nolongin dan dudukin aku dikursi itu, nggak lebih dari itu kok bang" jelas nena

__ADS_1


"bos kamu tuh perhatian banget yah, pas kamu lagi jatuh kaya gitu dia masih bisa bikin kamu ketawa girang seperti tadi"


hah apa bang satria lihat semuanya tadi,aduuh gimana jelasinnya lagi


"akhh, abang cemburu yah? nena bergelayut manja dan melingkarkan tangannya pada tengkuk satri " seneng banget sih, lihat abangku ini cemburu" cup, cup, Nena mencium bibir satria beberapa kali


"bukan cemburu, nggak suka aja" tegas satria


"masa sih bang" Nena meletakkan laptop satria diatas nakas, dan mendekatkan dirinya dipangkuan satria


"bentar sayang, mau Magrib Abang mau mandi dulu" satria menarik tubuh nena kesampingnya


"Abang masih marah sama aku" teriak kecil Nena


satria menghampiri nena "babang tidak pernah marah sayang, tapi ini bukan waktu yang tepat" cup Satria mengecup kening nena, senyuman manis nena lemparkan pada suaminya itu


"babang mau mandi dulu, kita sholat magrib berjamaah" ucap satria meninggalkan nena menuju kamar mandi


aku tahu bang kamu marah, maafkan aku bang??


"kamu udah sholat isya" tanya satria pada nena yang tengah memainkan ponselnya


"blum bang"


"akhir akhir ini babang jarang lihat kamu sholat isya sayang?" satria mengelus rambut Nena


"kemaren2,,,,,," Nena menjelaskan berbagai alasannya


"nggak boleh gitu sayang, itukan kewajiban kita"


" iya bang, ya udah aku sholat dulu yah"

__ADS_1


satria mengangguk dan tersenyum pada istrinya itu,


setelah melaksanakan sholat isya nena memilih untuk meluruskan tubuhnya disamping suami yang masih menatap layar laptopnya


satria mengelus kepala Nena dan meletakkan laptopnya dinakas samping tempat tidur itu


"udah ngantuk sayang?" tanya satria


"dikit"


"masih mau lanjutin yang tadi sore kan?" tanya satria yang diangguki nena


" bismillahirrahmanirrahim" ucap satria memulai


malam ini nena terbawa desiran cinta yang Satria mainkan, ciuman demi ciuman satria curahkan pada bibir dan dada nena


"bang pelan2 yah mainnya perutku sedikit sakit!" ucap nena saat satria akan mamasukan Lollipopnya itu kedalam milik nena


"iya sayang" suara parau satria


sesuai permintaan Nena satria benar2 melakukannya dengan sangat lembut, tidak banyak gaya yang dia lakukan pada tubuh istrinya itu, karena tubuh nena memberinya kenikmatan walau hanya dengan satu atau dua gayapun


bang satria melakukannya lebih lembut, desiran yang aku rasa lebih dalam dari biasanya,, tapi untuk kenikmatan klimaks, kapan akan akan menikmatinya??


satria merasa terengah setelah selesai melakukan penyatuan yang membuat dirinya melayang di udara itu, ia menatap nena yang tengah menatapnya


"terimakasih sayang, cup" satria mencium kening Nena "tidurlah aku akan membersihkan badan dulu


satria Kembali dan memeluk erat


erat tubuh istrinya yang tengah terlelap tidur

__ADS_1


aku mencintaimu Nena, sampai kapanpun.. dan tidak akan aku biarkan tuduhan pita terhadapmu menjadi Boomerang untuk kita


keduanya tertidur dengan rasa bahagia


__ADS_2