
kini baru aku sadari
cinta bisa hadir tanpa disadari
dengan perlahan tapi pasti
merasuk dijiwa ini
perasaan ini takan pernah aku mengerti
sejenak khilafku
lupakan dia yang miliki diriku...
seandainya cinta ini tak pernah terjalin
takkan ada air mata
dan hati perih terluka
saat cinta menyentuh hati
akupun tak kuasa untuk menghindari
meski aku telah berdua
__ADS_1
aku jatuh cinta lagi
💔💔💔💔
tidak ada sedikitpun keraguan dalam hati nena untuk tetap bersama dengan zyan, meski ia tahu suatu saat nanti perlahan lahan hubungannya akan terlihat oleh Satria suaminya, serapat rapatnya menyimpan bangkai pasti tercium juga, Nena sudah paham dan sudah menerima jika hal itu terjadi, entah satria yang akan melepaskannya atau zyan yang harus pergi darinya
"hai permisi kamu tina kan teman Nena istri saya?" ucap satria ketika memasuki restoran itu
"ah iya, pasti kamu satria yah, senang berjumpa dengan anda!" ucap tina mengulurkan tangannya keduannyapun berjabat tangan singkat
"apa nena ada?"
"ada dia diat-----" ucapan tina terhenti namun tangannya sudah menunjukkan keberadaan sahabatnya yang sedang menyantap makan siang itu "tapi sat, tunggu Satria!"
"tidak apa-apa saya cuma sebentar menemuinya, terima kasih yah!" satria meninggalkan tina dan beranjak menaiki tangga untuk menemui istrinya itu
mencari kesekeliling, Satria melihat punggung seorang wanita yang sama persis seperti istrinya ya dia tahu dari warna rambut istrinya yang hitam pekat Sepinggang dan baju biru Dongker yang ia kenakan tadi pagi itu sudah menjadi jawaban kalau itu istrinya Nena " ya aku yakin itu Nena, tapi kenapa pria disampingnya itu merangkul pinggang nena" batin satria
satria mulai melangkahkan kakinya tidak hanya rangkulan dipinggang dengan jarak dekat satria bisa melihat pria itu tengah menggenggam erat tangan Nena
"hai nena" Suara Satria melepaskan rangkulan dan genggaman tangan zyan, nena dan zyan pun menoleh mencari sumber suara dari belakang duduk mereka
"bang Satria" ucap nena kaget dan membelalakkan kedua matanya
__ADS_1
"kamu sibuk!"
"nggak bang, babang mau makan siang disini?" ucap nena grogi menghampiri satria yang tengahnya mematung itu
"kapan babang datang?"
"barusan, aku cuma mau kasih ini" satria memberikan Nena plastik putih bertuliskan BROWNIES ENAK CAP EMA
"makasih yah bang!" ucap Nena
"iya, aku balik kantor yah?" ucap Satria langsung meninggalkan nena dan zyan yang tengah mematung itu
Nena menatap kepada zyan dan langsung mengejar langkah kaki Satria" bang" nena merangkul lengan suaminya itu "apa nggak nggak sekalian makan siang disini dulu bang?" tanya nena
satria menggelengkan kepalanya "entah kenapa nafsu makanku hilang begitu saja, mungkin karena aku terlalu lama menunggu pesanan kue favoritmu yang mengantri itu!" ucap satria yang berbicara tanpa memandang kearah Nena
"maaf yah bang? aku antar sampai parkiran yah" ucap Nena pikirannya teringat pada ucapannya subuh tadi bahwa ia menginginkan kue brownies enak si ema yang sedang viral itu, meminta Satria untuk membelikannya malah nena sampai merengek, tapi seingatnya Satria akan membelikan kue itu saat dia pulang bekerja bukan saat sekarang ini yang membuat kepala Nena pusing untuk memikirkannya
"bang Pulang jam berapa?" tanya nena yang merasa satria tidak menganggap kehadirannya
"jam 6" jawab singkat satria yang akan melajuakn kendaraannya
"ya udah hati2 yah bang, nanti aku masakin masakan kesukaanmu"
satria menutup cendela mobilnya, hanya bunyi kelakson yang ia berikan isyarat pamitnya pada sang istri
__ADS_1
nena membuang nafas kasar, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran