Secret Love Affair

Secret Love Affair
22


__ADS_3

kini baru aku sadari


cinta bisa hadir tanpa disadari


dengan perlahan tapi pasti


merasuk dijiwa ini


perasaan ini takan pernah aku mengerti


sejenak khilafku


lupakan dia yang miliki diriku...


seandainya cinta ini tak pernah terjalin


takkan ada air mata


dan hati perih terluka


saat cinta menyentuh hati


akupun tak kuasa untuk menghindari


meski aku telah berdua

__ADS_1


aku jatuh cinta lagi


💔💔💔💔



tidak ada sedikitpun keraguan dalam hati nena untuk tetap bersama dengan zyan, meski ia tahu suatu saat nanti perlahan lahan hubungannya akan terlihat oleh Satria suaminya, serapat rapatnya menyimpan bangkai pasti tercium juga, Nena sudah paham dan sudah menerima jika hal itu terjadi, entah satria yang akan melepaskannya atau zyan yang harus pergi darinya


"hai permisi kamu tina kan teman Nena istri saya?" ucap satria ketika memasuki restoran itu


"ah iya, pasti kamu satria yah, senang berjumpa dengan anda!" ucap tina mengulurkan tangannya keduannyapun berjabat tangan singkat


"apa nena ada?"


"ada dia diat-----" ucapan tina terhenti namun tangannya sudah menunjukkan keberadaan sahabatnya yang sedang menyantap makan siang itu "tapi sat, tunggu Satria!"


"tidak apa-apa saya cuma sebentar menemuinya, terima kasih yah!" satria meninggalkan tina dan beranjak menaiki tangga untuk menemui istrinya itu


mencari kesekeliling, Satria melihat punggung seorang wanita yang sama persis seperti istrinya ya dia tahu dari warna rambut istrinya yang hitam pekat Sepinggang dan baju biru Dongker yang ia kenakan tadi pagi itu sudah menjadi jawaban kalau itu istrinya Nena " ya aku yakin itu Nena, tapi kenapa pria disampingnya itu merangkul pinggang nena" batin satria


satria mulai melangkahkan kakinya tidak hanya rangkulan dipinggang dengan jarak dekat satria bisa melihat pria itu tengah menggenggam erat tangan Nena


"hai nena" Suara Satria melepaskan rangkulan dan genggaman tangan zyan, nena dan zyan pun menoleh mencari sumber suara dari belakang duduk mereka


"bang Satria" ucap nena kaget dan membelalakkan kedua matanya

__ADS_1


"kamu sibuk!"


"nggak bang, babang mau makan siang disini?" ucap nena grogi menghampiri satria yang tengahnya mematung itu


"kapan babang datang?"


"barusan, aku cuma mau kasih ini" satria memberikan Nena plastik putih bertuliskan BROWNIES ENAK CAP EMA


"makasih yah bang!" ucap Nena


"iya, aku balik kantor yah?" ucap Satria langsung meninggalkan nena dan zyan yang tengah mematung itu


Nena menatap kepada zyan dan langsung mengejar langkah kaki Satria" bang" nena merangkul lengan suaminya itu "apa nggak nggak sekalian makan siang disini dulu bang?" tanya nena


satria menggelengkan kepalanya "entah kenapa nafsu makanku hilang begitu saja, mungkin karena aku terlalu lama menunggu pesanan kue favoritmu yang mengantri itu!" ucap satria yang berbicara tanpa memandang kearah Nena


"maaf yah bang? aku antar sampai parkiran yah" ucap Nena pikirannya teringat pada ucapannya subuh tadi bahwa ia menginginkan kue brownies enak si ema yang sedang viral itu, meminta Satria untuk membelikannya malah nena sampai merengek, tapi seingatnya Satria akan membelikan kue itu saat dia pulang bekerja bukan saat sekarang ini yang membuat kepala Nena pusing untuk memikirkannya


"bang Pulang jam berapa?" tanya nena yang merasa satria tidak menganggap kehadirannya


"jam 6" jawab singkat satria yang akan melajuakn kendaraannya


"ya udah hati2 yah bang, nanti aku masakin masakan kesukaanmu"


satria menutup cendela mobilnya, hanya bunyi kelakson yang ia berikan isyarat pamitnya pada sang istri

__ADS_1


nena membuang nafas kasar, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran


__ADS_2