
aku ini wanita biasa
bisa sakit luka karena cinta
dingin sepi kerap menyapa
air mata jatuh lukisan raga
kadang ku kuat
setegar karang
kadang kurapuh
lemah liar merana
maafkan aku
bila hasrat ku keliru
suluh gairah jiwamu
aku yang dosakan cinta kekasih hatiku
💔💔💔
__ADS_1
Nene terdiam dikamarnya, tidak banyak yang ia ingin lakukan, entahlah semua semangat dirinya hilang begitu saja saat ia mengetahui benih cintanya dengan satria yang harus tiada karena ke egoisannya sendiri,
bermain api tidak seindah apa yang di fikirkannya, dia mendapat Cinta suami dan kekasihnya secara tulus tapi dia harus rela kehilangan sesuatu yang lebih berharga. bahkan nyatanya saat ini Nena tidak ingin berada didekat zyan ataupun satria suaminya
ceklekk
ibu membuka pintu kamar nena "mau sampai kapan begini nak?" ibu membuka gordeng menyilaukan cahaya pagi yang hangat
ibu terduduk disamping Nena dan mengelus punggungnya lembut "apa kamu tega membiarkan satria setiap pulang kerja datang kemari dan pulang lagi larut malam tanpa kamu mau melihatnya?" ibu menghela nafas panjang
nena masih terdiam dalam tatapan kosongnya
"didepan ada zyan, zyan setiap hari juga datang kesini, kamu juga tidak mau menemuinya Nena?"
"entahlah Bu, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun, suruh zyan untuk pulang saja bu!" nena Kembali berbaring menarik selimutnya sampa dada
zyan tersenyum menatap kedatangan ibu nena "apa Nena belum mau menemui saya bu?"
"entahlah nak, dia hanya berdiam diri di kamarnya!" ibu menghela nafas dalam "boleh ibu bertanya sesuatu padamu nak?" tanya ibu ragu
"apa Bu, katakanlah!"
"ada hubungan apalagi antara kamu dan Nena?"
zyan terdiam sejenak, kepalanya menunduk, sesuatu yang sama sekali tidak ingin ia ceritakan kisahnya kepada siapapun kecuali dirinya dan nena yang tahu dan merasakannya
__ADS_1
"jauhilah nena zyan" ucap ibu mengartikan diamnya zyan "hubunganmu dan nena tidak bisa seperti dulu lagi, dia sudah punya suami, bukankah kamu juga sudah beristri zyan?"
"tapi Bu aku dan pita sudah berpisah dan kami sudah resmi bercerai" tegas zyan "pita hanya memanfaatkan zyan saja Bu, dari semenjak zyan menikah dengannya sampai sekarang dia masih merajut kisah bersama kekasihnya!"
"apa bedanya dia denganmu zyan, kamupun sama masih berharap merajut kisah kembali bersama Nena!"
zyan terdiam "tapi bu zyan mohon, zyan dan nena saling mencintai, zyan tidak bisa hidup tanpa nena!"
"pulanglah zyan, bukan maksud ibu ikut campur dalam hal ini, tapi ini untuk kebahagiaan Nena" ibu berdiri dari duduknya "kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dari Nena, lupakan dia karena dia sudah bersuami!"
zyan berdiri menatap punggung ibu yang akan memasuki rumah "saya akan pulang sekarang Bu, tapi saya tidak berjanji akan melepaskan Nena, maafkan zyan Bu" zyan menghampiri ibu yang sudah menghadapnya lagi "zyan izin pamit Bu, assalamualaikum" ucapnya mencium punggung tangan ibu lalu memasuki mobilnya
---------
"satria, Aulia ingin bertemu dengan kamu?" ucap pita
"berilah alasan padanya pita" Satria enggan menatap pita
"kamu kenapa satria "badanmu panas?" pita menempelkan punggung tangannya pada leher dan kening satria "panas Satria, kamu sakit?" tanya pita
satria menghempas kasar tangan pita "jangan perdulikan aku, bukankah kamu sudah puas menghancurkan rumah tanggamu dengan Nena, aku masih berbaik hati padamu pita, aku Dan nena tidak sampai hati untuk melaporkan kejahatanmu pada pihak yang berwajib"
"ta..tapi sat, sungguh aku tidak bermaksud untuk melakukan hal itu pasti Nena, dan aku tidak tahu kalau nena sedang hamil?" ucap pita "satria untuk apa kamu bersedih, blum tentu anak yang di kandung nena itu benih cintamu, bisa saja itu benih cinta antara nena dan zyan" menambah sumbu ditengah api yang akan padam sungguh itulah yang diinginkan pita .
plakkk
__ADS_1
"pergi kamu?"
satu tamparan yang amat menyakiti hati pita, satria bukanlah satria yang dulu yang perduli padanya dan aulia, bahkan dulu satria sampai tidak menginginkan ada air mata yang menetes dipipi pita, namun sekarang satria lah yang menyimpan goresan luka itu dihati pita