Secret Love Affair

Secret Love Affair
56


__ADS_3

Nena memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah taman asri, banyak pohon2 rindang yang berwarna hijau menyejukkan hati sebagai pemandangan yang indah, terdapat beberapa gazebo dan kursi2 taman untuk pengunjung beristirahat di taman itu sekedar berkunjung, berekreasi atau melepas penat dihari libur,


nena melangkahkan kakinya menuju sebuah danau buatan yang indah, jarang pengunjung hari kerja datang ketaman atau ke danau ini,


"masih sepi" gumamnya


satria yang sudah membuat janji pada nena blum menampakkan dirinya, nena tidak begitu memperdulikan bahkan saat sosok pria yang akan bertemu dengannya tengah memperhatikan kearahnya dengan senyum yang terus mengukir disetiap sudut bibirnya.


nena menerawang fikirannya kembali kemasa dimana ia untuk pertama kalinya bertemu dengan satria, pandangannya terarah pada sebuah pohon besar berakar, ya dulu disana ia duduk sembari menangis, meratapi rencana pernikahannya yang gagal, karena zyan calon suaminya telah menyentuh wanita lain dan harus mempertanggung jawabkannya karena disaat dulu pita mengaku hamil atas perbuatan zyan, entah harus siapa yang disalahkan, apa pita yang sudah berbohong, atau zyan yang tergoda apa dirinya sendiri yang dengan mudahnya menjalin hubungan dengan satria hanya untuk menghapus bayang2 zyan yang terus saja mengusiknya.


"assalamualaikum sayang!" ucap satria membuyarkan lamunan nena


Nena menoleh, menatap satria "waalaikum salam bang!"


"apakah yang tengah kamu pikirkan Nena?" tanyanya


nena tersenyum menatap satria "aku sedang memikirkan tentangmu bang!" Jawab nena


"apa yang tengah kamu pia tentangku?"

__ADS_1


"apa pertemuan pertama kita disini bagian dari rencanamu dengan pita bang?"


satria terdiam, pandangannya tetap kearah wajah cantik nena "maafkan aku na?" ucap satria kini dirinya mendekati nena dan memeluknya erat,


tangan nena mencoba untuk melepaskan pelukan satria tapi pria didepannya masih ingin memeluk tubuh wanita yang sangat ia rindukan.


"Baa..Ng, lepaskan!" pinta Nena, perlahan satria meregangkan pelukannya


nena terduduk diakar pohon besar diikuti satria yang ada disampingnya, banyak yang mereka ceritakan, sesekali nena tersenyum mendengar satria menceritakan awal mula keduannya bertemu sampai menikah meski diakhir cerita pernikahan nena harus mengetahui ada niat tersendiri saat satria mempersuntingnya.


sepasang mata memperhatikan kearah nena dan satria, sesekali ia mengepalkan tangannya untuk melawan sesak di dadanya melihat kemesraan sepasang sejoli yang tengah dimabuk asmara untuk kedua kali fikirnya, ia hanya ingin memastikan apakah orang yang ia cintai sudah benar2 bahagia bersama seseorang yang dipilihnya.


"kamu sudah bahagia, aku tidak akan pernah mengganggu kebahagiaanmu lagi!" ucap lirihnya


"tentu" ucap satria


nena berjalan menjauh dari satria menuju toilet, nena menatap punggung pria yang sepertinya sudah tidak asing lagi baginya, matanya menerawang dari kejauhan "akh, mungkin itu hanya perasaanku saja" batinnya


drrt.. drrt..

__ADS_1


ponsel nena bergetar, sebuah pesan masuk kedalam ponsel nena, rasa penasaran menyelimuti pikiran satria "apa ini dari zyan, apa nena masih berhubungan dengan zyan!" lirih satria


satria mulai membuka screen lock ponsel nena, yang belum nena ubah, memudahkan satria membaca pesan itu "bukan dari zyan" batin satria


perlahan Satri membaca pesan itu...


tertera nama dokter Susan pengiriman pesannya


√ ibu nena, hari ini hasil pemeriksaan anda sudah keluar!√ tulis pesan itu


Dengan cepat satria meletakkan kembali Ponsel Nena, ia tidak ingin sampai nena mengetahui kelancangannya membuka pesan yang seharusnya menjadi privasi Nena.


"sudah siang bang, sebaiknya kita pulang!" ucap nena yang ada dihadapan Satria mengambil tas dan ponselnya


satria mengangguk " oh iya na, tadi ada pesan diponselmu!" ucapnya satria seolah tidak mengetahui isi pesan itu


nena melihat pesan masuk yang satria katakan, ia membacanya dengan seksama dirinya menatap satria semoga saja satria tidak membaca pesannya, begitulah arti dari tatapan Nena


"bang, aku pamit yah, assalamualaikum" ucap Nena Kembali memasukkan ponselnya.

__ADS_1


"tunggu na?" ucap Satria menahan kepergian nena


"jangan katakan kamu sudah membaca pesan ini bang, karena aku masih berharap kenyataan pahit yang dokter lara katakan dulu dirumah sakit pasca keguguranku pernyataannya salah dan hanya sebuah kekeliruan saja" batin nena


__ADS_2