
jam istirahat menghentikan berbagai kegiatan diperusahaan satria, Satria hendak berjalan menuju kantin kantor bersama fahmi rekannya, namun langkahnya terhenti kala pita menghampirinya
"satria aku perlu bicara!" ucap pita
"ngomong aja" jawab singkat satria
"eh ya udah satria gue duluan yah?" ucap fahmi seolah mengerti tatapan pita yang memintanya untuk meninggalkan dirinya dan Satria berdua
"kamu kemarin kemana?"
"bukan urusan kamu" jawab satria
"kamu,,kamu tuh ya sat, lebih mementingkan istri baru kamu dibanding Aulia! kamu tahu sedari kemarin aulia nggak berenti nanyain kamu!"
"sore aku jenguk Aulia" ucap satria
"perempuan sialan itu udah bener2 mengubah kamu yah satria, gara2 dia kamu sampai melupakan aulia----
plaak
satu tamparan mendarat di pipi kiri pita, satria terdiam atas apa yang telah dilakukannya pada pita
"maafkan aku pita, bukan maksud aku ingin menyakiti kamu" batin satria
"kamu,,,kamu bukan satria yang dulu aku kenal lagi!" pita menangis meninggalkan Satria yang tengah mematung
__ADS_1
pita melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia menghiraukan setiap kendaraan yang terus memaki dirinya lewat kelakson berbagai mobil atau pun motor, dia hanya ingin melampiaskan kekesalan dirinya pada seseorang, sampai pada tempat yang dituju dia melihat sosok wanita itu tengah berbicara di seseorang,
pita sudah geram, rasa amarah sudah ada diujung tanduknya, keramaian restoran pada jam makan siang itu tidak menciutkan niatnya untuk segera menemui seseorang yang amat ia benci saat ini
plakkk.....
--------
nena berniat menemui Tina, karena entah kenapa ia ingin memakan masakan tina apapun itu yang akan dimasak oleh sahabatnya, rasa laparnya kian menjadi mengingat dirinya ayang blum memakan apapun sejak pagi tadi efek rasa mual dan sakit kepalanya
"hai na, sibuk banget kayanya" sapa nena
"iya nih biasa jam makan siang, mau makan apa nen?" tanya tina
"terserah, entah kenapa pengen banget makan masakan kamu, pengeeeen banget, trus pengen ditemenin"
sontak membuat keduanya dan beberapa rekan kerja yang tengah memasak itu tertawa bersama
"haha, amin makasih doanya"
"bukan doa juga sih, tapi kayanya ia deh lagi ngidam tuh muka pucat amat" ucap bumil yang membawa nampan berisi makanan yang akan keduannya makan
kini keduanya hendak masuk kedalam ruangan Nena, namun tangan seseorang memaksa Nena untuk berbalik menghadapnya
plaakkk...
__ADS_1
satu tamparan keras mengenai pipi mulus Nena terlihat bekas merah lima jari tangan pita dipipinya
nena mengelus sakit pipinya, tina menatap kearah Nena melihat apa yang terjadi dengan sahabatnya itu "kamu nggak pa-pa nen?" tanya tina, nena menggelengkan kepalanya
dihadapan keduannya pita berdecih marah pada nena "ciih, bagus banget yah permainan cinta cewek murahan kaya lo itu" pita menunjuk wajah nena dengan telunjuknya "Lo mau dapetin 2 cowok tajir sekaligus, apa ini yang ibu Lo ajarin sama Lo? jijik gue lihatnya" sarkas pita
Tina menggenggam erat tangan nena agar tidak terpancing ucapan pita, tapi kali ini nena tidak bisa tinggal diam saat nama ibunya dilibatkan dalam masalahnya
plakkk
satu tamparan balasan dari nena untuk menutup mulut busuk pita
"Lo Nggak berhak hakimi gue kaya gitu, dan satu lagi lo Nggak seharusnya bawa2 nama ibu gue dimasalah ini" teriak nena
pita menatap tajam pada Nena, tangannya mengelus pipi merah bekas tamparan itu, sakit hatinya yang ditampar oleh nena membuat dirinya lebih kalap lagi,
brugggh
pita mendorong kasar tubuh Nena, hingga bagian perut nena membentur sebuah vas bunga besar yang ada didepan ruangan nena
vas itu pecah seketika ketika dorongan pita pada nena begitu kuatnya
"aaah" teriak Nena ketika perutnya pas mengenai vas bunga itu
prangggg
__ADS_1
vas bunga keramik itu pecah begitupun dengan nena kondisi tubuhnya membentur lantai disamping vas bunga yang tengah pecah itu, Tina bergegas membantu sahabatnya
berbeda dengan pita walau raut wajahnya dilanda kepanikan atas perbuatannya, tapi hatinya bahagia ketika melihat nena tersungkur kesakitan karena ulahnya