Secret Love Affair

Secret Love Affair
30


__ADS_3

segala perbuatan pasti ada balasannya, baik atapun buruknya perbuatannya itu


😷😷😷


"na, Nena kamu nggak pa-pa na?" tanya tina membantu nena bangun


"sakit, tin, sakit,,hiks,,hikss..


zyan berjalan menuju restorannya, setelah berbincang tadi pagi bersama nena ia mendapat perintah dari sang mamah untuk menjemputnya dibandara.


"aku harus menemui dan memberikan ini segera untuk nena" zyan tersenyum menatap rujak buah yang ia bawa kerena itu adalah pesanan nena padanya saat mengetahui kalau zyan akan keluar restoran untuk menjemput mamahnya.


alangkah terkejutnya zyan saat tepat berada di depan ruangan Nena, sebuah vas bunga yang pecah dan...dannn Nena yang terbaring lemah, disampingnya tina yang hendak membantu nena.


"nenaaaaaaaa" teriak zyan "kamu kenapa sayang? apa yang terjadi sama nena tin?" tanya zyan


seketika zyan menatap kearah pita yang tengah tersenyum "jadi kamu yang menyebabkan semua ini pada Nena, haaah?" pita terdiam mendengar bentakan zyan padanya


plakkk


sebuah tamparan mendarat untuk kedua kalinya dipipi pita, pita menangis karena tamparan zyan yang begitu keras bukan hanya pipinya yang ia rasa sakit tapi juga hatinya


"sakiiiit" rintih Nena


zyan meninggalkan pandangannya pada pita dan menghampiri nena lagi, membopong tubuh nena


"zyan,, tolong aku! perut ku sakit" tangis nena "sakit zyan, sakit sekali"


"zyan dibalik rok Nena.." tina histeris melihat darah yang merembes dibalik rok Nena yang berwarna biru Langitan itu,


"astaga Nena" zyan langsung membawa nena kerumah sakit, nena yang sudah lemah dan tak berdaya pingsan saat dalam perjalanan

__ADS_1


dokter yang menangani nena belum keluar untuk memberikan kabar mengenai Nena, zyan tak henti hentinya mondar mandir di ruang ICU itu


"pak saya sudah hubungi satria suami nena" ucap tina


"yah makasih tin, sebaiknya kamu pulang saja, biar saya yang menunggu nena disini" ucap zyan,


tina mengangguki ucap zyan karena mengingat dirinya yang sering cepat lelah karena usia kandungannya yang sudah menginjak 7 bulan itu.


dokter yang memeriksa nena keluar dari ruang ICU, zyan dengan segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan kondisi kekasihnya


"dok, gimana keadaannya?" tanya zyan


"apakah anda suaminya" dokter to


tidak menjawab ucapan zyan dan balik bertanya


"iya dok saya suaminya" tegas zyan


"hamil dok?" potong zyan


"iya pak ibu nena sedang hamil, apa bapak blum mengetahuinya?" tanya dokter


zyan diam seribu bahasa, entah harus senang atau bersedih mendengar ucapan dokter,, karena ia tahu itu adalah bukti cinta nena dengan satria suaminya bukan dengan dirinya.


"tapi pak mohon maaf akibat benturan keras di perutnya, kandungan ibu nena yang baru menginjak 3 Minggu itu tidak dapat dipertahankan, ibu nena mengalami keguguran" ucap dokter mempertegas


zyan mengajak rambutnya, dia menghampiri nena yang masih berbaring lemah diruang kesakitannya


"maafkan aku sayang, aku nggak bisa menjaga kamu!" zyan menggenggam tangan Nena


zyan duduk disamping nena, zyan mencium kening nena dan selalu menggenggam erat tangan Nena, ia sudah tidak perduli kalaupun satria datang dan melihat hal itu, yang ada dipikirkannya hanya agar nena segera siuman.

__ADS_1


ceklekk,


pintu ruangan nena dibuka kasar


"nenaa" Satria langsung menghampiri nena, zyan melepaskan genggaman tangannya dari nena dan berdiri dari duduknya disamping nena


"apa yang terjadi sayang" satria menangis memeluk nena, berharap istrinya itu segera terbangun


satria menatap zyan yang sedari tadi berdiri dibelakangnya


"Terimakasih anda sudah mau menjaga istri saya, Anda bolehkah pergi sekarang?" ucap satria


blum sempat zyan menjawab nena mulai membuka matanya meringis menahan sakit diperut dan pergelangan tangannya yang diperban akibat terkena pecahan dari vas bunga


"sakit..apa yang terjadi padaku?" rintih Nena


zyan dan satria memposisikan tubuhnya disamping Nena


"sayang" ucap satria dan zyan bersamaan


Satria menatap zyan tidak suka, lalu menghadapkan pandangannya pada istrinya lagi


"kamu mengalami keguguran nen!" ucap zyan


Nena menangis histeris mendengar hal itu dan satria membelalakkan kedua matanya seolah tak percayai akan ucapan zyan, bagaimana tidak keduanya bahkan tidak mengetahui sama sekali akan kehamilan itu dan sekarang harus mendengar kata keguguran


"aku hamil,,dan sekarang aku keguguran.."nena menangis memegangi perutnya "kenapa ini harus terjadi padaku?" nena tak hentinya menangis,


satria memeluk erat Nena, menenangkan nya, zyan sudah mundur ia paham posisinya saat ini tapi hatinya hancur dengan dirinya saat ini yang tidak bisa berada disisi nena saat kekasihnya itu bersedih


zyan bergegas memanggil Dokter Karena nena masih saja menangis histeris akan apa yang dialaminya, dokter pun menyuntikkan obat penenang untuk nena agar dirinya tertidur

__ADS_1


__ADS_2