Secret Love Affair

Secret Love Affair
18


__ADS_3

"assalamualaikum bidadariku" ucap satria lirih pada telinga Nena


"hhmm, Abang aku masih ngantuk" jawab nena dengan suara serak khas bangun tidurnya


"sholat sayang, udah subuh, mau babang bantu wudhu sayang" Satria mengelus pelan kepala Nena


"males banggg"


"nggak boleh gitu sayang, itukan kewajiban, menstruasinya udah selesai kan dari 2 hari yang lalu"


"Abang kok tahu, ngintipin aku yah" ucap nena yang menghadap wajah tampan suaminya itu


"hehe, nggak ngintip cuma 2 malem yang lalu abang pegang" dengan senyum menggodanya satria beranjak dari tatapan Nena


"kabuuurr, Abang wudhu dulu yah, hehe"


"abangggggg" teriak Nena


keduanya melakukan sholat berjamaah bersama, diiringi doa yang keduanya masing-masing panjatkan.


Nena tengah melepaskan mukenanya, rangkulan hangat satria mampu mendudukannya pada pangkaun satria


"kita bobo lagi yah sayang" ucap satria ditelinga Nena


"mesum deh, nena mau kedapur mau bikin sarapan dulu bang!"


"ntar aja, babang emang laper tapi lebih laper nahan yang ini" satria mengelus area sensitif nena yang tertutup piyami tipis itu membuat desahan yang menambah gairah untuk satria


"lebih besar sayang" uca Satria yang tengah meremas p*y*d*r* nena,


erangan nikmat lolos begitu saja dari mulut wanita cantik itu saat satria mulai ******* dan memberikan kissmarknya disana


"aku udah nggak nahan sayang, aku masukin sekarang aja yah?"


"masukin aja bang!"


udara yang dingin dipagi hari itu terasa panas bagi satria dan nena dengan aktivitas yang menguras tenaga itu, keduannya tertidur tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh polos mereka


"pagi sayang" ucap satria yang menghujani wajah nena dengan ciuman,

__ADS_1


"pagi bang jam berapa ini?"


"jam 9 pagi sayang"


"astaghfirullah bang, aku udah telat masuk kantor" Nena bergegas masuk kekamar mandi


walau dalam keadaan terburu buru, tidak membuat nena mandi dengan cepat, ia melepas penatnya pada Air yang mengalir membasahi tubuhnya


kenapa aku selalu saja tidak pernah merasakan kenikmatan seperti yang zyan berikan padaku, saat Satria mulai menjamah ku aku tidak merasakan cairan nikmat itu keluar, yang kutahu satria sudah bermain jauh ditubuhku ini dibanding zyan yang hanya memainkan tubuh ini dibagian luar. kau yang maha mengetahui kenapa sampai saat ini aku masih mempertahankan hubungan terlarangku dengan zyan ya robb


"arrrgh" Nena membanting botol sampo yang ia pegang


"tokk..


"tokk..


"sayang kamu baik2 saja? satria panik mendengar suara barang yang terjatuh namun cukup keras itu " nena, Nena buka pintunya!"


ceklekk..


"ya bang, maaf tadi aku nggak sengaja jatuhin botol sampo"


"nggak bang"


"sayang hari ini kan udah terlanjur telat, sekalian aja yah jangan masuk kerja?"


"ikh babang tapi nggak enak kalau nggak masuk!"


"aku punya kejutan loh buat kamu" bisik satria ditelinga Nena


"ok setuju, tapi kerestoran bentar yah bang, mau minta izin dulu!"


"ok, tapi mesti gitu yah sayang"


"iya bang"


iya bang soalnya kalau zyan blum lihat wajah aku buat sehari aja bisa gila dia,hehe


didalam mobil nena sibuk melihat layar ponselnya yang penuh dengan pesan masuk dari zyan kekasihnya

__ADS_1


"sayang mau turun sekarang nggak udah sampe ni" tanya Satria yang melihat nena terus menatap layar ponselnya


"ah iya, maaf bang! kalau begitu aku masuk dulu yah


--------


ceklekk


"pagi.." ucap nena yang melihat zyan mondar mandir tidak karuan didalam ruangannya itu dengan rambut yang acak-acakan


"babe,, kenapa kamu tidak angkat telponku?" zyan langsung memeluk Nena


"sorry" tangan nena langsung ditarik zyan untuk pergi ketempat istimewa mereka setiap weekendnya


"zyan,,hari ini aku tidak bisa!!"


"maksudmu"


"maaf, satria ada didepan"


"arrrgggh, sial" ucap zyan sedikit marah


"sayang, jangan marah?" kini nena duduk dipangkuan zyan


depan cepat zyan melahap bibir nena, dan meremas kasar kedua gunung kembar miliknya


"sakit zyan!" namun zyan tetap saja ******* bibir cantik gadis berambut lurus Sepinggang itu


ceklekk


"sorry menganggu" ucap Tina dengan wajah datarnya ketika melihat ciuman panas antara sahabatnya dan bosnya itu" na suami kamu nanyain tuh udah lama dia bediri didepan!" setelah mengatakan maksudnya tina berlalu dari tatapan kedua orang yang tidak ingin diganggu itu


"zyan, aku pergi yah" nena berdiri sembari merapikan baju dan rambutnya yang acak-acakan ulah kekasihnya itu


"ya" ucap zyan ketus


"bye sayang, muah..muah..nena menghujani wajah zyan dengan ciuman yang membuat zyan yang sedikit marah itu tersenyum manis pada Nena


andai aku bisa mengurung kamu disini,aku nggak bakal biarin kamu pergi dengan suami kamu itu,ciiih

__ADS_1


__ADS_2