Secret Love Affair

Secret Love Affair
43


__ADS_3

satria menghampiri zyan untuk mencari tahu informasi mengenai istrinya dan ia memutuskan untuk menemuinya direstoran milik zyan, sebelumnya satria berniat untuk menemui Tina tapi ternyata tina sudah mengambil cuti untuk persalinannya.


setelah mendapatkan informasi dari beberapa pegawai direstoran zyan, satria langsung menemui zyan yang tengah terduduk dengan menatap layar ponselnya Dengan rambut yang acak-acakan di ruang atas restorannya.


"gue perlu bicara sama Lo" ucap satria yang kini duduk berhadapan dengan zyan


"Lo mau minum apa biar gue pesenin?" tanya zyan


"jangan sok bae Lo depan gue, gue kesini cuma mau tanya dimana keberadaan istri gue Nena?" tegas satria


"gue nggak tahu!"


"gak usah muna Lo zyan, gue tahu lo yang ngumpetin istri gue sekarang!," Satria menggebrag meja didepannya "nena itu istri gue, jadi lo jangan harap untuk bisa deketin dia lagi, apa nggak cukup Lo sama pita Haah?" sarkas satria


"haha" zyan tersenyum meremehkan "pita, gue sama dia cuma nikah karena keterpaksaan akibat kebohongannya aja" zyan berdiri dari duduknya "seharusnya lo yang nggak usah munafik, Lo pengen dapetin 2 cewek sekaligus kan? emang Lo br*ngsek ya sat, udah sama pita punya anak lagi masih pengen sama nena" zyan


"b*ngsat Lo" satria mencengkeram kemeja zyan


"eitss, lepasin tangan kotor Lo dari baju gue, dan gue masih banyak kerjaan dari pada ngurusin Lo!" zyan menepis tangan satria dan berjalan meninggalkannya

__ADS_1


Satria mengacak rambutnya, tanda frustasinya dengan ucapan zyan


"gue tahu hari ini pasti dia mau nemuin Nena dan gue harus ikutin dia" batin satria


satria menunggu zyan di pinggir jalan tak jauh darinya restoran zyan, benar saja dugaannya setelah dirinya keluar dari restoran, mobil zyan pun keluar dari parkiran.


zyan berhenti disebuah perumahan elit, membawa jinjingan makanan yang menambah kecurigaan satria


"oh jadi ini rumah tina, jadi lo sembunyiin Nena disini zyan, dasar pecundang!" ucap Satria didalam mobilnya, ia trus memandang dari kejauhan, tapi ia tidak melihat zyan masuk kerumah itu ataupun nena yang keluar dari dalam rumah tina.


satria melihat zyan memberikan jinjingan makanan pada tina dan langsung melajukan mobilnya kembali, keluar dari parkiran rumah tina


"tinaaa" teriak satria dan tina menoleh kearah sumber suara


"satria!" Tina


"iya tin, maaf aku mengganggu, apa nena ada didalam?" tanya satria


"maaf Satria semalaman memang benar nena ada disini dan menginap disini, tapi pagi tadi dia pergi!"

__ADS_1


"apa dia pergi dengan zyan?"


"tidak, dia pergi dengan taxi online" ucap Tina


"kamu tahu nena pergi kemana?"


"maaf satria, aku sudah membujuknya untuk memberi tahu aku kemana dia alam pergi, tapi sama sekali dia tidak memberi tahu!" ucap tina


"baiklah terimakasih, ini kartu namaku jika nena menghubungi kamu tolong segera hubungi aku!"


tina mengangguki ucapan satria "iya sat"


satria meninggalkan rumah tina dengan hati yang gundah karena setiap jawaban yang didapatkan selalu sama mengenai ketika tahuan mereka tentang keberadaan istrinya.


"kemana lagi aku harus mencari kamu sayang!" teriak Satria sembari memukul stir mobilnya.


keputus asaan bukan hanya satria yang merasakan setelah kepergian nena, tapi zyan sama terpuruknya seperti satria


zyan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berdiam diri dirumah, ia sangat bersedih dengan kepergian pujaan hatinya, ia sudah berusaha untuk mencari tahu keberadaan nena dirumah orangtuanya, tapi nihil jawaban ayah nena selalu mengatakan ketidak tahuannya tentang keberadaan Putri satu2 nya itu dan satria yakin anda sesuatu hal yang disembunyikan oleh keduanya orang tua nena.

__ADS_1


"aku akan segera menemukan kamu Nena" lirih Satria didepan cendela kamarnya


__ADS_2