Secret Love Affair

Secret Love Affair
36


__ADS_3

πŸ’•πŸ’•πŸ’•


menuju arah bahagiaπŸ’–


----------


"boboan yuk sayang, abis makan babang malah ngantuk" ucap Satria menuntun Nena


"kok kamarnya dikunci bang"


"biar nggak ada yang ganggu"


"haha dari mana ada ceritanya orang ganggu, orang pintu depannya juga udah Abang kunci kan!?"


"ah iya sih sayang" satria menggaruk kepalanya yang tak gagal


"sini peluk sayang, udah hampir 2 Minggu babang nahan puasa loh sayang!"


"masa, bukannya tadi babang habis makan, banyak lagi" nena mencoba untuk tidak mengerti maksud ucapan suaminya itu


"ayolah sayang, pasti kamu mengerti?"


"haha, iya iya ngerti, udah,,udah ikhh geliiii, abangg" nena tertawa karena satria menj*lat2 paha mulusnya


"awwhh" desah nena ketika satria menyentuh miliknya dengan jarinya


"udah becek sayang, wah ternyata yang dibawah nggak bisa nolak yah, hehe" goda satria


"ikkkh baa----


ucapan nena terhenti ketika kedua bibir mereka saling menyatu, saling menukar saliva, sesuatu yang tidak bisa ditolak sebuah penyatuan untuk kedua pasangan yang sudah mempunyai ikatan suci pernikahan, satria Sangat menginginkan hal ini begitupun Nena, mereka sama2 mendesahkan nama keduannya

__ADS_1


"panggil namaku sayang?" ucap parau Satria


"babang, mmhh..aah"


"Nena,,,ohhh Nena..."


satria mencari klimaks itu dengan sangaat indah, tubuhnya begitu lemas karena penyatuan itu, ia enggak berpindah dari posisinya saat ini yang berada di atas Nena,


"bang turun! berat tahu"


"shuutt sayang!! jangan bicara dan jangan bergerak juniorku bangun lagi!"


Nena tertawa dengan ucapan suaminya "masih kuat bang"


"tentunya sayang, tambah yah!?"


Nena tersenyum dan menganggukkan kepala tanda setujunya dengan permintaan sang suami karena nenapun sama ingin menuntaskan hasratnya yang beberapa hari ini tidak didapatkan karena jarak yang memisahkan mereka, bukan hanya jarak namun pertengkaran yang terjadi antara keduanya menjadi penghalang untuk saling memuaskan.


pertempuran keduapun dimulai, sesekali nena yang mengambil alih permainan itu, satria sungguh tersenyum bahagia melihat kelincahan istrinya, tak ingin tinggal diam satria mengambil alih permainannya dia berhasil membuat pertahanannya melemah, sebuah desahan keduannya begitu terngiang menjadikan siang hari itu menjadi siang yang begitu indah bagi pasangan yang tengah dimabuk asmara itu.


"sama Nena juga sangat dan amat lelah bang, kalau main kira2 dong babang, duh kaya perawan lagi ini mah sa----


"sakit sayang, cep..cepp, boleh yah babang elus?"


"eiiits jangan bang, tar mau main lagi, kan capek?"


"hehe, nggak sayang ya udah bobo yah, muaahh" satria mencium bibir nena kilas


"iya babang tidur duluan aja, Nena mau mandi dulu" ucap nena beranjak dari tempat tidurnya


"iya sayang"

__ADS_1


nena membaringkan tubuhnya disamping satria yang tengah tidur, keduanya terlelap disiang itu, perasaan bahagia keduannya rasakan "setelah gelap terbitlah terang" ah ternyata pepatah itu berlaku untuk hubungan rumah tangga nena dan satria


-------


matahari trus mengitari bumi, satria terbangun dari tidurnya ditatapnya wajah cantik istrinya itu,


cupp


"makasih udah mau kembali pada babang sayang" bisik satria ditelinga nena yang tengah tertidur


"sama2" perlahan nena membuka matanya dan tersenyum menatap satria yang tengah menatapnya intens


"udah bangun sayang, babangku jadi ganggu tidur kamu yah??"


"nggak babang!" nena mencium kilas bibir satria


satria tersenyum dengan perlakuan istrinya itu, satria mengambil ponselnya di atas nakas "Babang punya sesuatu buat kamu sayang!" satria menunjuk layar ponselnya


"ke Lombok bang, malam ini keberangkatannya?"


"ia, kamu senangkan, itung2 ini honeymoon sayang?"


"udah 10 bulan masih disebut honeymoon, Iya aku mau! makasih yah babangku?"


"iya sayang"


"aku packing pakaian yang mau dibawa dulu yah bang?" ucap Nena "bang mandi aja dulu tar aku buatin kopi" nena menatap satria yang masih berleha leha diatasi ranjangnya dan mengangguk dengan permintaan istrinya itu


setelah berkemas memasukkan barang2 nya dan satria kedalam satu koper nena beranjak menuju dapurnya, belum sampai dapurnya bel apartemen berbunyi, nena bergegas untuk membukakan pintu,,


ceklekk

__ADS_1


"papah..."


deggg


__ADS_2