Secret Love Affair

Secret Love Affair
16


__ADS_3

hari berganti hari, satria semakin disibukan dengan aktifitas kantornya, satria bisa membuktikan berkat usaha kerasnya kini ia bisa menduduki posisi yang lumayan penting diperusahaan tempat ia bekerja,


berbeda dengan nena ia dan kekasihnya zyan semakin menjadi, meskipun ia tidak pernah perlihatkan didepan umum, ia tidak mau dicap sebagai perusak hubungan rumah tangga zyan, karena zyan dan pita kini tengah menggelar sidang perceraian tahap pertamanya


sesibuk apapun satria tidak membuatnya lupa untuk memperhatikan istrinya, satria selalu menyempatkan untuk menghubungi nena meskipun hanya sebuah pesan yang ia kirimkan


"sudah makan sayang?" sebuah pesan dari satria untuk istrinya, yang sama sekali terlihat bahwa nena belum membaca pesan itu, hingga kesibukan satria membuatnya lupa akan pesan yang ia kirim untuk Nena


---------


"hahaha, kamu lucu sayang" ucap nena yang tengah bercanda gurau dengan kekasihnya zyan,


"masa" kini zyan berpangku dagu dengan tangannya memperhatikan wajah kekasihnya itu yang tengah tertawa " semakin hati Semakin cantik yah kamu sayang" Satria mencium bibir nena kilas


"lepas ikh zyan, nggak enak didalam kantor" nena melepaskan pelukan zyan "terus gimana sidang pertama kamu?" tanya nena menghentikan aktivitas nakal kekasihnya


"berjalan lancar! kapan kamu mau seperti aku melaksanakan sidang perceraian?" tanya zyan yang membuat nena mati gaya


nena terdiam "entahlah" jawab singkat Nena


"apa kamu menyukai suami mu itu Nena?"

__ADS_1


"sudahlah zyan jangan bahas itu lagi!"


"baiklah sayang aku tidak akan membahas hal itu lagi, tapi aku ingin ini" zyan melahap bibit nena perlahan dan mulai menggebu, tidak tinggal diam, nena membalas ciuman kekasihnya itu, tanpa memperhatikan ruangan yang belum terkunci sempurna


ceklekk


"Nena mak--------, astaga..."


seseorang masuk keruangan nena dan langsung menutup pintu ruangan itu melihat bos serta managernya yang sedang berciuman mesra


"OMG, Tina apa matamu rabun mungkin kamu salah lihat, aw,aw, panas banget ini pala" tina mengkibas kibaskan tangannya pada wajahnya untuk menetralisir apa yang ia lihat


tina melangkah kan kakinya menuju ruangan atas tempat para koki beristirahat


"ya" jawaban singkat dari zyan


aku bahagia ada orang yang mengetahui hubungan kita, semakin semua orang mengetahuinya semakin cepat aku bisa menjadikanmu satu satunya milikku


nena sedikit berlari, karena high heels yang dipakainya tidak bisa membuatnya berlari cepat, menaiki tangga ia tahu jikalau sahabatnya itu pasti kini tengah syok dengan apa yang baru saja dilihatnya


"tina.." hoss..hoss.. napas nena terengah

__ADS_1


"apa Lo, nyuruh aku supaya tutup mulut, atau mau menyangkal hal tadi" tina mengacuhkan Nena.


"iya aku jujur, aku dan zyan ada hubungan"


"jadi bener, gila kamu"


"aku mohon sama Kamu na, hal ini jangan sampai Satria tahu"


"Nena, Nena,, sumpah yah kecantikan wajah sama hati kamu tuh beda jauh yah"


"bukannya begitu tin, kamu tahu sendiri kan satria itu nggak pernah beri aku kepuasan dalam hal itu" nena menjelaskan pada tina


"apa hal bercinta maksud kamu? gila yah, hal seperti itu kamu jadikan alasan, jangan bilang kamu udah pernah tidur dengan zyan yah nena??...


Nena terdiam" ya benar tapi aku dan zyan punya cara sendiri buat dapatin kenikmatan kita masing-masing, kita nggak sampai main celup celupan kok!" jelas nena yang terang terangan pada sahabatnya itu


"terserah apa kata kamu, yang rugi bukan aku na, tapi Satria suami kamu dan kamu dan zyan nantinya!"


"please tin, jangan sampai semua tahu terlebih satria" nena memegangi tangan Tina


"Nena,,aku sebagai sahabat cuma mau kasih tahu kamu, jangan pernah bermain api apalagi dalam hal rumah tangga, bukan hanya satria atau zyan yang bakal tersakiti tapi kamu yang bakalan kena imbasnya sendiri, inget Nena karma itu ada dan masih berlaku"

__ADS_1


Tina meninggalkan nena yang tengah mematung mencerna ucapan sahabatnya itu


__ADS_2