Secret Love Affair

Secret Love Affair
70


__ADS_3

Satria dan Pita masih duduk di ruang tamu. Pita masih dalam lamunannya ia tengah memikirkan bagaimana Satria dulu memperlakukannya begitu lembut, ia tersenyum-senyum sendiri memikirkan masa lalunya, sampai pada Satria mengatakan hal yang begitu mencengangkan untuk pita.


"aku dan Nena akan bercerai!" ucap Satria,


Pita mempelototkan matanya sempurna mendengar ucapan Satria bagaimana tidak setia yang dikenal sangat dan begitu mencintai Nena bisa mengatakan hal yang tidak mungkin dan sangat mencengangkan seperti itu.


"maksudmu apa mas? bukankah kamu sangat mencintai Nena?" Pita terisak dengan ucapannya "Jangan sampai perpisahan antara kamu dan Nena terjadi mas. Aku orang yang akan paling merasa bersalah dengan semuanya. Aku yang sudah buat Nena seperti ini, aku yang sudah menjadikan Nena dengan kondisinya sekarang?"


"Awalnya aku ingin terus berusaha untuk memperbaiki dan mempertahankan rumah tangga kami. Tapi sayang Nena lebih mencintai Zyan dari pada aku!"


Pita tercengang mendengar ucapan Satria "mungkin kamu hanya sedang salah paham mas? apa yang kamu fikirkan belum tentu menjadi sebuah kebenarannya!"


Satria terbahak mendengar penjelasan Pita "kamu tahu Pit, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Nena dan Zyan mereka..mereka


begitu saling mencintai. Aku tidak ingin hadir diantara keduanya lagi!" fikirannya kini menerawang memikirkan apa yang ia lihat di bandara antara Nena dan Zyan.


"papa...!" Aulia berlari kearah Satria. Menghentikan perbincangan keduannya terhenti "papa lia kangen!"


"papa juga kangen Lia!"


"papa lia ingin papa dan mama tinggal bersama lagi, disini---"

__ADS_1


"aulia nggak boleh bicara seperti itu!" Pita sedikit menaikan nada bicaranya, ia menatap Satria seolah sedang memberi isyarat permintaan maafnya.


Aulia membenamkan wajahnya di dada Satria, anak kecil itu merasa takut dengan bentakan mamanya.


"anak papa, nggak boleh nangis, papa kan sayang Aulia. Lia boleh kok tinggal sama papa!"


Aulia menatap Satria "bener pa? mama juga yah?"


Satria menatap Pita kilas "boleh..!" ucapnya


"asikkk.." Lia punya mama dan papa lagi, trus tinggal barengan lagi..!"


Tingkah Aulia mendapatkan senyuman dari Satria dan Pita.


****


Sudah beberapa kali Irgi bermaksud untuk menghubungi Neba, namun seolah Nena mengabaikan setiap telpon yang masuk kedalam ponselnya itu.


"Sampai kapan mau begini terus na?" tanya ibu yang baru saja berada dikamar Nena


"maafkan Nena Bu? sudah buat ibu khawatir?"

__ADS_1


Ibu mengusap rambut Nena "sudah bulat dengan keputusan perceraianmu na?"


nena mengangguk cepat "iya Bu, maafkan Nena Bu?"


Ibu mengusap air mata yang jatuh dikedua matanya "mungkin ini akan menjadi yang terbaik untuk kamu na?"


"iya Bu!"


"apa kamu masih mencintai Zyan? lalu kenapa kamu melepaskan kepergiannya?"


Nena yang tengah menunduk dengan cepat menatap ibunya "kenapa ibu bertanya seperti itu?"


"Apa Irgi memberi tahu semuanya pada ibu?"


Ibu menangguk membenarkan pertanyaan Nena "Tapi ibu sudah tahu sedari dulu mengenai perasaanmu pada Zyan?"


"Maafkan Nena Bu? maafkan Nena!" Nena berhamburan memeluk ibunya "Nena memang egois Nena tidak bisa menjaga perasaan bang Satria untuk Nena!"


"Jadikan semua ini pelajaran untuk kamu sayang. Ibu yakin kamu bisa mengambil hikmah dari apa yang telah kamu lakukan itu"


"maafkan Nena bu dan terimakasih sudah selalu mendukung Nena?"

__ADS_1


Nena menceritakan semua gundah gulananya pada ibu. Meski bukan ibu kandungnya namun nena sangat bersyukur karena ibu tirinya mampu menghangatkan hatinya dan keterpurukan.


__ADS_2