
satria tengah menyelesaikan tugas kantor nya, hendak mengambil sesuatu didalam tas kerjanya Satria tak sengaja menjatuhkan secarik kertas hingga terjatuh sampai lantai, pita yang melewatinya pun berjongkok untuk mengambil kertas itu
bertuliskan transaksi pembayaran untuk sebuah mobil atas nama nena, ya nena istri dari satria
"maksud kamu apa ini satria? kamu beliin nena mobil haahh?"pita menunjuk kertas itu pada tatapan satria
semua mata pegawai kantor tertuju pada keduanya, terdengar bisik bisik diantara mereka sampai terdengar oleh satria
"emang Satria masih ada hubungan yah ama si pita, bukannya dia udah nikah?" ucap salah seorang yang tengah berbisik itu
"iya ngapain lagi tuh si pita ngurusin rumah tangga si Satria" bisikan lainnya
satria geram ia mengepalkan kedua tangannya, sekalipun tidak ada keinginan untuk menjelaskan apa yang pita tanyakan padanya, toh apa yang akan diberikan pada istrinya adalah tanggung jawabnya, dan membeli apapun untuk istrinya menggunakan uang jerih payahnya tidak ada hubungannya dengan pita
berbeda dengan pita dia sangat ingin mengetahui kenapa satria sampai membelikan mobil untuk nena istri yang baru Satria nikahi 6 bulan lalu itu, apa Satria tidak menghargai pita kalau berkat pita lah dia bisa bekerja diperusahaan itu, dan menjabat posisi yg lebih tinggi, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa berkat kerja keras satria juga yang gigih untuk mendapatkan posisi nya saat ini, benak pita memikirkan semua itu
Tanpa menghiraukan pita, satria mengambil secarik kertas yang tadi sempat diambil pita dan langsung meninggalkan pita yang menatap tajam padanya bukan hanya pita tapi juga tatapan tidak bersahabat dari rekan rekan kerjanya
--------
"ceeileh yang masih ngambek" ucap nena yang baru Saja memasuki ruangan zyan
__ADS_1
"puas kemarin otw ama suami!" celetuk zyan
yang membuat tawaan nena menggema
"hahaha, sumpah lucu banget itu muka nekuknya, duh gantengnya jadi ilang, mending pulang ah nemuin bang satria!" Nena melangkah kan kakinya melewati zyan yang sedang terduduk di sofa itu,
"mau kemana?" zyan menarik tangan nena saat ia akan beranjak pergi " aku nggak akan lepaskan kamu hari ini!" zyan mendudukkan nena dipangkuannya
"aww, aww, apa tuh benda yang mengeras dibawah" begitu keras terasa oleh Nena saat zyan mendudukkannya pas dibawah sana
"ini kesalahan kamu, pokoknya kamu harus tanggung jawab!" zyan langsung membopong tubuh nena dalam pelukan tidak tinggal diam nena langsung melingkarkan tangannya pada tengkuk zyan, agar tidak terjatuh, akh lagian nggak bakal jatuh mana mungkin zyan akan menyakiti tubuh kekasih hatinya itu
zyan membawa tubuh nena masuk ke dalam toilet, untuk melepaskan penat pada benda mungil yang tengah mengeras itu
"faster babe, errggh, babe aaaah, aku nggak kuat, ahhhh....
cairan kenikmatan nena tumpah begitu saja dijari jari zyan, zyan tersenyum bangga tatkala melihat nafas terengah nena dengan senyum yang begitu memuaskan untuk kekasihnya itu
kini giliran nena yang mengambil alih permainan, ia menggenggam milik zyan, melakukan handjob pada milik kekasihnya itu, membuat kecuapan2 manis pada ujung Lollipop zyan, "emmut sekarang sayang, nggak nahan" suara parau zyan
Dengan lihainya nena memainkan tangannya, mencelap celup milik zyan pada mulutnya, menjilat dan
__ADS_1
"aarrrrgh Nena, nenaaa, aaaaargggh....
tepat pelepasan untuk zyan mengakhiri permainan Nena
"lovu u babe!" ucap zyan yang mencumbu bibir nena
"zyan kamu lagi kere yah?" tanya nena yang kini tengah membasuh tangannya yang terkena cairan kehangatan milik zyan
"nggak ada dong seorang zyan kere, eehmm,,maksud kamu apa sayang, aku ngerti?" zyan melingkarkan pelukannya pada perut nena dan menatap kekasihnya pada cermin didepannya
"iiiidih, mau ENAK ENAK kok ditoilet" ejek nena
"what,, bukannya gitu sayang" cup zyan mencium kening dan membalikkan tubuh Nena dan kini mereka saling berhadapan" cuma Aku udah nggak nahan aja, tahu sendiri kan kemarin seharusnya kamu jalan sama aku malah jalan ama cowok itu" ucap zyan
"satria zyan, namanya satria" nena melepaskan pelukan kekasihnya
"ok, ok, kalau kamu nggak mau ditoilet aku siap kok bawa kamu kehotel bintang lima lagi, atau kamu mau aku beli rumah khusus buat kita?"
"apaan si zyan, nggak usah kali, hehe! yuk makan laper zyan?" nena melangkah mendahului zyan
"tunggu sayang" zyan mengikuti langkah Nena
__ADS_1
keduanya memilih makan dilantai atas karena tempatnya yang lebih nyaman jauh dari tatapan orang2 julid alias para pegawai lainnya lebih leluasa untuk keduanya bercanda gurau..