Secret Love Affair

Secret Love Affair
69


__ADS_3

Tina menganga, ia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya "maksudmu apa? jangan katakan jika kamu juga akan berpisah dengan satria." jawab aku nak..!"


Nena mengangguki ucapan Tina "ya kamu benar tin!?" pandangannya kosong kedepan "jika aku bisa melepaskan zyan agar dia bisa bahagia dengan masa depannya! begitupun dengan satria aku harus melepaskannya..dia juga berhak bahagia!"


tina memeluk Nena "tapi kamu nggak bisa lepasin salah satu dari mereka juga na, kamu pun sama kamu juga berhak bahagia..!"


"tapi aku cacat tin, aku aku nggak bisa kasih mereka keturunan..aku tidak ingin memberi beban pada mereka dengan kekuranganku ini..hiks..hikss" Nena melepaskan pelukan dari tina, ia memegangi dadanya yang sesak menerima kenyataan pahit yang sudah menimpa dirinya ulah kebodohannya dimasa lalu.


"lantas apa yang akan kamu lakukan setelah kamu melepas kebahagiaan kamu na, apa yang akan kamu lakukan dengan kesendirianmu itu?"


"aku akan mencoba untuk memperbaiki semua kesalahanku dan menjadikan semua kebodohanku dulu menjadi sebuah pembelajaran yang amat berharga buat aku tin!"


"aku mendukung apa yang sudah menjadi pilihanmu na! tapi berjanjilah padaku untuk tidak melakukan hal yang sama lagi dengan apa yang kamu lakukan dulu?"


"aku janji padamu dan pada diriku sendiri untuk tidak memperbodoh diriku dengan semua hal yang dulu aku lakukan!"


"semangatlah na, kebahagiaan pasti akan ada untukmu!"


"makasih yah tin, makasih udah selalu ada didekat ku meski keadaanku seperti ini!"

__ADS_1


"haii... kamu bicara apa na, aku ini sahabatmu sudah sepantasnya aku dan kamu saling menemani disaat-saat kita senang ataupun kita susah." keduannya berpelukan erat saling memperkuat ikatan persahabatan keduannya.


Perbincangan keduannya terhenti saat putra tina terbangun dari tidurnya, membuat pelukan erat nena dan tina harus terhenti.


****


Satria terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa berat perlahan ia membuka kedua matanya. Satria menggeleng gelengkan kepalanya untuk menetralkan rasanya pusing yang menjalar disekitar pelipisnya.


Kedua mata Satria menerawang menatap gadis kecil yang tengah tertidur disampingnya "Aulia.." batin satria, ia mencium kening Aulia. Dalam hatinya terus menanyakan bagaimana anak yang ia sayangi itu bisa berada dirumahnya "Apa Pita juga bermalam disini?" batin satria


Satria berjalan menuju pintu kamar, begitu pun dengan pita ia tengah berdiri di depan pintu kamar tamu yang ia pakai untuk menginap diapartemen satria, ia menatap satria yang juga tengah menatapnya.


"tidak apa-apa!" Satria duduk di sofa ruang tamunya, ia terus memijit mijit pelipisnya


"mas mau aku buatkan teh hangat atau kopi?"


"tidak usah, duduklah!" pinta satria


Pita duduk disofa depan Satria "mas apa aulia ada didalam kamarmu? maaf mas aku tidak tahu jika dia pindah tidur kekamarmu?" pita memulai perbincangannya

__ADS_1


"tidak apa-apa, mungkin dia rindu padaku!"


Pita tersenyum menanggapi ucapan Satria "iya mas.."pita sangat bahagia mendengar satria yang berbicara lembut lagi padanya, sebelumnya satria selalu bersikap dingin padanya. Namun kini bagi pita ucapan dan tingkah satria mengingatkan dirinya pada Satrianya dulu, satria yang begitu menyayanginya dan Aulia, kenangan indah itu datang lagi dalam fikiran Pita.


Semua orang punya masa lalu, termasuk diri kita sendiri, hanya diri sendirilah yang mengetahui seberapa buruknya masa lalu yang kita perbuat, jangan pernah menghakimi kesalahan orang lain jika kita tidak bisa berada ditempatnya, dan jangan pernah menghakimi kesalahan orang lain jika kitapun sama pernah melakukan kesalahan dimasa lalu entah mungkin masa lalu kita lebih buruk dari orang itu atau tidak.


.


..


...


**jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga yah akunku wini


baca juga Novel wini di..


_pernikahan yang indah**_

__ADS_1


__ADS_2