Secret Love Affair

Secret Love Affair
09


__ADS_3

zyan menuntun Nena untuk mengikuti langkahnya, ia berhenti disebuah hotel bintang lima yang terkenal dikota tersebut


keduanya menaikkan lift menuju kamar yang akan menjadi tempat beristirahat keduanya


"silahkan masuk babe!" ucap zyan dengan mengarahkan tangannya


"loh kok kamu juga masuk sih zyan?" tanya nena keheranan yang melihat zyan sudah duduk disofa hotel tersebut


"iya kita satu kamar"


"apa, kenapa?"


"ya aku pengennya emang satu kamar!" tegas zyan


"kamu gila, ok kalau emang kamu nggak mau pergi dari kamar ini, biar aku saja yang pesan kamar lain"


"babe, please udah nggak ada kamar yang kosong lagi" zyan berusaha meyakinkan nena


"bohong kamu"


nena bergegas turun kebawah untuk memastikan kebenaran ucap zyan


namun setelah beberapa menit dia menekan bel kamar zyan dengan ragu, namun berbeda dengan nena, zyan sangat bersemangat untuk membukakan pintu itu, karena zyan tahu kalau nena pasti akan kembali


ceklekk..


"ok zyan aku setuju kita satu kamar, tapi kamu harus janji jangan macem2, aku tidur disofa, dan aku nggak akan mengusik privasi kamu, begitupun kamu" nena menunjuk jari telunjuknya pada wajah zyan yang dibalas zyan dengan anggukan

__ADS_1


"kamu mau mandi babe?"


"tidak, zyan please jangan sebut aku dengan sebutan seperti itu"


"iya sayang"


"zyannnn......


Nena berteriak dan melemparkan sepatunya kearah zyan, namun dengan segera zyan menutup pintu kamar mandi.


karena terlalu lelah tanpa disadari nena tertidur di atas sofa dengan rok yang selututnya itu sedikit naik ke atas akibat pergerakan tidurnya


ceklekk


zyan yang keluar dari kamar mandi melihat ke arah Nena yang tertidur pulas, dengan susah payah ia menelan salivanya kasar, memperhatikan paha nena yang begitu mulus itu


Dengan segera zyan yang mengenakan handuk untuk menutupi area kejantanannya itu, melepaskan handuknya kesembarang tempat sehingga terlihat benda keras yang panjang dan besar itu mendekati nena yang terlelap


zyan mencium bibir nena dengan perlahan, meremas dadanya, nena yang tertidur karena kelelahan tidak menyadari hal itu, namun ia bermimpi kalau Satria lah yang telah mencumbunya


desahan keluar begitu saja dari mulut nena, membuat zyan semakin beringas,


zyan membuka kemeja Nena, dan menciumi kedua gunung kembar milik nena


"ammhh,, bang Satria"


sesekali nena menyebut nama suaminya

__ADS_1


namun zyan sama sekali tidak menghiraukannya, karena nafsu zyan sudah mencapai ubun ubunnya


dalam fikirannya zyan sangat ingin membuat nena merasakan gelenjar kenikmatan yang sama sekali blum nena rasakan lewati suaminya satria


Dengan bergrelia tangan zyan masuk kedalam rok nena, membuat desiran kenikmatan untuk Nena, zyan memainkan jari2 tangannya di CD nena, menghentak hentakan,


melihat nena yang mengalungkan kedua tangannya ditengkuk zyan membuat zyan mendamba bibir Nena, ia melumatnya mencecap kedua gundukan yang terpampang diwajahnya


"aaaah,,, bang Satriaaaa...


lenguhan nena membuat kedua jari jemari zyan mulai memasuki celana dalam nena, entahlah setan apa yang membuat nena Sampai tidak memberontak sama sekali, atau kah mimpi nena yang menghadirkan satria suaminya, sehingga kenyataan lelaki yang mencumbunya itu masih ia fikir satria.


kedua jari zyan ia mainkan, maju mundur memberikan kenikmatan pada nena " faster satria,,ahhh, mmmm,,, Satria aarrrrgh, begitu lihainya zyan memberikan kenikmatan itu tepatnya klimaks untuk pertama kalinya bagi Nena,


nafas nena terengah, perlahan ia merasa kalau yang dialaminya bukanlah sebuah mimpi belaka, ia mulai membuka kedua matanya, samar ia masih melihat kilauan Lampu malam yang ada, tidak ada pencahayaan yang jelas dikamar hotel tersebut, ya zyan sengaja mematikan lampu utama dikamar hotelnya, membuat nena memikirkan kalau Satrialah yang kini Ada didepannya, " makasih babang"


kemudian zyan Kembali ******* habis bibir Nena " bang Satria, apa aku gila apa ***** bukan kah aku sekarang sedang dibali, ya aku sekarang sedang sekamar dengan zyan, apa ini.........


"kamu bukan satria kan, kamu zyan kan?" tanya nena dengan suara bergetar menjauhi sosok lelaki yang ada didepannya


mencari tombol untuk menghidupkan lampu dikamar itu


mata nena membelalak tak percaya mendapati dirinya yang sudah terlihat tidak karuan, baju terbuka dengan dadanya yang terlihat, sementara dibawah area sensitifnya nena merasa basah dan sedikit ngilu


betapa terkejutnya nena mendapati lalaki yang menyantuhnya adalah zyan, bukan Satri suaminya


nena terus mengerutuki diri sendiri dengan kebodohan yang sudah ia lakukan, memberi kesempatan pada zyan untuk mencumbuinya meski ia tahu itu semua diluar kesadarannya

__ADS_1


__ADS_2