Secret Love Affair

Secret Love Affair
45


__ADS_3

Nena merasa risih karena sejak tadi irgi tidak berhenti menatap dirinya


"kenapa sih gi, lihatin aku kaya lihat setan aja!" ucap nena


"hehe sorry na, tapi sebenarnya kita pernah ketemu nggak sih na?" tanya irgi


"iya pernah waktu kecil, kenapa sekarang kamu yang pikun yah?" nena memutar matanya malas


"nggak maksud aku tuh baru2 ini aja na, perasaan nggak asing deh wajah kamu ini, kaya pernah lihat gitu!"


"ikh jangan bahas itu deh kesannya muka ku ini kaya pasaran banget yah gi?"


"bukannya gitu na, tapi benaran aku kaya pernah lihat kamu sebelumnya?" keukeuh irgi "hehe iya geh nggak bahas lagi, jangan masam kaya gitu dong, tuh jadi jelek!" goda irgi


nena menyunggirkan bibirnya, malas meladeni tingkah teman masa kecilnya itu.


"gimana kabar kamu na dikota?"


"baik gi, katanya kamu punya bisnis sendiri yah dikota!"


"ah bisa aja, cuma bisnis kecil2an aja kok" ucap irgi menggaruk tengkuknya yang tak gatal "sebenarnya sih tadinya mau nyari seseorang, Seseorangnya blum ketemu yang sembari mencari seseorang itu dimanfaatin buatan belajar bisnis disana!" jelas irgi


"oh si-----" ucap nena terpotong karena kedatangan lala anak Bi Sumi


"itu Lala kan gi?" tanya nena

__ADS_1


"iya itu Lala, dia sekarang udah jadi Mahmud, tuh yang lagi di gendong anaknya dinda namanya?" jelas irgi


perbincangan keduannya terhenti ketika lala memasuki pagar bambu rumahnya


"assalamualaikum" Lala menyapa nena dan irgi


"wa'alaikum salam" jawab keduannya bebarengan


"Nena kangennn Banget sama kamu" ucap Lala


"aku juga kangen banget sama kamu la" Nena


keduanya berpelukan untuk pertemuan pertama kalinya setelah berpisah cukup lama.


"ehhhmm, aku dilupain yah" ucap irgi


"eeea, eea" tangis bayi Lala


"cep, cep, cep" lala menenangkan anaknya


"boleh aku gendong la?" tanya nena dan diangguki Lala


"sayang, jangan nangis yah, ini ada ateu Nena!" ucap nena menggendong bayi Lala, nena menitikan air matanya


"kamu kenapa na?" tanya irgi

__ADS_1


mata Lala dan irgi bertemu sesekali melirik kearah nena yang tengah menitikkan air matanya.


"biar aku gendong dinda lagi na, kayanya kamu kurang enak badan yah?" tanya lala memastikan


nena tersenyum kearah sahabatnya itu, aku nggak apa-apa, biarin aku gendong dinda yang la? tuh dia anteng banget kan digendongan aku!" ucap nena kini menimang nimang Dinda


"mereka tersenyum bersama, dan tertawa ketika dinda kecil tersenyum dengan candaan nena dan irgi


"suami kamu nggak ikut kesini na?" tanya lala


Nena menggeleng dan terus memberi candaan kepada dinda untuk mengabaikan pertanyaan lala mengenai suaminya


"jadi nena sudah punya suami? ya Allah apa kesempatanku untuk lebih dekat bersama Nena harus berakhir sampai disini" batin irgi


"oh ya na, teman kita yang satu ini udah tajir banget loh na, udah mapan semenjak pergi kekota buat nyariin kamu dan dia gak pernah berhenti nanyain kamu mulu setiap pulang kekamp---- eeuuum" ucapan lala terpotong karena irgi membekap mulutnya dengan telapak tangan irgi


"tangannya bau terasi gi, lagian ngaku gitu doang ke nena malu2 kucing?" sungut Lala


"eh diem yah, nggak jadi aku kasih stroller nih kalau gitu" ancam irgi


"gitu aja ngancem, lagian nena aja nanggepinnya biasa aja, iya nggak na?" tanya lala yang dibalas senyuman oleh Nena


"maaf yah na, emang mahmud satu ini kalau ngomong masih kaya anak kecil" jelas irgi pada Nena


nena enggan menatap kearah irgi atau lala ia masih saja bercanda gurau dengan dinda si bayi menggemaskan itu

__ADS_1


" mungkin jika anakmu lahir kedunia ini akan semenggemaskan seperti Dinda dan pastinya akan memberikan kebahagian tersendiri untukku dan satria" batin nena


__ADS_2